NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanchigai no Atelier Meister Volume 4 Interlude I

Interlude 1

Kesalahan Perhitungan Bonball


Aku—Bonball, tengah tersenyum penuh kemenangan di dalam ruang kerjaku.

Sungguh situasi yang sangat menguntungkan. Aku sama sekali tidak menyangka bisa menjalin hubungan dengan Tycoon Margrave di saat seperti ini.

Berbicara tentang Tycoon Margrave, kudengar belakangan ini dia menyuruh Atelier Meister asuhannya untuk melakukan penelitian yang mirip denganku, seperti membuat alat yang secara otomatis memompa air panas dari sumber mata air.

Dan Magic Engine yang sedang kubuat ini, bukan hanya bisa menggerakkan kapal tanpa layar, tapi juga bisa menjadi sumber tenaga untuk menggerakkan berbagai macam hal.

Kereta kuda yang tidak butuh kuda, sumur yang memompa air secara otomatis, dan sebagainya; kegunaannya tak terbatas.

Sudah tidak salah lagi, Tycoon Margrave pasti sedang melakukan penelitian di bidang yang sama denganku.

Jika begitu, masuk akal kenapa dia tiba-tiba mengirim orang yang mengaku sebagai perwakilan Atelier Meister asuhannya kepadaku. Dia pasti ingin memata-matai bengkel kerjaku.

Saat ini, aku sedang mencari investor baru. Sejak perang di negara ini berakhir dan terjadi tren pengurangan kekuatan militer, jumlah investasi dari negara pun menurun.

Bocah bernama Kuruto itu, kudengar sampai tadi dia sedang melihat hasil penelitian di laboratorium kebanggaanku.

Begitu melihat kehebatan Magic Engine itu, Tycoon Margrave pasti akan menawarkan investasi kepadaku.

Tepat saat aku sedang berpikir demikian.

"Tuan Bonball, apakah Anda punya waktu luang?"

"Sieprad, ya? Jarang sekali kamu datang ke sini. Masuklah."

Begitu aku mengizinkannya, sang kepala institut masuk membawa setumpuk dokumen.

Pria yang hanya peduli pada penelitian dan sama sekali tidak punya ambisi untuk naik jabatan ini, jika dibiarkan, akan mengurung diri di laboratorium sepanjang tahun. Kenapa pria seperti dia repot-repot datang?

"Saya datang untuk melaporkan hasil dari Magic Engine."

"Hasil? Bertele-tele sekali bicaramu. Maksudmu efisiensi energinya naik, kan? Jadi sampai berapa? Delapan persen? Sembilan persen?"

"Seratus dua puluh persen."

"Begitu ya. Bagus, kalau begitu termasuk hasil-hasil sebelumnya, akan kuberikan bonus—hah? Kamu bilang apa tadi?"

"Kami telah menemukan cara untuk menggerakkan mesin dengan efisiensi energi seratus dua puluh persen. Ini cetak birunya."

"A... pa... ka... tau...?"

Angka seperti itu, secara teori pun mustahil. Itu bukan lagi khayalan, tapi sudah masuk ranah delusi.

Aku merampas dokumen dari tangan Sieprad dan membacanya dengan teliti.

Penyusunan sistem Magic Engine yang baru, pemilihan material, semuanya adalah metode yang revolusioner.

Melihat ini, jangankan target tiga puluh persen, ada kemungkinan efisiensi energinya bisa mencapai delapan puluh persen.

Terlebih lagi pada lembar kedua, dokumen ini menjelaskan mekanisme tentang bagaimana mengambil energi dari kristal sihir dengan cara yang paling efisien.

Dengan mekanisme ini, peningkatan efek sebesar lima puluh persen lagi bisa diharapkan.

Jika digabungkan, efisiensinya akan menjadi seratus dua puluh persen, begitu ya.

"Dari mana sebenarnya kamu mendapatkan ini?"

"Semuanya adalah ide yang dicetuskan oleh Tuan Knight."

"Knight... pemuda itu...?"

Jangan-jangan, selama ini aku sudah salah sangka.

Tadinya kupikir Tycoon Margrave-lah yang membutuhkan kekuatanku.

Karena itulah, aku mencoba menjamu pemuda itu sebaik mungkin agar dia merasa berutang budi padaku.

Namun kenyataannya, malah aku yang berakhir menerima budi darinya.

Kenapa Tycoon Margrave mengirim pemuda seperti itu kepadaku?

Setelah sang kepala institut keluar, aku segera memberi perintah pada bawahanku.

"Masalah ini mendesak. Gunakan 'Thunderbird’s Nest' untuk menyelidiki tentang pemuda itu."

 

Tiga hari kemudian.

Hampir tidak ada informasi yang terkumpul mengenai Kuruto.

"Sialan, masih belum terkumpul juga!? Informasi tentang Kuruto!"

"Mohon maaf, Tuan Bonball. Informasi di permukaan—seperti dia dulunya adalah tukang serabutan di 'Dragon Fang of Flame' atau dia adalah bawahan Tycoon Margrave—sudah kami ketahui, tapi lebih dari itu, tidak ada apa-apa."

Mendengar laporan bawahan itu, aku merasa sangat jengkel.

Bukan hanya tentang pemuda bernama Kuruto, informasi mengenai Liese sang wakil penguasa wilayah pun tidak ada.

Aku memang sempat meremehkan mereka karena mereka hanya 'perwakilan' Atelier Meister dan 'wakil' penguasa, sehingga aku lalai mengumpulkan informasi sejak awal.

Namun, saat benar-benar dibutuhkan, kenapa informasinya sesedikit ini?

Apalagi, masalahnya bukan hanya itu. Aku sudah mengumpulkan informasi tentang pria bernama Rikuto yang menjabat sebagai Atelier Meister sekaligus Penguasa Wilayah Valha, tapi ketika diperiksa kembali dengan saksama, muncul banyak poin mencurigakan.

Ketika aku meminta daftar anggota dari bengkel tempat dia menempuh pendidikan dulu, namanya memang ada di sana.

Namun, saat aku melihat daftar versi lama yang diterbitkan beberapa tahun sebelumnya, nama Rikuto tidak tercantum di mana pun.

Bahkan mengenai tempat tinggalnya dulu, hubungan pertemanan, hingga keluarganya; semakin diselidiki, semakin banyak kejanggalan yang muncul.

Seolah-olah, ada sebuah organisasi raksasa yang memalsukan masa lalu seseorang agar terlihat seolah-olah dia benar-benar ada di sana—aku tidak bisa tidak berpikir demikian.

Jangan-jangan, ini semua adalah jebakan dari Tycoon Margrave?

"Apa yang dilakukan orang-orang dari 'Thunderbird’s Nest'? Kenapa tidak ada informasi yang berguna sedikit pun?"

"Mengenai hal itu, sepertinya telah terjadi insiden besar di markas pusat mereka sehingga komunikasi terputus—namun, ada informasi yang masuk bahwa Golnova, mantan anggota 'Dragon Fang of Flame', terlibat dalam insiden tersebut."

"'Dragon Fang of Flame', katamu—jangan-jangan—"

"Dragon Fang of Flame" bukankah kelompok tempat Kuruto bernaung dulu?

"Tunggu, seingatku pencapaian terbaru dari 'Dragon Fang of Flame' adalah..."

"Pembasmian Fenrir. Serigala iblis yang bersarang di dekat jalan raya bagian utara wilayah Tycoon Margrave—berkat pembasmian itu, perdagangan antara Uni Kota Kepulauan Koskiet dan Kerajaan Homuros menjadi lancar kembali."

"Ah, benar juga."

Itulah alasannya aku mengetahui nama "Dragon Fang of Flame" meski mereka adalah kelompok petualang dari negara lain.

Namun, jika situasi berkembang sampai sejauh ini, muncul sudut pandang lain.

Artinya, Tycoon Margrave menggunakan "Dragon Fang of Flame" untuk menyingkirkan Fenrir yang nantinya akan menghalangi pergerakan pasukannya.

Dan kemudian, mereka menjatuhkan "Thunderbird’s Nest", organisasi pengumpul informasi terkemuka di Uni Kota Kepulauan Koskiet.

Secara publik, "Thunderbird’s Nest" adalah organisasi kriminal yang tidak ada hubungannya dengan negara—apa pun yang terjadi pada mereka, tidak ada yang bisa melayangkan protes.

Mungkin ini semua hanya prasangka burukku. Namun—

"Mungkin aku harus menghubungi Penguasa Pulau dan berdiskusi dengannya sekali saja."

Setelah bawahanku pergi, aku bergumam sendiri.

Tepat pada saat itu. Bawahanku yang seharusnya sudah pergi, kembali lagi dengan tergesa-gesa.

"Tuan Bonball, gawat! Ada laporan bahwa Orc Lord telah muncul! Terlebih lagi, kabarnya Kuruto-sama dan Liese-sama berada di gunung tempat Orc Lord itu berada!"

"Apa!? Apa itu pasti!?"

"Benar, yang membawa kabar ini adalah Mail. Rasanya sudah tidak salah lagi."

"Begitu ya... Apa yang dilakukan Mail?"

"Kabarnya dia sedang menuju Guild Petualang untuk meminta bantuan darurat."

"Begitu—"

Namun, dari sekian banyak monster, kenapa harus Orc Lord!?

Berbicara tentang Orc Lord, dia adalah monster kuat yang memimpin para Orc.

Secara kekuatan individu memang tidak bisa mengalahkan Fenrir, namun pasukan Orc yang dipimpin oleh Orc Lord mungkin bisa melampaui Fenrir.

Aku tidak menyangka monster seperti itu bersarang di dekat bengkel kerjaku.

Harus kukatakan bahwa Mail sangat beruntung bisa meloloskan diri.

Kemungkinan besar, Kuruto dan Liese membawa Mail sebagai umpan. Namun jika Mail yang menjadi umpan saja selamat, peluang kedua orang itu untuk hidup sangatlah tipis.

Meski begitu, aku tetap harus menyiapkan pasukan penyelamat... tapi untuk mengalahkan Orc Lord, entah berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk persiapannya.

Sudah pasti orang-orang di pulau ini saja tidak akan sanggup menghabisinya.

Mungkinkah Orc Lord itu juga sebuah jebakan untuk mengikis kekuatan militer pulau ini?

Apakah Tycoon Margrave, tidak, apakah Kerajaan Homuros berencana melancarkan perang invasi terhadap negara ini?

Aku tidak bisa tidak berpikir demikian.

Tapi, ada masalah pemberian informasi teknologi perkapalan tadi.

Sampai kapal itu benar-benar bisa diimplementasikan di negara kami, paling tidak dibutuhkan waktu tiga tahun.

Jika seandainya kapal perang milik Kerajaan Homuros sudah dilengkapi dengan Magic Engine serupa, kapal perang Kepulauan Koskiet tidak akan punya peluang menang.

Mungkinkah Tycoon Margrave dan Kerajaan Homuros sengaja menyampaikan hal itu kepadaku sebagai bentuk ajakan untuk berkhianat?

Namun, selagi aku sibuk memutar otak, situasi kembali bergerak.

Tiga jam kemudian.

"Tuan Atelier Meister Bonball, apakah Anda datang untuk menjemput kami? Terima kasih banyak. Ah, kulit Orc Lord ini berguna untuk membuat layar kapal, jadi silakan dipakai."

Kuruto datang sambil memanggul Orc Lord dengan santainya, seolah-olah dia baru saja selesai memetik tanaman obat di gunung.

Hanya seorang diri.

"Tuan Knight, sayang sekali kalau diberikan cuma-cuma, kan? Orc Lord raksasa begini, kalau dijadikan spesimen bisa laku seharga seratus koin emas, lho."

"Aku sempat lupa, tapi ternyata Master Kuruto itu sangat kuat, ya."

Pengawal bernama Cicci dan Wakil Penguasa Liese juga tidak mengalami luka sedikit pun.

Dan kemudian, dua wanita yang tampak seperti petualang yang belum pernah kulihat sebelumnya, datang membawa gerobak berisi banyak sekali Orc.

Mungkinkah, mungkinkah mereka hanya berlima telah menghabisi seluruh kelompok Orc Lord itu sendirian?

Apa sebenarnya, apa sebenarnya yang mereka inginkan dariku?

Tidak, apa yang harus kulakukan?

Aku benar-benar, benar-benar tidak tahu.

◆◇◆

Aku, Golnova-sama, bersama Elena—Golem misterius yang kutemui di reruntuhan—saat ini sedang berada di Pulau Gmaia, bagian barat Uni Kota Kepulauan Koskiet.

Di antara seluruh Uni Kota Kepulauan Koskiet, tingkat kriminalitas di pulau ini adalah yang paling parah.

Kasus pembunuhan yang tercatat saja mencapai delapan ratus kejadian per tahun. Untuk kasus pencurian dan penganiayaan, jumlahnya tak terhitung.

Terutama organisasi kriminal "Thunderbird’s Nest" yang memiliki kekuasaan melebihi Penguasa Pulau, sehingga mereka dijuluki sebagai penguasa bayangan.

Di dalam pulau tidak ada organisasi kepolisian, sehingga keamanan dijaga oleh kelompok jaga warga yang direkrut dari penduduk.

Namun tentu saja organisasi semacam itu tidak mungkin bisa menandingi "Thunderbird’s Nest".

Di dalam markas "Thunderbird’s Nest"—kediaman terbesar di pulau itu—suasananya kini telah berubah menjadi neraka jahanam yang penuh jerit tangis.

"Kamu pikir tempat apa ini!? Tempat ini bukan untuk orang sepertimu—GYAAAAA!"

"K-kami adalah 'Thunderbird'—yang bahkan bisa membuat anak kecil berhenti menangi—GYAAAAAA!"

"Siapa yang menyewamu!? Aku tidak tahu berapa kamu dibayar, tapi akan kubayar dua kali lipat—GYAAAAA!"

"Sepertinya kroco-kroco ini tidak bisa menahanmu, ya. Di sinilah salah satu dari Empat Raja Langit akan—GUGYAAAAAA!"

"Hou, kamu berhasil mengalahkan Byako? Tapi dia adalah yang terlemah di antara Empat Raja Langit. Di sini—AHIYAAAAAA!"

"Benar-benar memalukan. Hanya menghadapi dua penyusup saja sampai—BAFAAAAA!"

"Akhirnya giliranku tiba. Tapi jangan samakan aku dengan Empat Raja Langit lainnya—AMBARABAAAAA!"

Setelah mengalahkan orang-orang yang menyebut diri mereka Empat Raja Langit—yang semuanya pingsan sebelum sempat menyebutkan nama lengkap—kami akhirnya sampai di ruangan pemimpin "Thunderbird’s Nest".

"Hou, tak kusangka kalian hanya berdua bisa sampai sejauh ini."

Yang menyambut kami adalah sang pemimpin bernama Tirone.

Awalnya dia adalah selingkuhan dari pemimpin "Thunderbird’s Nest" sebelumnya, namun dia memanfaatkan posisi itu untuk menguasai para eksekutif. Dikatakan bahwa dia membunuh pemimpin sebelumnya dan merebut posisinya yang sekarang.

"Begitu ya, aku memang sudah mendengar rumornya, tapi kamu memang wanita yang seksi. Yah, meski masih kalah dari wanita-wanita yang pernah kutiduri."

Melihat wanita yang mengenakan pakaian yang nyaris telanjang itu, aku tertawa.

Meski dia berpakaian seperti itu, aku tahu dia menyembunyikan banyak senjata—wanita yang mengerikan.

"Bolehkah aku menanyakan nama dua orang pemberani ini?"

"Namaku adalah Golnova."

"Golnova? Pemimpin 'Dragon Fang of Flame', ya. Senjata andalanmu adalah pedang. Kudengar peringkat individumu sebagai petualang adalah Rank A, tapi apa kamu menyembunyikan kekuatanmu? Paling tidak, dua dari Empat Raja Langit tadi memiliki kekuatan yang setara dengan petualang Rank S."

"Kamu cukup tahu banyak, ya."

Yah, tidak aneh jika dia tahu sejauh itu.

Bagaimanapun, "Thunderbird’s Nest" mengumpulkan berbagai informasi dari dunia luar maupun dalam, dan kemampuan pengumpulan informasi mereka setara dengan Phantom dari Kerajaan Homuros.

Karena itulah aku bersusah payah datang ke tempat seperti ini agar bisa menggunakan mereka untuk mencari informasi tentang Kur—Kuruto.

Informasi tentang petualang kelas pahlawan sepertiku pasti sudah ada di tangan mereka.

"Yah, sudahlah. Kamu adalah buronan yang menebas penjaga di Kerajaan Homuros, kan? Apa motifmu menunjukkan kekuatan ini agar aku mengangkatmu menjadi eksekutif? Jika iya, aku menyambutmu dengan senang hati. Kami selalu membutuhkan orang kuat."

"Kamu menyuruhku menjadi Empat Raja Langit yang baru? Maaf saja, aku tidak tertarik pada hal semacam itu. Yang menarik bagiku hanyalah kursi yang kamu duduki itu."

Begitu aku berkata demikian, sorot mata Tirone berubah.

Wajar saja. Perkataanku barusan berarti aku berniat mengambil alih organisasi ini.

"Begitu ya—kalau begitu, mau bertaruh?"

"Bertaruh?"

"Pertarungan antara pria dan wanita sudah pasti ujung-ujungnya apa, kan?"

Tirone berkata begitu sembari melepas sehelai kain tipis yang menutupi bagian intimnya, lalu menunjukkan tubuh telanjangnya kepadaku.

Jadi, maksudnya ke arah sana, ya.

"Pertaruhan itu, sebagai pria aku tidak mungkin menolaknya, tapi kamu berniat membunuhku dengan senjata rahasia yang kamu sembunyikan itu, kan?"

"Ara, aku tidak berniat begitu, lho. Sudah kubilang, kan? Kami selalu membutuhkan orang kuat. Meski tidak membunuhmu, menjadikanku budakku dari lubuk hati terdalam adalah hal yang mudah. Sama seperti Empat Raja Langit lainnya."

"Han, dasar jalang. Tapi kamu salah besar. Bukan aku yang mengalahkan Empat Raja Langit, dan bukan aku yang menginginkan kursimu."

"Yang menginginkan posisi Anda adalah saya."

Elena, si robot yang mengaku sebagai purwarupa Golem yang berada di sampingku, melangkah maju.

"……Maid ini? Jangan bercanda. Maaf saja, tapi organisasi ini tidak butuh wanita selain aku."

Tirone berkata begitu sembari melepas tusuk rambutnya dan melemparkannya ke arah Elena.

Ternyata tusuk rambut itu adalah senjata rahasia. Benda itu mengenai bola mata Elena, tapi—

"Peluang jarum besi untuk melukai bola mata kristal yang diperkuat adalah nol persen."

"—Bohong—kenapa?"

"Menyerahlah. Jika tidak, saya akan menyiksamu dengan 'Tujuh Peralatan' yang diberikan oleh paman dari dunia bawah."

Elena mengeluarkan peralatan dari balik baju maid-nya.

Tali tambang, kuas, bulu burung, lilin, cambuk, borgol, dan penutup mata.

Repertoar macam apa itu?

Pikirku—tapi yah, bagiku aku bisa melihat hukuman yang cukup menarik.

Selama tiga puluh menit, suara tawa, jeritan, dan pekikan kegembiraan Tirone bergema di dalam ruangan, dan kemudian—

““““Kami dari 'Thunderbird’s Nest' adalah pelayan Elena-sama. Silakan gunakan kami sesuka hati Anda.””””

Kami berhasil menguasai "Thunderbird’s Nest" yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun.

Apalagi dengan cara yang damai, di mana semua orang bersumpah setia kepada Elena dari lubuk hati mereka.

Sepertinya semua orang di organisasi ini adalah orang mesum.

"Bukan Elena-sama. Nama sebutan saya adalah Elena-tan."

"Hei, panggil Elena-sama saja sudah cukup, kan."

Aku berkata begitu sembari menatap rendah orang-orang "Thunderbird’s Nest" yang berlutut.

"Daripada itu, ada sesuatu yang ingin kusuruh kalian selidiki. Kuruto Rockhans—selidiki informasi sebanyak mungkin tentang pria ini."

Mungkin karena suaraku tidak terdengar, tidak ada yang merespons.

"Cepat lakukan!"

Meski aku memerintah begitu—

““““…………””””

Tetap saja tidak ada reaksi. Aku melirik Elena, dan dia mengangguk pelan.

"Selidikilah."

““““Baik! Jika demi Elena-sama!””””

Begitu Elena yang memberi perintah, mata mereka semua langsung berbinar-binar. Sialan.

"Elena-sama, mengenai orang bernama Kuruto Rockhans, kami sudah mengumpulkan informasinya sebagai target pengumpulan informasi utama."

Tirone menyerahkan sebuah dokumen.

Begitu ya, meskipun Kur hanyalah kroco, dia tetap salah satu anggota "Dragon Fang of Flame". Wajar jika ada informasi tentangnya.

Aku merampas dokumen dari Tirone dan memeriksanya.

"—Garurururu!"

Tirone mengeluarkan geraman seperti anjing liar. Sepertinya kepribadiannya sudah sangat menyimpang akibat siksaan Elena.

"Tenang, tenang. Golnova hanya bersemangat karena menemukan informasi tentang Kuruto yang dicintainya."

Elena menenangkan Tirone. Sementara itu, aku membaca dokumennya.

"Knight Kuruto Rockhans!?"

Bocah itu, dia sudah jadi bangsawan!?

Bahkan dia menjadi perwakilan Atelier Meister?

Bajingan itu, di saat aku sedang bersusah payah begini, dia malah hidup enak dan bergelimang harta. Tak dimaafkan.

Tapi si bodoh tukang serabutan itu, untungnya dia juga ada di negara ini.

Aku harus segera menemuinya, mengembalikan Maid Golem cacat ini, lalu memberinya pelajaran yang setimpal.

Tidak, tapi jika Kur sudah jadi Knight, aku juga harus mengamankan posisi yang setara.

"Aku juga ingin mendapatkan gelar bangsawan."

Lalu aku juga harus memikirkan cara untuk menghapus catatan kriminalku.

"Perbedaan status sosial memang akan menjadi penghalang dalam pernikahan, ya."

Kesalahpahaman Elena juga sudah keterlaluan.

Ngomong-ngomong, turnamen bela diri di Pulau Paos; kudengar pemenangnya akan mendapatkan pengampunan dari negara, menghapus semua dosa kecil, dan bahkan bisa dianugerahi gelar bangsawan.

Pertandingan itu dilakukan dalam pasangan pria dan wanita.

Aku melirik Elena yang ada di sampingku.

Kekuatan yang tidak manusiawi ini, sepertinya tidak ada manusia yang bisa menang melawannya. Bahkan aku yang berada di puncak umat manusia pun tidak berkutik.

Artinya, jika aku berpasangan dengannya, kemenangan kami sudah pasti.

Dengan status bangsawan di negara ini dan jaringan informasi "Thunderbird’s Nest", aku akan menjadi tak terkalahkan.

Aku akan datang, Pulau Paos!




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close