Interlude 1
Kesalahan
Perhitungan Bonball
Aku—Bonball, tengah tersenyum penuh kemenangan di dalam
ruang kerjaku.
Sungguh situasi yang sangat menguntungkan. Aku sama
sekali tidak menyangka bisa menjalin hubungan dengan Tycoon Margrave di saat
seperti ini.
Berbicara tentang Tycoon Margrave, kudengar
belakangan ini dia menyuruh Atelier Meister asuhannya untuk melakukan
penelitian yang mirip denganku, seperti membuat alat yang secara otomatis
memompa air panas dari sumber mata air.
Dan Magic Engine yang sedang kubuat ini, bukan
hanya bisa menggerakkan kapal tanpa layar, tapi juga bisa menjadi sumber tenaga
untuk menggerakkan berbagai macam hal.
Kereta kuda yang tidak butuh kuda, sumur yang memompa
air secara otomatis, dan sebagainya; kegunaannya tak terbatas.
Sudah tidak salah lagi, Tycoon Margrave pasti sedang
melakukan penelitian di bidang yang sama denganku.
Jika begitu, masuk akal kenapa dia tiba-tiba mengirim
orang yang mengaku sebagai perwakilan Atelier Meister asuhannya
kepadaku. Dia pasti ingin memata-matai bengkel kerjaku.
Saat ini, aku sedang mencari investor baru. Sejak perang
di negara ini berakhir dan terjadi tren pengurangan kekuatan militer, jumlah
investasi dari negara pun menurun.
Bocah bernama Kuruto itu, kudengar sampai tadi dia sedang
melihat hasil penelitian di laboratorium kebanggaanku.
Begitu melihat kehebatan Magic Engine itu, Tycoon
Margrave pasti akan menawarkan investasi kepadaku.
Tepat saat aku sedang berpikir demikian.
"Tuan Bonball, apakah Anda punya waktu luang?"
"Sieprad, ya? Jarang sekali kamu datang ke sini.
Masuklah."
Begitu aku mengizinkannya, sang kepala institut masuk
membawa setumpuk dokumen.
Pria yang hanya peduli pada penelitian dan sama sekali
tidak punya ambisi untuk naik jabatan ini, jika dibiarkan, akan mengurung diri
di laboratorium sepanjang tahun. Kenapa
pria seperti dia repot-repot datang?
"Saya
datang untuk melaporkan hasil dari Magic Engine."
"Hasil?
Bertele-tele sekali bicaramu. Maksudmu efisiensi energinya naik, kan? Jadi
sampai berapa? Delapan persen? Sembilan persen?"
"Seratus
dua puluh persen."
"Begitu
ya. Bagus, kalau begitu termasuk hasil-hasil sebelumnya, akan kuberikan
bonus—hah? Kamu bilang apa tadi?"
"Kami
telah menemukan cara untuk menggerakkan mesin dengan efisiensi energi seratus
dua puluh persen. Ini cetak birunya."
"A...
pa... ka... tau...?"
Angka seperti itu, secara teori pun mustahil. Itu bukan
lagi khayalan, tapi sudah masuk ranah delusi.
Aku merampas dokumen dari tangan Sieprad dan
membacanya dengan teliti.
Penyusunan sistem Magic Engine yang baru,
pemilihan material, semuanya adalah metode yang revolusioner.
Melihat ini, jangankan target tiga puluh persen, ada
kemungkinan efisiensi energinya bisa mencapai delapan puluh persen.
Terlebih lagi pada lembar kedua, dokumen ini
menjelaskan mekanisme tentang bagaimana mengambil energi dari kristal sihir
dengan cara yang paling efisien.
Dengan mekanisme ini, peningkatan efek sebesar lima
puluh persen lagi bisa diharapkan.
Jika digabungkan, efisiensinya akan menjadi seratus
dua puluh persen, begitu ya.
"Dari mana sebenarnya kamu mendapatkan ini?"
"Semuanya adalah ide yang dicetuskan oleh Tuan Knight."
"Knight... pemuda itu...?"
Jangan-jangan, selama ini aku sudah salah sangka.
Tadinya kupikir Tycoon Margrave-lah yang membutuhkan
kekuatanku.
Karena itulah, aku mencoba menjamu pemuda itu sebaik
mungkin agar dia merasa berutang budi padaku.
Namun kenyataannya, malah aku yang berakhir menerima budi
darinya.
Kenapa Tycoon Margrave mengirim pemuda seperti itu
kepadaku?
Setelah sang kepala institut keluar, aku segera memberi
perintah pada bawahanku.
"Masalah ini mendesak. Gunakan 'Thunderbird’s Nest'
untuk menyelidiki tentang pemuda itu."
Tiga hari kemudian.
Hampir tidak ada informasi yang terkumpul mengenai Kuruto.
"Sialan, masih belum terkumpul juga!? Informasi tentang Kuruto!"
"Mohon maaf, Tuan Bonball. Informasi di
permukaan—seperti dia dulunya adalah tukang serabutan di 'Dragon Fang of Flame'
atau dia adalah bawahan Tycoon Margrave—sudah kami ketahui, tapi lebih dari
itu, tidak ada apa-apa."
Mendengar laporan bawahan itu, aku merasa sangat
jengkel.
Bukan hanya tentang pemuda bernama Kuruto, informasi
mengenai Liese sang wakil penguasa wilayah pun tidak ada.
Aku memang sempat meremehkan mereka karena mereka
hanya 'perwakilan' Atelier Meister dan 'wakil' penguasa, sehingga aku
lalai mengumpulkan informasi sejak awal.
Namun, saat benar-benar dibutuhkan, kenapa informasinya
sesedikit ini?
Apalagi, masalahnya bukan hanya itu. Aku sudah
mengumpulkan informasi tentang pria bernama Rikuto yang menjabat sebagai Atelier
Meister sekaligus Penguasa Wilayah Valha, tapi ketika diperiksa kembali
dengan saksama, muncul banyak poin mencurigakan.
Ketika aku meminta daftar anggota dari bengkel tempat dia
menempuh pendidikan dulu, namanya memang ada di sana.
Namun, saat aku melihat daftar versi lama yang
diterbitkan beberapa tahun sebelumnya, nama Rikuto tidak tercantum di mana pun.
Bahkan mengenai tempat tinggalnya dulu, hubungan
pertemanan, hingga keluarganya; semakin diselidiki, semakin banyak kejanggalan
yang muncul.
Seolah-olah, ada sebuah organisasi raksasa yang
memalsukan masa lalu seseorang agar terlihat seolah-olah dia benar-benar ada di
sana—aku tidak bisa tidak berpikir demikian.
Jangan-jangan, ini semua adalah jebakan dari Tycoon
Margrave?
"Apa yang dilakukan orang-orang dari 'Thunderbird’s
Nest'? Kenapa tidak ada informasi yang berguna sedikit pun?"
"Mengenai hal itu, sepertinya telah terjadi insiden
besar di markas pusat mereka sehingga komunikasi terputus—namun, ada informasi
yang masuk bahwa Golnova, mantan anggota 'Dragon Fang of Flame', terlibat dalam
insiden tersebut."
"'Dragon Fang of Flame',
katamu—jangan-jangan—"
"Dragon Fang of Flame" bukankah kelompok
tempat Kuruto bernaung dulu?
"Tunggu, seingatku pencapaian terbaru dari
'Dragon Fang of Flame' adalah..."
"Pembasmian Fenrir. Serigala iblis yang
bersarang di dekat jalan raya bagian utara wilayah Tycoon Margrave—berkat
pembasmian itu, perdagangan antara Uni Kota Kepulauan Koskiet dan Kerajaan Homuros
menjadi lancar kembali."
"Ah, benar juga."
Itulah alasannya aku mengetahui nama "Dragon
Fang of Flame" meski mereka adalah kelompok petualang dari negara lain.
Namun, jika situasi berkembang sampai sejauh ini,
muncul sudut pandang lain.
Artinya, Tycoon Margrave menggunakan "Dragon
Fang of Flame" untuk menyingkirkan Fenrir yang nantinya akan menghalangi
pergerakan pasukannya.
Dan kemudian, mereka menjatuhkan "Thunderbird’s
Nest", organisasi pengumpul informasi terkemuka di Uni Kota Kepulauan
Koskiet.
Secara publik, "Thunderbird’s Nest" adalah
organisasi kriminal yang tidak ada hubungannya dengan negara—apa pun yang
terjadi pada mereka, tidak ada yang bisa melayangkan protes.
Mungkin ini semua hanya prasangka burukku. Namun—
"Mungkin aku harus menghubungi Penguasa Pulau dan
berdiskusi dengannya sekali saja."
Setelah bawahanku pergi, aku bergumam sendiri.
Tepat pada saat itu. Bawahanku yang seharusnya sudah
pergi, kembali lagi dengan tergesa-gesa.
"Tuan
Bonball, gawat! Ada laporan bahwa Orc Lord telah muncul! Terlebih lagi,
kabarnya Kuruto-sama dan Liese-sama berada di gunung tempat Orc Lord itu
berada!"
"Apa!?
Apa itu pasti!?"
"Benar,
yang membawa kabar ini adalah Mail. Rasanya sudah tidak salah lagi."
"Begitu
ya... Apa yang dilakukan Mail?"
"Kabarnya
dia sedang menuju Guild Petualang untuk meminta bantuan darurat."
"Begitu—"
Namun,
dari sekian banyak monster, kenapa harus Orc Lord!?
Berbicara
tentang Orc Lord, dia adalah monster kuat yang memimpin para Orc.
Secara
kekuatan individu memang tidak bisa mengalahkan Fenrir, namun pasukan Orc yang
dipimpin oleh Orc Lord mungkin bisa melampaui Fenrir.
Aku tidak menyangka monster seperti itu bersarang di
dekat bengkel kerjaku.
Harus kukatakan bahwa Mail sangat beruntung bisa
meloloskan diri.
Kemungkinan besar, Kuruto dan Liese membawa Mail sebagai
umpan. Namun jika Mail yang menjadi umpan saja selamat, peluang kedua orang itu
untuk hidup sangatlah tipis.
Meski begitu, aku tetap harus menyiapkan pasukan
penyelamat... tapi untuk mengalahkan Orc Lord, entah berapa banyak waktu yang
dibutuhkan untuk persiapannya.
Sudah pasti orang-orang di pulau ini saja tidak akan
sanggup menghabisinya.
Mungkinkah Orc Lord itu juga sebuah jebakan untuk
mengikis kekuatan militer pulau ini?
Apakah Tycoon Margrave, tidak, apakah Kerajaan Homuros
berencana melancarkan perang invasi terhadap negara ini?
Aku tidak bisa tidak berpikir demikian.
Tapi, ada masalah pemberian informasi teknologi
perkapalan tadi.
Sampai kapal itu benar-benar bisa diimplementasikan
di negara kami, paling tidak dibutuhkan waktu tiga tahun.
Jika seandainya kapal perang milik Kerajaan Homuros
sudah dilengkapi dengan Magic Engine serupa, kapal perang Kepulauan
Koskiet tidak akan punya peluang menang.
Mungkinkah Tycoon Margrave dan Kerajaan Homuros
sengaja menyampaikan hal itu kepadaku sebagai bentuk ajakan untuk berkhianat?
Namun, selagi aku sibuk memutar otak, situasi kembali
bergerak.
Tiga jam kemudian.
"Tuan Atelier Meister Bonball, apakah
Anda datang untuk menjemput kami? Terima kasih banyak. Ah, kulit Orc Lord ini
berguna untuk membuat layar kapal, jadi silakan dipakai."
Kuruto datang sambil memanggul Orc Lord dengan
santainya, seolah-olah dia baru saja selesai memetik tanaman obat di gunung.
Hanya seorang diri.
"Tuan Knight, sayang sekali kalau
diberikan cuma-cuma, kan? Orc Lord raksasa begini, kalau
dijadikan spesimen bisa laku seharga seratus koin emas, lho."
"Aku sempat lupa, tapi ternyata Master Kuruto itu
sangat kuat, ya."
Pengawal bernama Cicci dan Wakil Penguasa Liese juga
tidak mengalami luka sedikit pun.
Dan kemudian, dua wanita yang tampak seperti petualang
yang belum pernah kulihat sebelumnya, datang membawa gerobak berisi banyak
sekali Orc.
Mungkinkah, mungkinkah mereka hanya berlima telah
menghabisi seluruh kelompok Orc Lord itu sendirian?
Apa sebenarnya, apa sebenarnya yang mereka inginkan
dariku?
Tidak, apa yang harus kulakukan?
Aku benar-benar, benar-benar tidak tahu.
◆◇◆
Aku, Golnova-sama, bersama Elena—Golem misterius yang
kutemui di reruntuhan—saat ini sedang berada di Pulau Gmaia, bagian barat Uni
Kota Kepulauan Koskiet.
Di antara seluruh Uni Kota Kepulauan Koskiet, tingkat
kriminalitas di pulau ini adalah yang paling parah.
Kasus pembunuhan yang tercatat saja mencapai delapan
ratus kejadian per tahun. Untuk kasus pencurian dan penganiayaan, jumlahnya tak
terhitung.
Terutama organisasi kriminal "Thunderbird’s
Nest" yang memiliki kekuasaan melebihi Penguasa Pulau, sehingga mereka
dijuluki sebagai penguasa bayangan.
Di dalam pulau tidak ada organisasi kepolisian, sehingga
keamanan dijaga oleh kelompok jaga warga yang direkrut dari penduduk.
Namun tentu saja organisasi semacam itu tidak mungkin
bisa menandingi "Thunderbird’s Nest".
Di dalam markas "Thunderbird’s Nest"—kediaman
terbesar di pulau itu—suasananya kini telah berubah menjadi neraka jahanam yang
penuh jerit tangis.
"Kamu pikir tempat apa ini!? Tempat ini bukan untuk orang sepertimu—GYAAAAA!"
"K-kami adalah 'Thunderbird'—yang bahkan bisa
membuat anak kecil berhenti menangi—GYAAAAAA!"
"Siapa yang menyewamu!? Aku tidak tahu berapa
kamu dibayar, tapi akan kubayar dua kali lipat—GYAAAAA!"
"Sepertinya kroco-kroco ini tidak bisa
menahanmu, ya. Di sinilah salah satu dari Empat Raja Langit
akan—GUGYAAAAAA!"
"Hou, kamu berhasil mengalahkan Byako? Tapi
dia adalah yang terlemah di antara Empat Raja Langit. Di sini—AHIYAAAAAA!"
"Benar-benar memalukan. Hanya menghadapi dua
penyusup saja sampai—BAFAAAAA!"
"Akhirnya giliranku tiba. Tapi jangan samakan aku
dengan Empat Raja Langit lainnya—AMBARABAAAAA!"
Setelah mengalahkan orang-orang yang menyebut diri mereka
Empat Raja Langit—yang semuanya pingsan sebelum sempat menyebutkan nama
lengkap—kami akhirnya sampai di ruangan pemimpin "Thunderbird’s
Nest".
"Hou, tak kusangka kalian hanya berdua bisa sampai
sejauh ini."
Yang menyambut kami adalah sang pemimpin bernama Tirone.
Awalnya dia adalah selingkuhan dari pemimpin
"Thunderbird’s Nest" sebelumnya, namun dia memanfaatkan posisi itu
untuk menguasai para eksekutif. Dikatakan bahwa dia membunuh pemimpin
sebelumnya dan merebut posisinya yang sekarang.
"Begitu ya, aku memang sudah mendengar rumornya,
tapi kamu memang wanita yang seksi. Yah, meski masih kalah dari wanita-wanita
yang pernah kutiduri."
Melihat wanita yang mengenakan pakaian yang nyaris
telanjang itu, aku tertawa.
Meski dia berpakaian seperti itu, aku tahu dia
menyembunyikan banyak senjata—wanita yang mengerikan.
"Bolehkah aku menanyakan nama dua orang pemberani
ini?"
"Namaku adalah Golnova."
"Golnova? Pemimpin 'Dragon Fang of Flame', ya.
Senjata andalanmu adalah pedang. Kudengar peringkat individumu sebagai
petualang adalah Rank A, tapi apa kamu menyembunyikan kekuatanmu? Paling
tidak, dua dari Empat Raja Langit tadi memiliki kekuatan yang setara dengan
petualang Rank S."
"Kamu cukup tahu banyak, ya."
Yah, tidak aneh jika dia tahu sejauh itu.
Bagaimanapun, "Thunderbird’s Nest" mengumpulkan
berbagai informasi dari dunia luar maupun dalam, dan kemampuan pengumpulan
informasi mereka setara dengan Phantom dari Kerajaan Homuros.
Karena itulah aku bersusah payah datang ke tempat seperti
ini agar bisa menggunakan mereka untuk mencari informasi tentang Kur—Kuruto.
Informasi tentang petualang kelas pahlawan sepertiku
pasti sudah ada di tangan mereka.
"Yah, sudahlah. Kamu adalah buronan yang menebas
penjaga di Kerajaan Homuros, kan? Apa motifmu menunjukkan kekuatan ini agar aku
mengangkatmu menjadi eksekutif? Jika iya, aku menyambutmu dengan senang hati.
Kami selalu membutuhkan orang kuat."
"Kamu menyuruhku menjadi Empat Raja Langit yang
baru? Maaf saja, aku tidak tertarik pada hal semacam itu. Yang menarik bagiku
hanyalah kursi yang kamu duduki itu."
Begitu aku berkata demikian, sorot mata Tirone berubah.
Wajar saja. Perkataanku barusan berarti aku berniat
mengambil alih organisasi ini.
"Begitu ya—kalau begitu, mau bertaruh?"
"Bertaruh?"
"Pertarungan antara pria dan wanita sudah pasti
ujung-ujungnya apa, kan?"
Tirone berkata begitu sembari melepas sehelai kain tipis
yang menutupi bagian intimnya, lalu menunjukkan tubuh telanjangnya kepadaku.
Jadi, maksudnya ke arah sana, ya.
"Pertaruhan itu, sebagai pria aku tidak mungkin
menolaknya, tapi kamu berniat membunuhku dengan senjata rahasia yang kamu
sembunyikan itu, kan?"
"Ara, aku tidak berniat begitu, lho. Sudah
kubilang, kan? Kami selalu membutuhkan orang kuat. Meski tidak membunuhmu,
menjadikanku budakku dari lubuk hati terdalam adalah hal yang mudah. Sama
seperti Empat Raja Langit lainnya."
"Han, dasar jalang. Tapi kamu salah besar. Bukan aku
yang mengalahkan Empat Raja Langit, dan bukan aku yang menginginkan
kursimu."
"Yang menginginkan posisi Anda adalah saya."
Elena, si robot yang mengaku sebagai purwarupa Golem yang
berada di sampingku, melangkah maju.
"……Maid ini? Jangan bercanda. Maaf saja, tapi
organisasi ini tidak butuh wanita selain aku."
Tirone berkata begitu sembari melepas tusuk rambutnya dan
melemparkannya ke arah Elena.
Ternyata tusuk rambut itu adalah senjata rahasia. Benda
itu mengenai bola mata Elena, tapi—
"Peluang jarum besi untuk melukai bola mata kristal
yang diperkuat adalah nol persen."
"—Bohong—kenapa?"
"Menyerahlah. Jika tidak, saya akan menyiksamu
dengan 'Tujuh Peralatan' yang diberikan oleh paman dari dunia bawah."
Elena mengeluarkan peralatan dari balik baju maid-nya.
Tali tambang, kuas, bulu burung, lilin, cambuk, borgol,
dan penutup mata.
Repertoar macam apa itu?
Pikirku—tapi yah, bagiku aku bisa melihat hukuman yang
cukup menarik.
Selama tiga puluh menit, suara tawa, jeritan, dan pekikan
kegembiraan Tirone bergema di dalam ruangan, dan kemudian—
““““Kami dari 'Thunderbird’s Nest' adalah pelayan
Elena-sama. Silakan gunakan kami sesuka hati Anda.””””
Kami berhasil menguasai "Thunderbird’s Nest"
yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun.
Apalagi dengan cara yang damai, di mana semua orang
bersumpah setia kepada Elena dari lubuk hati mereka.
Sepertinya semua orang di organisasi ini adalah orang
mesum.
"Bukan Elena-sama. Nama sebutan saya adalah
Elena-tan."
"Hei, panggil Elena-sama saja sudah cukup,
kan."
Aku berkata begitu sembari menatap rendah orang-orang
"Thunderbird’s Nest" yang berlutut.
"Daripada itu, ada sesuatu yang ingin kusuruh kalian
selidiki. Kuruto Rockhans—selidiki informasi sebanyak mungkin
tentang pria ini."
Mungkin karena suaraku tidak terdengar, tidak ada
yang merespons.
"Cepat lakukan!"
Meski aku memerintah begitu—
““““…………””””
Tetap saja tidak ada reaksi. Aku melirik Elena, dan
dia mengangguk pelan.
"Selidikilah."
““““Baik! Jika demi Elena-sama!””””
Begitu Elena yang memberi perintah, mata mereka semua
langsung berbinar-binar. Sialan.
"Elena-sama, mengenai orang bernama Kuruto
Rockhans, kami sudah mengumpulkan informasinya sebagai target pengumpulan
informasi utama."
Tirone menyerahkan sebuah dokumen.
Begitu ya, meskipun Kur hanyalah kroco, dia tetap
salah satu anggota "Dragon Fang of Flame". Wajar jika ada informasi
tentangnya.
Aku merampas dokumen dari Tirone dan memeriksanya.
"—Garurururu!"
Tirone mengeluarkan geraman seperti anjing liar. Sepertinya
kepribadiannya sudah sangat menyimpang akibat siksaan Elena.
"Tenang, tenang. Golnova hanya bersemangat karena
menemukan informasi tentang Kuruto yang dicintainya."
Elena menenangkan Tirone. Sementara itu, aku membaca
dokumennya.
"Knight Kuruto Rockhans!?"
Bocah
itu, dia sudah jadi bangsawan!?
Bahkan
dia menjadi perwakilan Atelier Meister?
Bajingan
itu, di saat aku sedang bersusah payah begini, dia malah hidup enak dan
bergelimang harta. Tak dimaafkan.
Tapi si
bodoh tukang serabutan itu, untungnya dia juga ada di negara ini.
Aku
harus segera menemuinya, mengembalikan Maid Golem cacat ini, lalu memberinya
pelajaran yang setimpal.
Tidak,
tapi jika Kur sudah jadi Knight, aku juga harus mengamankan posisi yang
setara.
"Aku juga ingin mendapatkan gelar
bangsawan."
Lalu aku juga harus memikirkan cara untuk menghapus
catatan kriminalku.
"Perbedaan status sosial memang akan menjadi
penghalang dalam pernikahan, ya."
Kesalahpahaman Elena juga sudah keterlaluan.
Ngomong-ngomong, turnamen bela diri di Pulau Paos;
kudengar pemenangnya akan mendapatkan pengampunan dari negara, menghapus semua
dosa kecil, dan bahkan bisa dianugerahi gelar bangsawan.
Pertandingan itu dilakukan dalam pasangan pria dan
wanita.
Aku melirik Elena yang ada di sampingku.
Kekuatan yang tidak manusiawi ini, sepertinya tidak ada
manusia yang bisa menang melawannya. Bahkan aku yang berada di puncak umat
manusia pun tidak berkutik.
Artinya, jika aku berpasangan dengannya, kemenangan kami
sudah pasti.
Dengan status bangsawan di negara ini dan jaringan
informasi "Thunderbird’s Nest", aku akan menjadi tak terkalahkan.
Aku akan datang, Pulau Paos!



Post a Comment