Kata
Penutup
Halo, saya Yi Yi Ren Ren di sini. Terima kasih banyak
karena telah bersedia meminjamkan tangan Anda untuk membaca Volume kedua dari The
Champion's Upset ini.
Sejujurnya, saya tidak menyangka buku ini akan terbit dua
bulan berturut-turut. Rasanya jari-jari saya hampir mati karena terus-menerus
menulis.
Kali ini, berbagai karakter baru bermunculan dan membuat
ceritanya menjadi jauh lebih berwarna.
Khusus untuk para pembaca versi web, bukankah kalian
merasa sangat terkejut dengan kemunculan Mizuki Yumeno?
Di versi web, dia hanyalah sosok legendaris yang hanya
dibicarakan lewat rumor dan hampir tidak pernah muncul secara fisik.
Menurut saya pribadi, kemunculannya yang tiba-tiba di
jilid kedua tanpa ada aba-aba sama sekali menjadi sebuah kejutan yang besar.
Mengenai Yumeno, aku berencana untuk menampilkannya lagi
di masa depan. Yah, itu pun jika "jilid ketiga benar-benar terbit",
sih....
Karena sampul kali ini menjadikan Aoi sebagai visual
utamanya, maka bagian awal cerita berfokus pada upaya
"menyadarkan"—maksudku, membuat Aoi bertobat.
Aoi mungkin melakukan tindakan gegabah itu karena
memiliki masa lalu yang sangat pahit. Meski begitu, semuanya berhasil teratasi
berkat bantuan Shinsai.
Dia adalah pria yang mampu menghentikan seseorang sebelum
bertindak terlalu jauh, memaafkannya, bahkan memberikan dukungan moral
setelahnya. Hmm, rasanya agak sulit kalau dia masih dibilang
seorang introvert.
Setelah itu, dia juga harus berurusan dengan Tamaru.
Jilid kedua ini benar-benar menjadi rentetan bencana bagi Shinsai.
Ngomong-ngomong, apakah Tamaru juga memiliki masa
lalu yang rumit seperti Aoi?
Dalam sebuah cerita, masa lalu sang antagonis
biasanya sering digambarkan, tapi kali ini hal itu tidak ada sama sekali. Ya,
ada kemungkinan juga kalau penulisnya memang belum memikirkan apa-apa, sih.
Nah, untuk saat ini, Shinsai dan yang lainnya memang
sudah menyelesaikan masalah besar, tapi inti dari ceritanya baru akan dimulai
dari sini.
Babak Turnamen Prefektur akhirnya akan segera
dimulai, dan motif dari masing-masing karakter pun akan segera terungkap.
Tentu saja, itu pun jika jilid ketiga terbit. Jika sebuah
keajaiban terjadi dan buku itu benar-benar rilis.
Sekali lagi, terima kasih banyak karena telah membeli
karya ini.
Jika berkenan, silakan tuliskan kesan dan pesan kalian di
media sosial. Aku akan sangat senang hingga menari kegirangan membacanya.
Sebagai penutup, dengan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Anda yang telah membaca ini, aku ingin mengakhirinya
dengan satu kalimat berikut.
"Jadwal rilis jilid ketiga telah diputuskan!"



Post a Comment