NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Dekkai Gyaru ke Chicchai Gyaru ga Shitsuren Shita Ore no Shinkyo ni Iribitatte Iru Volume 1 Afetrword

Kata Penutup


Aku kembali, Hobby Japan / Sang returner telah muncul lagi / Pembukaan pakai rap, emangnya aku ini bidah / Cuma bisa lurus maju, macam lokomotif kereta? / Akhir-akhir ini nggak ada yang protes / Rasanya nggak ada gunanya, cuma bikin nyesek / MC Battle juga nggak mulai-mulai / Aku nungguin kalian sendirian / Bawa nama HJ, aku berdiri di sini / Ada pembaca tapi rasanya masih tak tergapai / Sedih rasanya saat tanganku tak sampai / Inilah titik awalku untuk yang kedua kali / Gimana lirik yang udah kurangkai selama ini / Kalian baca dari awal kan? Kalau gitu, syukurlah / Daripada format buku besar, elemen komposisinya / Lewat buku bunko kecil ini kuterus meneriakkan cinta!

  

Halo, nama saya Ita (dibaca: Kinu Ta). Tolong jangan pedulikan rap di awal tadi.


Saya debut sebagai penulis 4 tahun lalu di HJ Novels lewat novel berjudul “Meikyuu Shokudou”, dan ini adalah buku kedua saya yang diterbitkan bersama Hobby Japan setelah jeda 2 tahun 9 bulan. Dan kejutan! Karya kali ini adalah publikasi pertama dalam hidup saya yang berawal dari ‘proposal proyek’. Proposal proyek itu apa! Pokoknya sesuatu yang butuh usaha luar biasa.

 

Dulu kala, saat proses penerbitan “Meikyuu Shokudou” sedang berlangsung, ada masa di mana saya memiliki sedikit waktu luang. Editor penanggung jawab pernah berpesan, “Kalau ada keinginan menulis cerita baru, kasih tahu aku ya.” Saya pun menulis 3 buah novel panjang dan mengirimkannya kepadanya.

 

Sang editor yang membaca semuanya itu kemudian berkata, “Lain kali, tolong kirimkan ide ceritanya dulu sebelum kamu selesai nulis, ya.”

 

Benar sekali, ternyata mereka tidak pernah mengira akan ada orang yang tiba-tiba mengirimkan 3 draf novel baru yang sudah tamat! Di saat itulah saya baru tahu tentang yang namanya proposal proyek. Telat banget, ya. Tapi karena saya tidak paham sama sekali soal proposal atau plot cerita, entah setan apa yang merasuki, saya malah berpikir, “Pokoknya nulis dulu sampai selesai satu buku, baru setelah itu kujadikan plot.” Saya lakukan. Hasilnya gagal total.

 

Semenjak saat itu, hari-hariku diisi dengan merobek-robek dan membuang proposal tiada henti. Saya sangat berterima kasih kepada sang editor yang selalu meluangkan waktu untuk membaca berbagai proposal yang saya kirimkan nyaris setiap minggunya.

 

Di saat proposal saya ditolak entah untuk keberapa kalinya, setelah membaca jalan cerita dari sebuah game berjudul ‘Goddess of Victory: NIKKE’, saya dikuasai oleh jiwa otaku saya yang menjerit, “Kombinasi perempuan berdada besar berjiwa keibuan yang bisa diandalkan dan perempuan kecil dengan sifat buruk yang semua tindakannya selalu jadi bumerang, INI BAGUS BANGET~~~!!”. Dari sanalah saya mulai berpikir untuk menulis cerita romcom tentang dua tipe perempuan tersebut.

 

 

Dari sanalah lahir proposal berjudul “Gadis Gyaru Besar dan Kecil yang Bermanja Padaku”, dan novel ini pun bermula. Kalau saya lihat riwayat waktunya, saya mengirimkan proposal itu pada bulan November 2024. Wow.

 

Proses publikasi dari sebuah proposal harus dilakukan dengan alur kerja yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Berbeda dengan karya pemenang penghargaan dari penulis pendatang baru, posisi saya sekarang ini adalah penulis profesional. Tidak ada toleransi atau kompromi yang diizinkan. Hari-hari di mana saya menulis lalu rapat, menghapus lalu menulis lagi lalu rapat... Tanpa diragukan lagi, ini adalah buku yang paling banyak memakan waktu sepanjang perjalanan karier kepenulisan saya.

 

Saya juga salut pada editor saya yang begitu sabar menemani saya sampai sejauh ini tanpa rasa bosan. Jika kelak saya membuat karya baru lagi, saya harap teksnya bisa selesai dengan setengah dari jumlah rapat yang kami lakukan kali ini. Omong-omong setelah saya hitung-hitung secara kasar, jumlah rapat untuk menyelesaikan 1 buku ini ternyata lebih banyak daripada total rapat untuk 3 buku ‘Meikyuu Shokudou’. Wow.

 

Mumpung ada kesempatan, mari kita bahas tentang para heroine di cerita ini. Berbeda dengan Shuri yang pergeseran karakternya cuma sebatas “kesalahan margin” dari draf proposal awal hingga cerita selesai, Reni pada awalnya saaaama sekali tidak punya sisi dere. Saya menulisnya karena merasa sifat seperti itu imut, tapi suatu hari, editor saya berkata:

 

“Ita-san, tsundere yang tidak bisa ‘dere’ itu, cuma sekadar orang nyebelin lho.”

Ah!! Ternyata begitu.

 

Saya kaget mendengarnya. Soalnya, preferensi rahasia saya adalah ‘Gadis tsundere berambut pirang yang mutlak tidak akan bersikap manis padaku’.

 

Sebagai informasi, heroine di karya saya sebelumnya “Meikyuu Shokudou”, yaitu Ryu-san, juga memiliki atribut seperti itu. Saya cuma tidak sadar saja karena tokoh-tokoh dalam cerita itu kebanyakan perempuan dan genrenya bukan komedi romantis. Atributnya adalah: kepribadiannya buruk, tidak ramah pada orang, intinya sih murni orang menyebalkan tapi imut. Kalian paham nggak ya, yang kayak gitu.

 

Pada akhirnya, sisi dere Reni justru melebihi Shuri. Tsundere yang bisa bersikap manis ternyata imut juga, ya. Karena Reni berubah menjadi super manis, karakter Shuri pun saya ubah sedikit untuk menyesuaikannya. Karakter manis yang gampang tersipu malu (deredere) ternyata juga imut, ya.

 

Mungkin ini bukan tempat yang pas untuk membahasnya, tapi ada satu hal yang ingin saya mintakan maaf.

 

Tokoh utama karya ini, Meguru, diceritakan bekerja paruh waktu di lokasi konstruksi. Dari zaman dulu, karakter siswa miskin itu selalu identik dengan kerja paruh waktu mengantar koran di pagi buta atau bekerja sebagai kuli bangunan di tengah malam. Namun kenyataannya, berdasarkan Undang-Undang Standar Tenaga Kerja Anak, pekerjaan semacam itu dibatasi secara hukum. Sebagai informasi, aturan itu bukan cuma ada baru-baru ini saja, tapi dari zaman dulu juga memang sudah begitu.

Seperti yang sudah disinggung pula di dalam cerita, perusahaan yang normal tidak akan mempekerjakan anak di bawah usia 18 tahun. Kalian (anak-anak) jangan mengangkat karung puing. Kalian pikir itu berapa kilo beratnya (※Terdapat batas berat maksimal barang yang boleh diangkat oleh anak di bawah umur).

 

Oleh karena itu, ini menjadi setting yang berada di area abu-abu, jadi tolong maklumi saja dan anggap perusahaan tempat Meguru dan Watanabe bekerja paruh waktu itu memiliki aturan pengawasan yang sangat longgar.

 

Dan hal yang luar biasanya, adaptasi komik manga untuk karya ini telah diputuskan dengan sangat cepat. Komiknya akan diserialisasikan di Comic Fire, dengan ilustrasi yang digambar oleh Morino Koara-san.

 

Keputusan adaptasi komik sebelum novel aslinya terbit ini adalah yang kedua kalinya setelah karya debut saya “Meikyuu Shokudou”. Saya sungguh sangat gembira. Saya sampai tidak berani tidur dengan kaki menghadap ke arah kantor Hobby Japan sebagai bentuk rasa hormat. Omong-omong, arah Tokyo ke mana, ya?

 

Ngomong-ngomong, payudaranya Shuri jadi makin gede nggak sih di manga-nya? Yah, makin gede makin bagus, kan... (Demi perdamaian dunia). Toh dia masih dalam masa pertumbuhan. Wajar kalau makin gede. Reni? ...Kita sudahi saja pembicaraan ini.

 

Baiklah, saya akhiri dengan ucapan terima kasih.

 

Kepada editor penanggung jawab yang telah membimbing saya selama satu setengah tahun lamanya, beeeenaaar-benar terima kasih banyak atas semua bantuan Anda. Berkat Anda yang berkali-kali menghentikan saya saat tersesat arah, saya berhasil menulis novel yang bagus ini.

 

Kepada sang ilustrator, Oryo-san. Terima kasih banyak karena telah melahirkan karakter-karakter yang sangat menawan. Adegan favorit pribadi saya adalah saat Meguru berpapasan dengan kakaknya.

 

Kepada komikus Morino Koara-san, saya titip anak-anak di cerita ini pada Anda, ya.

 

Kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu penerbitan buku ini, serta kepada para pembaca sekalian yang telah mengambil dan membaca buku ini, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

Kalau begitu, sampai jumpa lagi di Volume 2. Volume 2, juga akan terbit.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close