Kata Penutup
Jika seandainya Haibara-kun
ini adalah sebuah galgame, maka di awal sudah ada rute Hoshimiya Hikari, rute
Miori, dan rute Uta. Lalu saat versi lengkap dirilis, rute Nanase dan rute
Serika akan ditambahkan (ngomong apa sih aku ini?).
Begitulah, lama
tak jumpa. Aku Amamiya Kazuki.
Akhirnya
komikalisasi Haibara-kun mulai tayang ya!
Meski pada saat
aku menulis kata penutup ini, serialnya belum dimulai (tertawa).
Komikalisasinya
sudah jadi karya yang sangat menarik. Tolong dibaca ya.
Formatnya
pakai gaya vertikal yang sedang tren. Pasti lebih nyaman dibaca di
smartphone.
Cerita utama kali
ini adalah bagian basket. Di volume sebelumnya, kisah percintaannya sudah
sampai satu titik klimaks, jadi sebagai cerita yang mengusung tema masa muda,
aku rasa perkembangan seperti di volume ini juga sangat penting.
Sekaligus, ini
adalah cerita yang menggambarkan hasil dari pilihan-pilihan yang diambil
sebelumnya.
Meski kita
berharap segalanya tetap seperti dulu, tidak ada yang benar-benar tidak
berubah.
Semakin waktu
berlalu, segala sesuatu akan berubah. Akhir-akhir ini aku sering sekali merasakan
hal itu.
Sambil
bekerja, menulis novel, dan menjalani hari-hari yang mirip, aku bertemu dengan
berbagai cara berpikir, dan sedikit demi sedikit, nilai-nilai yang aku pegang
sepertinya ikut berubah. Kalau itu disebut sebagai pertumbuhan, aku akan
senang.
Waktu SMA
dulu, aku sama sekali tidak pernah serius memikirkan masa depan.
Karena
aku benar-benar tidak tahu seperti apa diriku nanti.
Sekarang,
aku sudah bisa melihat masa depan yang terhubung langsung dengan hari ini.
Ketika
menyadari bahwa aku sudah cukup dewasa hingga bisa melihat masa depan dengan
jelas, aku merasa sedikit kesepian.
Meski begitu, aku
rasa aku akan terus menciptakan cerita, apa pun masa depan yang menanti. Kalau
aku bisa terus melakukannya, kurasa aku pasti akan bahagia. Begitulah
perasaanku.
Sudah beberapa
novel yang aku terbitkan, tapi aku tidak pernah menyangka bisa melanjutkan satu
seri sampai lima volume lebih. Ini semua berkat dukungan kalian, para pembaca
yang luar biasa.
Kalau tidak
keberatan, aku harap kalian mau terus menemani sampai akhir.
Oh ya, kalau
kalian mau menuliskan kesan di Twitter atau SNS lainnya, penulisnya akan sangat
senang.
Dan tolong
rekomendasikan karya ini ke teman-teman kalian juga. Semakin banyak orang yang
membacanya, semakin bahagia penulisnya. Kalian adalah tumpuan aku, jadi mohon
bantuannya.
Karena sudah
cukup rapi (?), mari masuk ke ucapan terima kasih.
Untuk editor-ku, N-san. Sekali lagi maaf karena sikapku yang
seolah bilang “Deadline? Apa itu?” setiap kali. Untuk naskah awal volume 6, aku
janji akan tepat waktu. Sungguh.
Untuk ilustrator Gin-san, terima kasih banyak untuk
ilustrasi yang luar biasa lagi kali ini. Kali ini para cowok-cowoknya keren sekali… Mereka hidup sekali… Wajah
Miori yang murung juga bagus…
Dan untuk semua orang yang terlibat dalam buku ini, terima
kasih banyak atas segala usahanya.
Jika cerita ini bisa sedikit saja menyentuh hati kalian, itu
sudah menjadi kebahagiaan terbesar bagi penulis.
Sekian untuk kali
ini. Sampai jumpa di volume berikutnya.
Oh ya, akhir-akhir ini aku baru pindah rumah. Cepat-cepat deh pasang internet fiber biar bisa main game lagi…
Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan
Buku Harian Haibara Namika
30
Maret
Akhir-akhir
ini, Kakak terlihat sangat keren.
…Bukan, aku bukan
brakon atau apa, ya. Ini murni penilaian objektif, oke?
Entah kenapa,
sejak lulus SMP dia tiba-tiba mulai rajin latihan otot. Lalu tanpa terasa, dia
berubah jadi cowok yang segar dan menarik. Wajahnya memang dari dulu sudah
lumayan, sih.
Kayaknya dia
berniat melakukan high school debut. Padahal selama SMP dia selalu
sendirian. Apa dia benar-benar bisa? Aku agak khawatir.
Meski
penampilannya sudah lumayan, begitu buka mulut, dia tetap Kakak yang biasa
saja…
7 Juli
Kakak kelihatan
gelisah sekali akhir-akhir ini.
Aku masih
bertanya-tanya apa yang dia lakukan, tapi dia sudah menghilang dari rumah.
Aku sendiri sudah
ada janji pergi ke festival Tanabata dengan teman-teman, jadi saat itu aku
tidak terlalu memikirkannya. Tapi di tengah keramaian festival, aku melihat
Kakak.
Dia bersama
seorang gadis yang sangat imut. Wah, jadi itu sebabnya dia gelisah tadi. Sekarang
wajah mereka berdua juga merah padam. Apa ini first date? Wah, masa muda sekali. Meski itu Kakak.
Entah kenapa, aku
merasa senang melihatnya. Mungkin aku juga harus mencari pacar ya.
Tapi Kakak kadang
bilang hal aneh seperti, “Kalau mau punya pacar, harus cowok yang lebih keren
dariku.”
Apakah ada orang
seperti itu…? Ah, pasti banyak. Ya, pasti banyak sekali.
25 Juli
Hari ini,
Hoshimiya Hikari-senpai datang ke rumah.
Aku sudah tahu
dia sangat populer sebagai gadis tercantik di Mynsta.
Tapi aku tidak
menyangka dia jauh lebih cantik dari yang dibicarakan orang. Apalagi dia
ternyata dekat dengan Kakak.
Lagi pula,
katanya dia akan menginap di sini. Kenapa?! Serius, kenapa?!
Baru-baru ini dia
juga bersama gadis lain!
Apa Kakak jadi
sombong hanya karena wajahnya agak bagus sekarang?
Aku sempat
berpikir dia selingkuh, tapi ternyata dia tidak pacaran dengan siapa pun.
Aku
sedikit lega. Bukan berarti aku peduli, sih.
Melihat
mereka berdua mengobrol, mereka kelihatan cukup dekat.
Dulu sekitar
April Kakak masih kaku sekali, tapi sekarang dia sudah bisa bicara dengan
santai.
Baguslah. Kalau
terus tegang seperti itu, pasti tidak akan bertahan. Sepertinya high school
debut-nya berhasil.
Meski aku agak
kurang setuju kalau teman perempuannya terlalu banyak.
Ah, tapi dari
postingan Kakak di Mynsta, sepertinya dia juga punya teman cowok. Dua orang, dan keduanya ganteng.
Meski begitu, Kakak sekarang juga tidak kalah.
Tapi aku
tidak akan bilang ini padanya. Nanti dia besar kepala.
30
Oktober
Hari ini
ada festival budaya di sekolah Kakak.
Katanya
ini festival terbesar di daerah itu, jadi aku pergi bersama teman-teman.
Kakak
juga bilang dia ikut membentuk band dan akan tampil live.
Aku kaget
sekali waktu dia tiba-tiba mulai main gitar di rumah.
Lagian
dia jadi gitaris sekaligus vokalis. Apa Kakak benar-benar bisa?
Aku
cemas, tapi juga agak excited. Soalnya dia latihan setiap hari dengan serius.
Kamu pasti bisa,
Kakak. Ya, pasti berhasil.
Kenapa hatiku
terus berdegup kencang ya? Tapi begitu sampai di kelas Kakak, dia melayani
pengunjung dengan wajah santai sekali. Aku yang sudah khawatir setengah mati
ini! Bukan berarti aku khawatir, sih!
Teman-temanku
bilang hal-hal berlebihan tentang Kakak, padahal aku tidak pernah bilang ke
mereka bahwa Kakak itu keren.
Walaupun aku
memang sering cerita tentang Kakak… tapi itu hanya episode-episode lucu, bukan
pamer atau apa.
──Tapi live-nya… luar biasa.
Aku sudah tahu reputasinya di SNS, tapi melihat langsung
jauh lebih hebat.
Sungguh, rasanya
gila. Semua orang heboh sekali.
Semua
orang bilang, “Kakakmu keren banget!”
Bukan
berarti sekeren itu, sih? Tapi… aku tidak tidak senang mendengarnya.
…Kalau
dipikir lagi, aku terlalu heboh tadi. Memalukan.
Seperti aku ini
seorang brocon yang gila sama Kakak.
Tentu
saja bukan begitu, ya? Hanya
kelihatan seperti itu saja.
…Seharusnya aku
tidak perlu bawa penlight tadi, ya?



Post a Comment