NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 5 Afterword + Bonus Story

Kata Penutup


Jika seandainya Haibara-kun ini adalah sebuah galgame, maka di awal sudah ada rute Hoshimiya Hikari, rute Miori, dan rute Uta. Lalu saat versi lengkap dirilis, rute Nanase dan rute Serika akan ditambahkan (ngomong apa sih aku ini?).

Begitulah, lama tak jumpa. Aku Amamiya Kazuki.

Akhirnya komikalisasi Haibara-kun mulai tayang ya!

Meski pada saat aku menulis kata penutup ini, serialnya belum dimulai (tertawa).

Komikalisasinya sudah jadi karya yang sangat menarik. Tolong dibaca ya.

Formatnya pakai gaya vertikal yang sedang tren. Pasti lebih nyaman dibaca di smartphone.

 

Cerita utama kali ini adalah bagian basket. Di volume sebelumnya, kisah percintaannya sudah sampai satu titik klimaks, jadi sebagai cerita yang mengusung tema masa muda, aku rasa perkembangan seperti di volume ini juga sangat penting.

Sekaligus, ini adalah cerita yang menggambarkan hasil dari pilihan-pilihan yang diambil sebelumnya.

Meski kita berharap segalanya tetap seperti dulu, tidak ada yang benar-benar tidak berubah.

Semakin waktu berlalu, segala sesuatu akan berubah. Akhir-akhir ini aku sering sekali merasakan hal itu.

Sambil bekerja, menulis novel, dan menjalani hari-hari yang mirip, aku bertemu dengan berbagai cara berpikir, dan sedikit demi sedikit, nilai-nilai yang aku pegang sepertinya ikut berubah. Kalau itu disebut sebagai pertumbuhan, aku akan senang.

Waktu SMA dulu, aku sama sekali tidak pernah serius memikirkan masa depan.

Karena aku benar-benar tidak tahu seperti apa diriku nanti.

Sekarang, aku sudah bisa melihat masa depan yang terhubung langsung dengan hari ini.

Ketika menyadari bahwa aku sudah cukup dewasa hingga bisa melihat masa depan dengan jelas, aku merasa sedikit kesepian.

Meski begitu, aku rasa aku akan terus menciptakan cerita, apa pun masa depan yang menanti. Kalau aku bisa terus melakukannya, kurasa aku pasti akan bahagia. Begitulah perasaanku.

 

Sudah beberapa novel yang aku terbitkan, tapi aku tidak pernah menyangka bisa melanjutkan satu seri sampai lima volume lebih. Ini semua berkat dukungan kalian, para pembaca yang luar biasa.

Kalau tidak keberatan, aku harap kalian mau terus menemani sampai akhir.

Oh ya, kalau kalian mau menuliskan kesan di Twitter atau SNS lainnya, penulisnya akan sangat senang.

Dan tolong rekomendasikan karya ini ke teman-teman kalian juga. Semakin banyak orang yang membacanya, semakin bahagia penulisnya. Kalian adalah tumpuan aku, jadi mohon bantuannya.

Karena sudah cukup rapi (?), mari masuk ke ucapan terima kasih.

Untuk editor-ku, N-san. Sekali lagi maaf karena sikapku yang seolah bilang “Deadline? Apa itu?” setiap kali. Untuk naskah awal volume 6, aku janji akan tepat waktu. Sungguh.

Untuk ilustrator Gin-san, terima kasih banyak untuk ilustrasi yang luar biasa lagi kali ini. Kali ini para cowok-cowoknya keren sekali… Mereka hidup sekali… Wajah Miori yang murung juga bagus…

Dan untuk semua orang yang terlibat dalam buku ini, terima kasih banyak atas segala usahanya.

Jika cerita ini bisa sedikit saja menyentuh hati kalian, itu sudah menjadi kebahagiaan terbesar bagi penulis.

 

Sekian untuk kali ini. Sampai jumpa di volume berikutnya.

Oh ya, akhir-akhir ini aku baru pindah rumah. Cepat-cepat deh pasang internet fiber biar bisa main game lagi…




Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Buku Harian Haibara Namika

30 Maret

Akhir-akhir ini, Kakak terlihat sangat keren.

…Bukan, aku bukan brakon atau apa, ya. Ini murni penilaian objektif, oke?

Entah kenapa, sejak lulus SMP dia tiba-tiba mulai rajin latihan otot. Lalu tanpa terasa, dia berubah jadi cowok yang segar dan menarik. Wajahnya memang dari dulu sudah lumayan, sih.

Kayaknya dia berniat melakukan high school debut. Padahal selama SMP dia selalu sendirian. Apa dia benar-benar bisa? Aku agak khawatir.

Meski penampilannya sudah lumayan, begitu buka mulut, dia tetap Kakak yang biasa saja…

 

7 Juli

Kakak kelihatan gelisah sekali akhir-akhir ini.

Aku masih bertanya-tanya apa yang dia lakukan, tapi dia sudah menghilang dari rumah.

Aku sendiri sudah ada janji pergi ke festival Tanabata dengan teman-teman, jadi saat itu aku tidak terlalu memikirkannya. Tapi di tengah keramaian festival, aku melihat Kakak.

Dia bersama seorang gadis yang sangat imut. Wah, jadi itu sebabnya dia gelisah tadi. Sekarang wajah mereka berdua juga merah padam. Apa ini first date? Wah, masa muda sekali. Meski itu Kakak.

Entah kenapa, aku merasa senang melihatnya. Mungkin aku juga harus mencari pacar ya.

Tapi Kakak kadang bilang hal aneh seperti, “Kalau mau punya pacar, harus cowok yang lebih keren dariku.”

Apakah ada orang seperti itu…? Ah, pasti banyak. Ya, pasti banyak sekali.

 

25 Juli

Hari ini, Hoshimiya Hikari-senpai datang ke rumah.

Aku sudah tahu dia sangat populer sebagai gadis tercantik di Mynsta.

Tapi aku tidak menyangka dia jauh lebih cantik dari yang dibicarakan orang. Apalagi dia ternyata dekat dengan Kakak.

Lagi pula, katanya dia akan menginap di sini. Kenapa?! Serius, kenapa?!

Baru-baru ini dia juga bersama gadis lain!

Apa Kakak jadi sombong hanya karena wajahnya agak bagus sekarang?

Aku sempat berpikir dia selingkuh, tapi ternyata dia tidak pacaran dengan siapa pun.

Aku sedikit lega. Bukan berarti aku peduli, sih.

Melihat mereka berdua mengobrol, mereka kelihatan cukup dekat.

Dulu sekitar April Kakak masih kaku sekali, tapi sekarang dia sudah bisa bicara dengan santai.

Baguslah. Kalau terus tegang seperti itu, pasti tidak akan bertahan. Sepertinya high school debut-nya berhasil.

Meski aku agak kurang setuju kalau teman perempuannya terlalu banyak.

Ah, tapi dari postingan Kakak di Mynsta, sepertinya dia juga punya teman cowok. Dua orang, dan keduanya ganteng. Meski begitu, Kakak sekarang juga tidak kalah.

Tapi aku tidak akan bilang ini padanya. Nanti dia besar kepala.

 

30 Oktober

Hari ini ada festival budaya di sekolah Kakak.

Katanya ini festival terbesar di daerah itu, jadi aku pergi bersama teman-teman.

Kakak juga bilang dia ikut membentuk band dan akan tampil live.

Aku kaget sekali waktu dia tiba-tiba mulai main gitar di rumah.

Lagian dia jadi gitaris sekaligus vokalis. Apa Kakak benar-benar bisa?

Aku cemas, tapi juga agak excited. Soalnya dia latihan setiap hari dengan serius.

Kamu pasti bisa, Kakak. Ya, pasti berhasil.

Kenapa hatiku terus berdegup kencang ya? Tapi begitu sampai di kelas Kakak, dia melayani pengunjung dengan wajah santai sekali. Aku yang sudah khawatir setengah mati ini! Bukan berarti aku khawatir, sih!

Teman-temanku bilang hal-hal berlebihan tentang Kakak, padahal aku tidak pernah bilang ke mereka bahwa Kakak itu keren.

Walaupun aku memang sering cerita tentang Kakak… tapi itu hanya episode-episode lucu, bukan pamer atau apa.

──Tapi live-nya… luar biasa.

Aku sudah tahu reputasinya di SNS, tapi melihat langsung jauh lebih hebat.

Sungguh, rasanya gila. Semua orang heboh sekali.

Semua orang bilang, “Kakakmu keren banget!”

Bukan berarti sekeren itu, sih? Tapi… aku tidak tidak senang mendengarnya.

…Kalau dipikir lagi, aku terlalu heboh tadi. Memalukan.

Seperti aku ini seorang brocon yang gila sama Kakak.

Tentu saja bukan begitu, ya? Hanya kelihatan seperti itu saja.

…Seharusnya aku tidak perlu bawa penlight tadi, ya?



Previous Chapter | ToC 

Post a Comment

Post a Comment

close