NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 6 Prolog

Prolog

Menghilanglah


――Aku sudah tidak bisa lagi mengingkari perasaanku.

Aku tahu. Aku menyukai Haibara Natsuki dengan cara yang tak tertolong lagi.

Ketika aku menyadarinya, sudah terlambat. Aku justru mendorong punggungnya agar maju.

Sebagai orang yang mendukung cintanya, aku berdoa semoga dia berhasil. Tapi jika kukatakan aku tidak berharap dia gagal, itu pasti bohong.

Aku pernah memimpikannya. Natsuki ditolak oleh Hikari-chan, lalu pulang ke tempatku dengan wajah murung sambil mengeluh.

Aku membelai kepalanya sambil bilang, “Ya sudah, tidak apa-apa,” lalu dengan wajah tersipu mengatakan, “Aku akan bertanggung jawab.” Natsuki yang terkejut itu terlihat lucu, dan kami mulai pacaran secara diam-diam. Dia pun kelihatan tidak keberatan…

Sungguh bodoh.

Meski aku tahu masa depan seperti itu tidak mungkin terjadi, aku sempat berharap sedikit.

Pada akhirnya, Natsuki berhasil mengungkapkan perasaannya kepada Hikari-chan. Dia sekarang menjalani hari-harinya dengan bahagia.

Seharusnya aku senang. Seharusnya ini adalah hal yang patut dirayakan.

Tapi dadaku terasa seperti mau robek. Air mata hampir tumpah. Aku terus memalingkan muka dari diriku yang menyedihkan ini.

Aku berharap ada orang yang bisa mengubah perasaanku ini. Siapa pun.

Itulah sebabnya Reita-kun menjadi tempat pelarianku.

Aku pikir kalau aku bisa menyukai Reita-kun, aku tidak perlu menderita lagi.

Dengan pikiran yang begitu negatif, aku mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Reita-kun yang tajam pasti sudah menyadari perasaanku. Meski begitu, dia tetap menerimaku apa adanya.

Kami makan siang bersama, pulang bareng setelah klub, dan menghabiskan hari libur bersama.

Reita-kun adalah orang yang sangat baik. Tampan, pintar, jago olahraga, perhatian, pandai bicara, dan senyumnya lucu. Bersamanya terasa nyaman.

Banyak orang yang iri melihat kami pacaran.

――Tapi perasaanku tidak berubah.

Yang selalu kuikuti dengan pandangan, tetap saja cowok teman masa kecilku itu.

Untuk menghapus perasaan ini, aku berencana untuk sementara tidak bertemu Natsuki.

Tapi karena aku ditugaskan sebagai panitia turnamen olahraga, aku terpaksa berinteraksi dengannya lagi. Begitu bisa bicara, hatiku malah berbunga-bunga.

Aku merasa bersalah pada Hikari-chan, tapi aku beralasan, “Kami kan satu panitia, jadi tidak apa-apa.” Aku kembali mendekati Natsuki. Itu godaan yang tak bisa kutolak.

Puncaknya, aku berbohong bilang kakiku kesemutan dan memeluknya.

Padahal aku tahu itu pengkhianatan terhadap Hikari-chan dan Reita-kun.

……Sudah cukup. Aku benar-benar harus berhenti melibatkan diri dengan Natsuki.

Perasaanku akhir-akhir ini sudah lepas kendali. Aku sendiri tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya.

Aku perempuan yang licik. Manusia terburuk. Aku bahkan tidak pantas menatap wajah semua orang.

Makanya aku bertekad tidak akan melakukan hal-hal seperti ini lagi.

Masih bisa. Kalau aku bisa menekan perasaan ini dengan baik, semuanya akan beres.

Aku sedang berpikir seperti itu ketika—

“Katanya ada yang melihat kamu memeluk Haibara-kun. Benar itu?”

Tidak ada ruang untuk bantahan.

――Semua kesalahan ada padaku.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close