Interlude 1
Labirin Besar di Timur
Tahun
630 Kalender Suci, bulan September.
Ibu
kota Federasi Rudain, negara tetangga yang dipisahkan laut dari Kyokuto, sedang
diliputi oleh kegembiraan luar biasa.
Semua itu
karena Labyrinth Raksasa di Timur telah berhasil ditaklukkan.
Upacara
perayaan atas prestasi besar itu berlangsung megah sekaligus meriah. Rakyat yang memenuhi alun-alun tak
henti-hentinya meneriakkan sorak sorai.
Upacara
berjalan lancar. Di akhir acara, pidato Ketua Federasi Gunnar pun dimulai.
Berdiri di
atas panggung, ia menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada lima orang
penjelajah muda yang berhasil menaklukkan tugas prioritas utama umat manusia
itu.
──Mereka yang
berhasil menaklukkan labyrinth adalah sekelompok remaja putra dan putri yang
baru saja menginjak usia lima belas tahun.
Sorak sorai
rakyat semakin menggema, menyambut permulaan sebuah legenda baru.
Selanjutnya,
Gunnar menyinggung situasi dunia.
Ia
menyatakan bahwa Federasi Rudain yang telah menguasai Labyrinth Raksasa di
Timur seharusnya mendukung Kerajaan Nohitant di selatan dan Republik Junoé di
utara yang menjadi target berikutnya.
Penaklukan
labyrinth adalah tugas bersama umat manusia. Semua negara harus melampaui batas
dan bersatu padu──demikian ia serukan dengan suara lantang.
Namun
kemudian, suaranya semakin mengeras.
“……Namun,
ancaman yang setara dengan labyrinth raksasa sedang tumbuh di sebelah kita!”
Kerumunan
rakyat mulai bergejolak.
Ketua itu
memotong kata-katanya sejenak, lalu berkata dengan suara berat.
“Negara
tetangga Kyokuto──telah jatuh ke tangan Demon Lord.”
Kata-kata itu
membuat seluruh alun-alun gempar.
Rakyat memang
sudah mendengar desas-desusnya.
Sejak
beberapa waktu lalu, jalur laut antara Federasi dan Kyokuto memang telah
dibatasi.
Namun ketika
hal itu diucapkan langsung oleh Ketua yang berada di puncak negara, semuanya
terasa jauh lebih nyata.
Negara
tetangga telah dikuasai Demon Lord. Banyak yang menganggapnya sebagai
ancaman dan wajah mereka menjadi muram.
“Menurut
informasi yang kami terima, Demon Lord Orn telah melepaskan
monster-monster hitam ke dalam Kyokuto dan menguasai negara itu dengan kekuatan
militer. Lalu, siapa yang harus menyelamatkan negara sahabat lama kita
ini?──Kita, Federasi Rudain!”
Sorak sorai
seperti gelombang amarah membalas seruannya.
Kegembiraan
semakin membesar. Di hati rakyat, alasan besar bernama ‘Perebutan Kembali Kyokuto’
tertanam semakin dalam.
Beberapa hari
kemudian.
Pidato Gunnar
juga menjadi angin yang sangat menguntungkan di dalam sidang parlemen.
Dengan dalih
‘menyelamatkan negara sahabat’, Federasi Rudain secara resmi menyetujui
pengiriman pasukan bersenjata ke Kyokuto.
──Namun,
alur ini terlalu menguntungkan bagi seseorang.
Ketua
Gunnar tersenyum diam-diam.
Seolah ia
sudah tahu semuanya akan berjalan seperti ini.
Setidaknya,
ia sepertinya tahu bahwa penyebab sebenarnya kekacauan di Kyokuto bukanlah Demon
Lord Orn yang disebutkan dalam pidatonya.
Kebenaran
tidak berubah di permukaan negara, melainkan diam-diam berubah bentuk di balik
kegelapan──.



Post a Comment