NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 9 Prolog

Prolog

Putaran Pertama: April


Satu April.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu ini tiba.

Upacara penerimaan siswa baru SMA Ryoumei. Dengan kata lain, ini adalah hari bersejarah di mana aku memulai debut kehidupan SMA-ku.

Saat SMP, aku adalah seorang loner alias penyendiri.

Aku tidak masuk klub apa pun, tidak punya pacar, apalagi teman. Aku selalu sendirian.

Aku iri. Aku cemburu. Melihat orang-orang di pusat kelas tertawa riang, atau mereka yang bermesraan di ruang kelas sepulang sekolah dengan gadis yang diam-diam kusukai.

Karena itulah, di SMA ini, aku bertekad mengubah hidupku.

Aku akan menyukseskan debut SMA-ku dan meraih masa muda penuh warna!

Demi tujuan itu, aku sengaja memilih SMA yang jauh dari rumah.

Penampilanku pun kurasa sudah jauh lebih baik daripada saat SMP.

Setelah diet, berat badanku turun drastis…… yah, meski masih sedikit berisi, sih.

Selain itu, aku mengganti kacamata kunoku dengan lensa kontak.

……Apa benar cuma dengan begini sudah cukup?

Tidak, tidak, jangan merasa takut, diriku. Aku sudah memutuskan untuk debut SMA.

Jika aku bisa melakukan cosplay menjadi orang yang supel, kurasa meski penampilanku kurang, aku pasti bisa bertahan.

"Baiklah, ayo berangkat!"

Aku naik kereta dari stasiun tanpa awak terdekat. Setelah beberapa saat diguncang kereta, seorang gadis yang mengenakan seragam yang sama denganku naik. Seragamnya terlihat sangat baru, mungkin dia siswi baru juga?

Dia sepertinya menyadari keberadaanku dan melirik sekilas. Mata kami bertemu. Dia membuang muka seolah tidak terjadi apa-apa.

……Kalau aku orang yang supel, apakah aku harus menyapanya di sini?

Tapi, jujur saja, aku tidak punya keberanian untuk menyapa seseorang di dalam kereta yang penuh sesak.

Karena memilih sekolah yang jauh, waktu tempuh ke sekolah jadi lama, tapi ini tak bisa dihindari.

Karena tidak ada kegiatan, aku membaca Light Novel sampai tiba di Stasiun Maebashi tujuan.

Dari Stasiun Maebashi ke SMA Ryoumei hanya butuh lima menit berjalan kaki.

Sambil menyusuri jalanan yang dipenuhi deretan pohon sakura, jumlah orang yang mengenakan seragam yang sama denganku mulai bertambah.

Tentu saja, semua orang menuju ke arah yang sama. Aku sempat merasa cemas kalau-kalau tersesat, tapi kalau begini aku merasa lega. Cukup ikuti saja orang-orang ini, aku pasti akan sampai di tujuan.

"Jadi ini SMA Ryoumei."

Meski sudah pernah datang saat ujian masuk, rasanya masih terasa baru. Mulai sekarang, aku akan datang ke sini setiap hari.

Setelah melewati gerbang utama, ada kerumunan orang di depan papan pengumuman.

Sepertinya hasil pembagian kelas sudah dipajang. Haruskah aku mendekat?

Kelas adalah faktor penting yang akan menentukan debut SMA-ku.

Aku hanya bisa berdoa agar bisa bertemu dengan orang-orang yang baik.

"Ehm, namaku……"

Saat aku menelusuri daftar nama kelas 1-1, nama Motomiya Miori menarik perhatianku.

Aku sempat mendengar gosip dari siswi saat menjelang kelulusan, ternyata Miori benar-benar memilih Ryoumei.

Miori adalah teman masa kecilku, dan kami sangat akrab saat SD.

……Tapi, hubungan kami merenggang saat SMP.

'Kau lebih baik tidak bersama orang seperti aku.'

Atau lebih tepatnya, akulah yang menolak keberadaannya.

Karena itu, Miori pasti juga tidak ingin berurusan denganku.

……Aku memalingkan pandangan dari nama Miori dan mencari namaku sendiri.

Di kelas 2 di sebelah, ada nama Haibara Natsuki.

Syukurlah aku tidak sekelas dengan Miori. Rasanya canggung.

Lagipula, akan memalukan jika harus debut SMA di depan orang yang sudah mengenalku sejak SMP.

Itu akan membuat usahaku memilih SMA yang jauh menjadi sia-sia.

"——Ah, lihat-lihat! Yes! Rei dan Tatsu sekelas denganku!"

Tiba-tiba, suara nyaring terdengar tepat dari belakangku.

Aku menoleh dengan kaget dan mendapati seorang gadis bertubuh mungil sedang mengekspresikan kegembiraannya dengan seluruh tubuh.

"Kau tidak perlu berteriak sekencang itu sampai semua orang tahu."

"Lagipula, Uta baru saja masuk, jadi dia sedang bersemangat."

Gadis mungil itu sedang berbicara dengan akrab pada dua anak laki-laki. Sepertinya mereka dari SMP yang sama.

"Tatsu, kau juga senang kan! Kenapa harus bersikap sok keren?"

"Hah? Kenapa aku harus senang sekelas sama kau?"

Anak laki-laki yang dipanggil Tatsu itu berbadan tinggi, kekar, dan tampak sedikit menakutkan.

"Tatsuya itu tsundere, jadi begitu. Padahal itu sudah tidak tren lagi."

Seorang pria tampan berwajah halus yang tersenyum lembut mengatakan itu, dia adalah orang yang dipanggil Rei.

Karena kami sekelas, aku sempat bimbang apakah harus menyapa mereka, tapi akhirnya aku membuang muka.

Walaupun aku sudah memutuskan untuk debut SMA, aku sangat gugup……

Tidak, tidak, kalau begini tidak akan berhasil. Aku harus menyemangati diriku sendiri.

Kalau aku tidak bisa menyapa siapa pun, sama saja dengan saat SMP dulu.

Karena aku akan menjadi orang yang supel, aku harus bersikap lebih ceria, energik, dan memasang senyum manis!

"——E-ehm, permisi!"

Saat aku menoleh kembali, mereka sudah tidak ada.

Maksudku, kenapa tiba-tiba tidak ada siapa-siapa? Ke mana semua orang pergi!?

Saat melihat jam, tiga menit lagi upacara penerimaan siswa baru akan dimulai.

Sepertinya aku terlalu lama melamun.

Upacara penerimaan siswa baru akhirnya bisa kukejar.

Aku berhasil melewati upacara yang membosankan dengan pidato panjang lebar dari kepala sekolah, lalu menuju kelas yang sudah ditentukan.

Untuk saat ini, aku duduk di kursiku. Siapa yang harus kusapa, ya?

Apakah mereka yang sudah terlihat akrab itu berasal dari SMP yang sama?

Atau mereka sudah jadi teman?

Aku merasa sedikit panik.

Aku dengar, langkah awal dalam hubungan antarmanusia di lingkungan baru adalah segalanya.

Dalam situasi seperti ini, kurasa paling aman menyapa orang yang sendirian sepertiku.

"Ehm, permisi sebentar?"

Aku mencoba menyapa seorang gadis yang duduk di kursi dekatku.

Meskipun aku gugup saat bicara dengan lawan jenis, aku harus membiasakan diri jika ingin debut SMA.

"Eh? Ya…… ada perlu apa?"

Gadis yang kusapa itu mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan curiga.

Karena tatapannya seolah melihat orang yang mencurigakan, aku memaksakan senyum ramah untuk menutupi kecanggunganku.

"Namaku Haibara Natsuki, kalau kamu siapa?"

"……Aku Fujiwara Kanata. Salam kenal."

"Salam kenal. Kita sekelas, jadi aku harap kita bisa berteman baik."

"Ehm…… ya, terima kasih."

"……"

"……"

Pembicaraan terhenti.

Apa yang harus kulakukan…… Apa yang harus dibicarakan dengan orang yang baru dikenal?

"A-apa itu, ada gadis yang manis sekali di sana!?"

Tiba-tiba, suara lantang terdengar dari pintu kelas, membuatku menoleh.

Pemilik suara itu adalah gadis mungil tadi. Entah kenapa matanya terbelalak karena terkejut.

"E-ehm…… apa itu maksudnya aku?"

Orang yang berdiri di sana adalah seorang gadis dengan rambut berwarna pirang kecokelatan.

"Ooh……"

Memang benar, manis sekali. Parasnya begitu cantik dan mempesona.

Kenapa aku tidak menyadarinya sampai sekarang?

Seorang gadis cantik yang tidak kalah dengan idola berada di kelas yang sama denganku.

Hanya dengan melihatnya, jantungku berdebar kencang. Mungkinkah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?

Apapun itu, motivasi debut SMA-ku langsung meledak.

Aku ingin berteman dengan gadis itu. Kalau bisa, aku ingin berpacaran dengannya.

Kalau begitu, ini bukan saatnya untuk gugup! Aku harus bersemangat!

"Namaku Haibara Natsuki! Hobiku membaca buku dan menonton film. Aku berencana masuk klub basket, dan impianku adalah punya seratus teman! Aku ingin berteman baik dengan kalian semua! Salam kenal!"

Dalam sesi perkenalan diri di kelas, aku mengatakannya dengan penuh semangat.

Kehidupan SMA yang dimulai hari ini benar-benar membuatku bersemangat!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close