NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Bonjin Jujutsushi no Tanoshii Isekai Akuyaku Play Volume 1 Chapter 2

Chapter 2

Curse Brotherhood, Pergerakan Awal


Tiga tahun telah berlalu sejak aku bertemu White.

Aku sudah berusia 15 tahun. Tiga tahun yang berlalu dalam sekejap mata.

Kehidupan di perkebunan berjalan dengan sangat lancar.

Begitu pula dengan Gift "All-Jujutsu" (Semua Sihir Kutukan).

Penelitian mengenai kemampuan ini pun sudah jauh berkembang.

Selama ini, "Curse Enhancement" yang biasa kugunakan hanyalah teknik paling dasar bagi Gift ini.

Inti dari kemampuan ini sebenarnya terletak di tempat lain.

"Teknik Aktivasi──Eshi Hyakkei Chofuku Jujutsu."

Aku menegakkan jari telunjuk dan jari tengah, lalu mengepalkan jari lainnya. Aku melakukan rutinitas yang sudah menjadi kebiasaanku, yaitu menyatukan segel telapak tangan.

G-Class Gift "All-Jujutsu". Inilah kemampuan yang sebenarnya.

Ini adalah kemampuan yang memungkinkanku untuk melakukan segalanya: "Penggunaan, Penyerapan, Penyimpanan, Sintesis, dan Pengembangan Jujutsu".

Wush. Cahaya hitam berputar-putar di gubukku, dan dari sana muncul──.

"Semuanya, absen!"

"CHU!"

"WAN!"

"BUMO!"

Tikus, anjing, dan babi hutan.

Makhluk-makhluk aneh berbentuk chibi merangkak keluar dari pusaran cahaya hitam dan Cursed Power.

Itu adalah Jujutsu pertamaku, "Eshi Hyakkei Chofuku Jujutsu".

Efeknya, aku bisa memanggil dan memerintah hewan-hewan chibi yang lucu ini sebagai summons di mana saja dan kapan saja.

Di antara hewan yang bisa kuperintah, ada tikus putih yang sudah kupelihara sejak beberapa tahun lalu.

Tikus putih ini ternyata muncul sendiri karena dulu aku belum bisa mengendalikan tekniknya dengan baik. Pantas saja dia tidak pernah buang air.

Nama tikus putih itu adalah "Bikara".

Anjing serigalanya adalah "Basara".

Babi hutannya adalah "Kubira".

Aku memberi mereka nama, dan sekarang mereka berfungsi sebagai senjata, pekerja ladang, sekaligus hewan peliharaan.

Mereka juga sangat aktif dalam pertempuran. Lagipula, mereka melahap habis semua mayat bandit yang ada.

Jujutsu. Benar-benar kemampuan yang bisa melakukan apa saja.

Tapi, kenapa hanya "Eshi Hyakkei" yang bisa kugunakan sejak awal?

──Transfer teknik kehidupan sebelumnya selesai.

Yah, sudahlah.

Mungkin sang Dewi memang memberikan bonus padaku.

Aku benar-benar banyak terbantu olehnya……

Aneh sekali, hanya teknik "Eshi Hyakkei" yang tidak mengikuti hukum Gift milikmu. Ah, Bikara, tidak boleh! Jangan menggigit rambut Player. Basara, tolong berhenti menggali lantai. Kubira, jangan menggesekkan taringmu ke dinding.

Chu-chu, wan-wan, bumo-bumo.

Navi menenangkan hewan-hewan teknik yang bergerak bebas itu.

Hewan-hewan itu menjadi tenang. Sepertinya, mereka juga bisa mendengar suara Navi.

Mungkin karena sesama makhluk misterius, mereka jadi cocok satu sama lain.

Ah, Player, White akan segera pulang.

"Terima kasih, Navi. Semuanya, pulang."

"WAN!"

"BUMO!"

Pop!

Semua hewan teknik kecuali Bikara menghilang.

"CHU!"

Bikara dengan lincah masuk ke dalam saku dadaku.

Kekuatan istimewa yang selama ini kucari-cari. Kini, kekuatan itu ada di tanganku.

"……Aku telah mengumpulkannya. Dengan pasti."

Ada rasa kepuasan yang aneh.

Di dunia sebelumnya pun, aku selalu menyiapkan diri untuk menjadi seorang penjahat.

Tetapi, mungkin ada bagian dalam diriku yang merasa bahwa semua itu hanyalah kesia-siaan.

Namun, sekarang berbeda.

Aku sedang berdiri di atas panggung.

Ini adalah dunia lain.

Sensasi di mana setiap tindakanku menjadi bagian dari darah dan dagingku sendiri.

Kepuasan saat mendekati tujuan, serta kesenangan melatih kekuatan demi bisa melakukan apa yang kuinginkan.

Jujutsu, Cursed Power, kepuasan saat mengeluarkan kekuatan.

Aku kembali mengenal diriku sekali lagi.

"Aku, ternyata suka menjadi kuat."

──Kemampuan kehidupan sebelumnya "Thirst for Power" aktif kembali.

Player? Ada apa? Mengapa kau diam saja?

"Tidak, tidak apa-apa…… ah, bukan, Navi, terima kasih untuk semuanya selama ini."

Eh──?

"Aku senang orang pertama yang kutemui di dunia ini adalah kamu. Terima kasih telah mengajariku tentang Gift, Magic Power, dan segala hal tentang dunia ini."

Ke-, kenapa kau tiba-tiba…… Ja-, jangan-jangan, tunggu, ti-, tidak mau! Jangan berpisah! Jangan buang aku…… Aku tidak mau sendirian lagi──

"Teruslah bersamaku di masa depan juga."

Eh? "Eh?"

Keheningan total menyelimuti sesaat.

……Anu, apakah yang baru saja kau katakan itu, bukan kata-kata perpisahan?

"Memangnya kenapa? Aku hanya merasa ingin menyampaikan rasa terima kasihku saja."

Suatu hari nanti kau akan ditusuk, tahu.

"Aku akan menahannya dengan 'Curse Enhancement'."

…………

Hari ini aku kembali bisa berkomunikasi dengan baik bersama Navi.

Seorang penjahat di zaman sekarang juga butuh kemampuan komunikasi, kan? Bagus!

◇◇◇◇

Ada satu hal lagi yang terjadi baru-baru ini.

"E-, permisi…… Kasta──Sensei, apakah ada…… Bo-, bolehkah aku mengganggu……"

"Aku ada di sini, halo, Kotori-san."

"Ah…… ehehe, halo……"




Gadis berambut hitam kehijauan.

Poni depannya panjang, sedikit menutupi matanya.

Matanya yang sayu terlihat besar layaknya tetesan air yang tumpah, dengan bentuk yang sangat indah.

Tak disangka, tinggi badannya cukup menjulang.

Di usianya yang ke-15, ia sudah memiliki tinggi badan lebih dari 170 cm.

Mungkin karena postur tubuhnya yang membungkuk, bentuk tubuhnya yang bagus dan ukuran dadanya yang luar biasa tidak begitu mencolok.

Dia adalah mantan teman sekelasku. Salah satu orang yang dulu tertidur di ruang Dewi itu.

Namanya adalah Kotori Taira. Nama setelah bereinkarnasi adalah Kotori Tyler.

Ngomong-ngomong, sepertinya ia tidak memiliki ingatan dari dunia sebelumnya.

Keluarga Kotori, yakni Tyler Trading, adalah pemilik perkebunan ini.

Singkatnya, dia adalah seorang nona muda.

Jika bertanya mengapa gadis seperti itu bermain di gubuk tua ini, alasannya adalah……

"Kotori-san, jangan-jangan kamu kurang tidur?"

"Eh, hehe. Sesuatu yang Sensei ajarkan itu begitu menyenangkan, jadi aku tidak bisa berhenti. Saat sudah fokus, aku jadi tidak bisa tidur."

Kotori-san melunakkan bibirnya yang memiliki tahi lalat kecil.

"Jangan sampai kurang tidur ya. Mungkin saja kekuatan sihir dan Gift juga berbanding lurus dengan pertumbuhan fisik."

"Be-, benarkah begitu? Ta-, tapi, berkat berlatih diam-diam di rumah, lihatlah……"

Kotori-san menyodorkan tangan kecilnya ke arahku.

Genggam, buka, genggam, buka. Ia menutup dan membuka telapak tangan kecilnya.

Itu adalah rutinitas aktivasi kemampuan miliknya yang kami pikirkan bersama.

"Gift──Salt Pillar (Eshet Rod)."

Butiran seperti pasir putih, tidak, "garam" muncul di telapak tangannya.

"Oh! Hebat, produksi garamnya meningkat 16 gram dibanding tiga hari yang lalu!"

"Ehehe, itu berkat saran Sensei…… hehe."

Waktu itu sudah lewat setengah tahun sejak usia 15 tahun.

Saat aku sedang sibuk membajak ladang sambil terus menggunakan "Curse Enhancement" seperti biasa, dia yang sedang menemani orang tuanya meninjau perkebunan menyapaku.

"To-, tolong ajarkan cara menggunakan kekuatan sihir!"

Sepertinya ia salah mengira Cursed Power-ku sebagai kekuatan sihir.

Hari itu benar-benar menjadi keributan besar.

Nona muda dari sebuah firma dagang yang bersujud kepada budak perkebunan dengan semangat seperti itu adalah hal yang cukup gawat. Yah, di masyarakat feodal kasta seperti ini memang begitu, bukan?

Wajah Bon-san saat itu benar-benar menarik untuk dilihat.

Aku tidak menyangka wajah manusia bisa sepucat itu.

Secara resmi, masalahnya selesai dengan alasan kesalahpahaman Kotori-san.

Di dunia ini, keberadaan yang bisa menangani kekuatan sihir adalah kelas istimewa.

Baik rakyat jelata maupun bangsawan, semua orang mendambakan kekuatan itu; itulah kekuatan sihir.

Intinya, tidak mungkin seorang yang bisa menangani kekuatan sihir diperbolehkan menjadi budak.

Karena itulah, orang-orang dewasa menutup masalah ini dengan alasan kesalahpahaman seorang gadis muda yang ingin menjadi penyihir.

Namun, kenyataannya berbeda.

Dia adalah seorang Gifted (pemberi berkat).

Alasan dia bisa melihat Cursed Power-ku mungkin karena pengaruh dia yang telah menyadari Gift miliknya sendiri.

Pada akhirnya, secara diam-diam aku melatihnya mengenai kekuatan sihir dan Gift.

"Hehe, sebenarnya belakangan ini aku sudah punya teman…… seorang gadis bernama Fais juga tertarik dengan ilmu sihir……"

Sepertinya ia bercita-cita menjadi seorang penyihir.

Aku menyukai orang yang memiliki tujuan.

"Anu, Sensei, apakah ada sesuatu di wajahku? ……Kenapa Sensei menatapku terus tanpa bicara…… Ma-, maafkan aku, aku suram, jelek, dan jangkung, maafkan aku…… aku harus bersembunyi di tempat sempit dan gelap……"

Selanjutnya, mungkin rasa terima kasihku padanya.

Ruang Dewi.

Aku mencuri takdir Kotori Taira.

Demi kepentinganku sendiri, aku merampas kehidupan budaknya.

Tanpa mengonfirmasi kehendaknya, aku memaksakan keegoisanku.

Tindakanku adalah pelanggaran etika yang mutlak. Jadi, aku punya utang budi padanya.

"Membiarkan utang itu tetap ada rasanya kurang berkelas, ya."

"Eh?"

"Kotori-san, kamu punya bakat. Baru beberapa bulan berlatih, kamu sudah bisa mengendalikan kekuatan sihir dan bahkan menggunakan Gift."

"Hea, ehe, ti-, tidak juga, itu karena cara mengajar Sensei yang bagus…… puhi, hehehe."

Kotori-san masuk ke dalam kendi besar dan tampak seperti kelomang.

Ia menjulurkan wajah dari celah antara kendi dan lantai sambil tertawa.

"Aku, benar-benar berterima kasih pada Sensei…… dengan begini, mungkin aku bisa mengikuti ujian masuk Akademi Sihir tahun depan……"

"Ah, Kotori-san, impianmu jadi penyihir ya?"

"Ah, iya, kalau jadi penyihir, mungkin orang seperti aku bisa berguna bagi seseorang…… hehe. Meskipun bagi diriku yang seperti ini, itu terlalu lancang……"

Ingin berguna bagi seseorang. Itu adalah sifat baik yang luar biasa.

"Anu, kenapa Sensei menyembunyikan kekuatan sihirmu?"

"Hmm, rahasia."

"Ah, iya…… benar juga, maafkan aku yang seperti kutu air ini karena terbawa suasana…… ah, aku masuk ke dalam kendi…… maaf karena terlalu akrab……"

"Tidak apa-apa, kita kan teman."

"Puhyu!? Te-, teman…… puhipuhe, iya, ehehe."

Akademi Sihir ya, aku tidak terlalu tertarik……

Tapi mungkin bagus juga tempat di mana banyak orang yang memiliki ambisi.

Orang-orang seperti Kotori-san yang berusaha dengan sungguh-sungguh demi impian dan cita-cita──.

"Terlihat seperti tokoh utama ya."

"Eh? Apa Anda mengatakan sesuatu?"

Tadi aku bicara hal yang aneh. Yah, lupakan saja.

"Aku ingin menjadi lebih mahir dalam kekuatan sihir dan Gift. Setelah bisa melakukan hal yang lebih hebat, aku ingin memberi tahu Papa dan Mama tentang Gift milikku."

"Oh~"

Itu bagus sekali, ambisi dan keberanian itu.

Ternyata pertumbuhan dan usaha itu memang luar biasa.

Bagiku, Kotori-san terlihat sedikit bercahaya.

Baik Cursed Power maupun kekuatan sihir, sebenarnya terasa menyakitkan untuk dikendalikan sampai terbiasa. Seperti melakukan latihan otot sekaligus lari cepat secara bersamaan, dan rasa sakit itu terus berlanjut.

Namun, sosok yang terus melakukan usaha kecil meski terasa berat dan menyakitkan itu──.

"Sensei, kenapa menatapku begitu──…… ah, apakah aku melakukan sesuatu yang aneh lagi……"

Bercahaya.

"Kehidupan terkutuk" Kotori Taira yang dikatakan oleh Dewi. Akhir di mana suatu hari nanti ia akan dibunuh oleh salah satu bereinkarnasi.

Kehidupan penjahat yang sangat panas itu kini sudah menjadi milikku.

Artinya, Kotori-san juga merupakan kandidat tokoh utama yang mungkin akan membunuhku.

Aku harus membuatnya menjadi lebih kuat.

"Anu, tolong jawab aku…… ah, aku melakukan sesuatu yang aneh lagi…… ugh, aku mual……"

Membimbing sendiri kandidat tokoh utama yang akan membunuh diriku……

Terasa seperti penjahat ya…… Oke!

──……Haah, membosankan.

◇◇◇◇

Setelah menyelesaikan pelajaran kekuatan sihir, aku menuju ladang.

Musim semi telah tiba, saatnya menabur benih.

15 tahun berlalu sejak bereinkarnasi ke dunia ini, berkebun benar-benar telah menjadi hobiku.

Pertanian itu menyenangkan.

Aku menyentuh ladang yang menjadi tanggung jawabku dan memastikan sensasinya.

Hmm…… gulma yang tumbuh banyak menyerupai semanggi putih dan mugwort. Tanahnya terlalu asam. Perlu ada perbaikan.

Saat sedang mengutak-atik tanah seperti itu, tiba-tiba aku merasakan kehadiran seseorang di belakangku.

"Oi, Castani, ini."

"Wah! Bon-san, selamat pagi!"

Pengelola perkebunan, Bon-san yang merupakan mantan petualang.

Sepertinya ia membawa gerobak besar dengan memerintahkan bawahannya untuk menariknya ke sini.

"Gerobak baru, cangkul yang sudah diasah, dan…… sesuai permintaanmu, aku sudah mengumpulkan kulit kerang tiram dengan meminta ke kedai minuman dan toko ikan di kota."

"Bon-san, terima kasih banyak!!"

Berkat suap harian (dari logam mulia milik bandit), hubunganku dengan Bon-san berjalan baik.

Mengendalikan orang lain dengan uang, aku adalah penjahat tipe intelektual yang juga mahir bernegosiasi.

"Ah, baguslah baguslah, tapi untuk apa kamu memakai sampah kulit kerang? ……Hei, kalau kamu ingin makan tiram, itu, masakan andalan istriku adalah masakan tiram……"

"Kulit kerangnya akan kuhancurkan lalu kusebar di ladang!"

"……Hah?"

Akhirnya, kehidupan perkebunanku pun mencapai kematangan.

Teman yang orang tuanya pemilik tanah adalah aset berharga.

Aku meminta tolong pada Kotori-san untuk mendapatkan sebagian area perkebunan sebagai ladang pribadiku.

"Kulit kerang dihancurkan, lalu digunakan sebagai pengganti kapur. Tanahnya terlalu asam, jadi aku ingin menetralkannya menjadi basa."

"Kapur? Asam, basa……? Ah, ya sudahlah, lakukan saja dalam batas yang diizinkan oleh Tuan Tyler……"

"Siap!"

Syukurlah aku belajar banyak hal di dunia sebelumnya……

Ini adalah teknik perbaikan tanah tradisional yang sudah dilakukan di Jepang sejak akhir zaman Edo.

Dengan menyebarkan kapur ke tanah, ia akan mengisi kebasaan dan menyeimbangkan tanah yang terlalu asam.

Tanaman pasti akan senang.

"Benar-benar orang yang aneh. ……Budak yang Gifted, ya."

"Eh? Ada sesuatu yang Anda katakan, Bon-san?"

"Bukan apa-apa."

Setelah bawahannya pulang, Bon-san masih berdiri di belakangku, memperhatikan caraku mengolah tanah.

Jangan-jangan, dia tertarik dengan pekerjaan ladang?

Kehadiran orang di belakangku bertambah.

Dari suara langkah kaki dan getaran di tanah, ada seorang wanita dan anak kecil. Ah, keluarga Bon-san.

"Militia, kamu datang?"

"Iya, anak ini ingin melihat pekerjaan Papa."

Tepat sekali.

Saat berbalik, keluarga Bon-san ada di sana. Istri yang cantik dan putri yang lucu.

Seingatku mereka menikah beberapa tahun lalu, dan anaknya sudah berusia empat tahun ya.

"Sakry, kamu juga ikut?"

"Papa! Gendong~"

Bon-san dengan ringan menggendong putri kecilnya. Wajahnya tenang. Pasti hal seperti itu juga adalah kebahagiaan.

Putri yang digendong itu menatapku sambil mengisap jarinya.

"Wah, kakak budak."

"Kakak budak? Kamu, tahu tentang aku?"

"Iya!"

"Aduh, maaf ya, Castani-san. Suamiku sering bercerita tentang kamu di rumah. Sepertinya putriku jadi tahu tentang kamu karena itu."

"Oi, Militia, jangan……"

"Tidak, justru saya yang berterima kasih karena selalu merepotkan Bon-san, Tuan! Siap!!"

"Siap" adalah kata sihir.

Hanya dengan meneriakkannya dengan penuh semangat, itu menjadi salam yang penuh tekad.

"Itu sudah bukan salam lagi. Ah, lebih dari itu, Castani, ada satu hal yang ingin aku bicarakan padamu."

"Bicara, ya?"

"……Belakangan ini, ada kejadian aneh di kota."

Bon-san merendahkan suaranya.

"Kejadian menyeramkan di mana satu keluarga tiba-tiba menghilang, lalu keesokan harinya ditemukan menjadi mayat."

"Hehehe. Bahaya sekali ya."

"……Satu bulan lalu satu keluarga pemilik toko serba ada dekat bazar, lalu keluarga pandai besi di distrik pengrajin, dan kemudian satu keluarga penjual air di bagian luar kota. Semua menghilang dalam semalam, dan di pagi hari berikutnya, mereka sudah menjadi mayat di suatu tempat di kota."

Kota yang dimaksud adalah kota perdagangan Novis di dekat perkebunan ini.

Tyler Trading juga memiliki kediaman di sana.

Hmm, bazar, distrik pengrajin, bagian luar kota…… ya.

Aku pernah menyusup ke kota itu saat berburu bandit, tapi posisi itu……

"Jaraknya semakin mendekat ke perkebunan kita ya."

"……Ternyata Castani juga berpikir begitu. Kami melakukan ronda malam, tapi jika ini ulah monster, kemampuan kami ada batasnya. Jadi, itu, ah, apa ya."

"?"

Komunikasiku dan Bon-san sedikit tidak nyambung.

Melihat itu, sang istri menunjukkan senyum lembut.

"Fufu, orang ini, dia mengkhawatirkan kamu. Kamu tinggal sendirian di gubuk perkebunan, kan?"

"…………Jangan salah paham, Castani. Kamu adalah budak tani yang cukup kompeten, tidak ada maksud lain selain itu."

"Bon-san! Terima kasih!!"

Bon-san bukan orang baik.

Dia menerima suapku dengan baik, dan orang baik mungkin tidak akan bisa melakukan pengelolaan budak.

Namun, terkait peralatan pertanian atau izin keluar, dia adalah orang yang menepati janji atas negosiasiku.

Jika begitu, dia adalah lawan bicara yang harus kuhadapi dengan etika yang tepat. Penjahat sejati memang peka terhadap hal-hal seperti itu.

"Hei, Castani…… apakah kamu…… punya minat…… berkeluarga……"

"Eh?"

Tapi tetap saja, Bon-san hari ini aneh……

Biasanya dia hanya menggunakan satu sentimeter bagian otak yang paling dangkal, tapi hari ini dia terlihat berbicara denganku sambil memikirkan sesuatu.

"……Haha, lupakan saja."

"Fufu, semoga kamu bisa mengatakannya suatu hari nanti, Sayang."

"Berisik, Militia."

"Hah? Cara bicara macam apa itu kepada istrimu?"

Militia-san yang tersenyum mulai menonjolkan urat biru di wajahnya.

"Ah, maaf…… maaf sekali, karena tadi ada bawahan…… aku ingin terlihat keren…… ah, Militia-san, sakit, maaf, ah! Jangan pelintir lenganku!"

Wah, pertengkaran suami-istri.

Istrinya punya kekuatan cengkeram yang kuat…… teknik sendi yang luar biasa.

"Ca-, Castani, ka-, kalau begitu kami pulang. Kamu juga istirahatlah yang cukup."

"Siap!"

"Ah, Kakak…… itu, anu"

Sakry-chan berlari mendekat.

Aku berjongkok untuk menyesuaikan dengan pandangannya.

"Ada apa?"

Kemudian, dia membenamkan wajahnya ke boneka kelinci yang ia peluk.

Tanda di perut boneka itu sangat mencolok.

"……Boneka yang lucu ya."

"!! Iya! Dikasih sama teman, Fais-chan!"

Sakry-chan tertawa merekah seperti bunga.

"Nanti, Fais-chan juga mau datang main, katanya dia mau main sama kakak dan teman-teman. Rahasia ya."

"Oh, ajakan ke jaringan pertemanan anak-anak? Terima kasih, nanti main lagi ya."

"Benarkah!? Janji ya! Nhehe, Kakak budak! Janji ya~!"

"Oke, nanti kakak ajarkan cara mengolah tanah ya."

Aku melambaikan tangan ke keluarga Bon-san yang menuju rumah.

Tumbuhlah dengan sehat, karena ada kemungkinan kamu akan menjadi anak yang seperti tokoh utama di masa depan.

"Sakry, kamu bicara apa tadi sama Castani?"

"Nanti katanya kakak mau main sama aku!"

"Wah, jangan merepotkan dia ya?"

Ayah yang menggendong putrinya, ibu yang tersenyum melihatnya.

Itu yang namanya gambaran keluarga ya. Pemandangan yang tidak ada hubungannya denganku, dan itu berbeda dengan apa yang aku inginkan.

Meski begitu, sosok mereka yang pulang ke rumah dengan bahagia──.

"Indah sekali ya."

◇◇◇◇

Malam itu, seluruh keluarga Bon-san menghilang.

Di pagi hari berikutnya, mayat seluruh anggota keluarga ditemukan di perkebunan.

Keesokan harinya, Kotori-san menghilang dari kediaman perusahaan dagang.

Sampai sekarang, Kotori-san belum ditemukan.

◇◇◇◇

Saat ini, perkebunan dalam keadaan panik.

Mayat keluarga Bon-san sudah dimakamkan hari itu juga, tapi kematian pengelola perkebunan membawa keguncangan yang besar.

Bersamaan dengan itu, hilangnya putri tunggal dari Tyler Trading, salah satu perusahaan dagang terbesar di kekaisaran.

Wajar jika keributan besar terjadi.

Aku sedang bermeditasi di dalam gubukku.

Mengingat kembali keadaan mayat keluarga Bon-san yang kulihat di ladang.

Bon-san adalah mayat hangus dengan bagian bawah lehernya terbakar habis. Istri dan putrinya memiliki lubang besar di perut mereka.

Bon-san bukan orang baik.

Namun, tidak ada alasan apa pun yang membenarkan cara kematian seperti itu.

Istri Bon-san dan putri kecilnya, Sakry-chan juga begitu.

Kotori-san juga bukan eksistensi yang boleh hilang hanya dalam event sembarangan seperti ini.

Dan yang paling penting.

"Berani-beraninya mengotori ladangku."

Mayat-mayat itu disebar di ladang.

Cara kerjanya berantakan, semuanya berantakan. Penjahat rendahan yang sampah sedang bernapas di dekatku.

──Tidak menyenangkan.

Akan kuhabisi pelakunya.

Mengganggu sekali, aku tidak suka ladang yang sudah kubangun diperlakukan sembarangan.

Benih yang buruk harus dicabut. Ah, kalimat barusan terasa seperti penjahat…… Oke, mari kita sesuaikan kalimatnya sedikit.

"Akan kucabut hama itu, bagaimana?"

Yes, my player.

"──Sesuai kehendak Rajaku."

Di dalam gubuk, White sudah bersiap.

Tak disangka, White ternyata juga akrab dengan Kotori-san. Rambut putihnya sedikit berdiri karena kekuatan sihir.

"Curse, investigasi sudah dilakukan."

"Ah."

Di seluruh ruangan, dokumen dan peta tersebar luas. Wah, ini seperti dokumen investigasi di drama kriminal.

"Peta ini menandai lokasi kejadian hilangnya keluarga yang terjadi. Dan, kami juga sudah menyiapkan semua dokumen terkait kejadian yang mungkin berhubungan, seperti kasus pembunuhan yang terjadi belakangan ini."

"Oh?"

White, bukankah kamu terlalu kompeten?

Dari Curse Brotherhood, bisa-bisa berubah menjadi White Sisterhood nih.

"Tapi, keberadaan Kotori masih belum diketahui…… Jika sama dengan kasus-kasus sebelumnya──"

"Batas waktunya pasti sampai besok."

"……Iya, ya."

……Tampaknya investigasi oleh Ksatria Sihir, organisasi kepolisian negara ini, juga mengalami kesulitan.

"Sepertinya ada juga ksatria yang menghilang saat sedang menyelidiki."

Ya, tidak ada informasi apa pun.

Tapi, jika buntu di sini, itu akan merusak martabat seorang penjahat.

Harus mengulur waktu untuk berpikir……

"Oke, aku sudah punya perkiraan besarnya. Hubungkan lokasi kejadian hilangnya keluarga dengan garis."

Bukankah itu sering terjadi di drama kriminal?

"Garis……? Hah, ini adalah segel sihir gereja simbol …… jangan-jangan……"

Player…… Sejauh mana kau bisa membaca masa depan……

Sepertinya aku berhasil. Aku asal bicara, tapi simbol muncul di peta.

"Tidak salah lagi, ini adalah magic circle dari teknik barrier…… Tenmaku Ryokai no Jin (Formasi Batas Tirai Langit)……?"

Namun, formasi ini belum selesai. Titik asal dalam magic circle, yakni bentuk yang menjadi inti dari formasi ini, tidak ada di sini……

……Hmm? Simbol ? Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

Err, kalau tidak salah……

──Kemampuan kehidupan sebelumnya "Malignant Synchronous Thinking" aktif kembali.

Hah! Iya! Dikasih sama teman, Fais-chan!

"Fais……"

Aku ingat. Benar, boneka yang dimiliki putri Bon-san, Sakry-chan, memiliki simbol yang sama. Kalau tidak salah, dia bilang diberi oleh teman yang bernama Fais-chan atau semacamnya.

"!? Curse, barusan kau bilang apa?"

Eh, wah, suara White keras sekali.

"……Fais."

"Ini adalah…… iya, jadi begitu ya…… Wahai Rajaku, Curse, kau sudah mengetahui hal ini sebelumnya……"

White menulis sesuatu di peta.

Di tengah simbol pada peta, sebuah titik ditambahkan.

"Curse. Dari mana kau tahu nama Fais itu……"

"Beberapa hari yang lalu, dari seseorang."

"…………Begitu, ya."

White menatap dengan tatapan yang terasa menyakitkan. Apa perutnya sakit?

Fais adalah gadis lima tahun yang telah meninggal setengah tahun lalu.

……Eh? Setengah tahun lalu? Bukankah itu aneh?

Karena, beberapa hari yang lalu, Sakry-chan……

──Kemampuan kehidupan sebelumnya "Evil Brain" aktif kembali.

Temanku yang bernama Fais-chan itu juga tertarik dengan ilmu sihir……

Wah, tiba-tiba aku teringat.

Bukan cuma Sakry-chan, Kotori-san juga sempat bilang begitu.

Mereka berdua membicarakan tentang gadis yang sudah meninggal.

Tempat yang harus diselidiki sudah ditentukan.

Menyelidiki rumah Bon-san, lalu rumah Fais.

Lagipula, pelakunya pasti orang itu.

Apa-apaan ini, apa di dunia lain juga ada hantu dan sejenisnya?

Tolong hentikan, aku hidup di sini dengan niat sepenuhnya menjalani dunia fantasi.

……Tidak, tunggu.

Benar, ini dunia lain, bukan dunia horor.

Event ini pasti yang itu.

Kelihatannya ulah hantu, tapi sebenarnya bukan sama sekali!

Ini pasti kasus di mana pada akhirnya pelakunya adalah manusia yang paling menakutkan!

Kalau begitu, masih ada peluang menang! Mari kita bunuh semua pelakunya dan selesaikan ini.

"Curse. Berikan perintahmu."

White berlutut. Oh, auranya sebagai organisasi jahat mulai terasa.

"Oke, Curse Brotherhood malam ini akan pergi berburu."

Karena tidak mungkin ada hantu atau arwah gentayangan, aman!

"Malam perburuan monster."

◇◇◇◇

Dan begitulah, aku datang ke rumah Bon-san dengan penuh semangat.

Ya, ini sangat buruk.

Aku penasaran Sakry akan jadi anak seperti apa ya, aku tidak sabar menantikannya.

Fufu, benar juga. Karena dia suka melihat orang memasak, mungkin saja dia jadi koki.

Terdengar suara pria dan wanita dengan sangat jelas.

Padahal rumah ini seharusnya sudah kosong.

Player, suara ini…… itu……

"Tidak, tidak, tidak. Itu pasti ada tim investigasi dari Ksatria Sihir yang sedang masuk, kan?"

Pasti karena itu juga rumah yang seharusnya kosong ini memiliki lampu yang menyala.

Nah, lilin atau lentera…… eh? Tidak ada api yang menyala.

……Lalu kenapa rumah ini terang?

……Ksatria Sihir seharusnya sudah terpancing oleh operasi pengalihan White……

"……Kalau begitu, siapa suara yang terdengar dari ruang tamu ini?"

……Bukankah itu arwah gentayangan?

"Jangan sebut 'itu' atau 'arwah' begitu. Kalau itu benar arwah dan dia marah karena kau panggil dengan sebutan 'itu', kau mau tanggung jawab bagaimana?"

Jangan-jangan Player, kau takut hantu── "Tidak ada yang namanya hantu."

Mengeluh pun tidak ada gunanya.

Aku berjalan perlahan menyusuri rumah abad pertengahan yang terbuat dari kayu dan bata itu.

Bau tajam menusuk hidung, bau campuran sampah dan darah. Sering kucium di kamp bandit…… bau tempat di mana orang mati.

Lalu, aku mengintip ke ruang tamu──.

Aku ingin dia ikut les. Menambah hal yang bisa dilakukan demi masa depan itu penting.

Astaga, kamu ini tidak sabaran sekali.

Itu Bon-san dan Militia-san.

Mereka duduk di kursi berlumuran darah sambil berbincang ceria.

Di dinding dan lantai ruang tamu terdapat noda darah.

Di langit-langit masih menempel bekas telapak tangan berwarna hitam pekat.

Dan, bertolak belakang dengan kondisi ruangan yang tragis, ada sepasang suami istri yang berbincang dengan senyum ceria.

Padahal, aku sendiri sudah melihat mayat mereka di ladang.

Oh! Sudah datang, Castani! Duduk di sana. Militia, siapkan masakannya.

Fufu, tunggu sebentar ya, Castani-kun.

"……Halo, Bon-san, Militia-san."

Sesuai tawaran suami istri yang seharusnya sudah mati itu, aku duduk di kursi.

Ada empat kursi mengelilingi meja; aku, Bon-san, Militia-san, dan satu kursi kosong untuk anak kecil.

Sakry-chan, anak yang seharusnya duduk di sini, tidak ada di mana pun.

Iya, menunggu lama ya, Castani-kun.

Jangan sungkan, makanlah! Masakan tiram Militia itu yang terbaik.

Dari panci yang diletakkan di atas meja, tercium bau busuk.

Sup berwarna hitam pekat yang meleleh, dan di dapur terlihat cangkang tiram berserakan.

"……Jadi, kalian berniat memberiku makan ini?"

Percakapan dengan Bon-san di ladang beberapa hari lalu terlintas di pikiranku.

Meskipun segalanya sudah terlambat.

Ada apa, Castani? Jangan sungkan. ……Hei, aku berterima kasih padamu atas urusan di perkebunan. Kalau kau tidak keberatan…… maukah kau tinggal bersama di rumah ini?

Fufu, akhirnya kamu bisa mengatakannya ya. Hei, Castani-kun. Sakry juga menginginkan seorang kakak laki-laki. Kalau kau mau, aku sangat berharap kau bisa menjadi keluarga kami.

"Bon-san, Militia-san……"

Player, mereka…… itu…… sulit untuk dikatakannya, tapi…… mereka sudah……

Ah, aku tahu, Navi.

Air mata dan kesedihan tidak dibutuhkan oleh penjahat. Yang dibutuhkan hanyalah tindakan.

"Bon-san, di mana Sakry-chan?"

Oh, dia sedang main ke rumah temannya. Fais-chan, kalau tidak salah?

Benar, benar, Fais-chan. Anak yang sangat baik dan pintar. Katanya impiannya masuk Akademi Sihir.

Di sini pernah ada masa depan.

Ada harapan dan impian yang digambar oleh keluarga yang hangat. Tapi, hal itu tidak akan pernah kembali ke dunia ini.

"Begitu ya, aku menantikan masa depan Sakry-chan."

Oh, benar sekali──eh?

Srak.

"Curse Enhancement".

Aku menyelimuti garpu di meja dengan Cursed Power, lalu menusukkannya ke telapak tangan Bon-san.

A-, aghhhhhhh!? Ca-, Castaniii!? Kau ini kenapa!?

"Apa sakit? Bon-san."

……Eh? Ah…… eh?

Bon-san gemetaran sambil menatap bekas lukanya.

Tidak ada apa-apa. Tidak ada luka, tidak ada darah, tidak ada apa pun.

Bon-san tertegun menatap tangannya sendiri.

"Rasa sakit adalah bukti kehidupan. Mengeluarkan darah dan mendapat luka adalah hak istimewa makhluk hidup. Kau mengerti, kan, Bon-san?"

A-, a…… mu-, mustahil……

Ka-, kami…… tidak mungkin……

Militia-san juga sepertinya menyadarinya.

"Kalian sudah mati. Bon-san, Militia-san."

Ah, aghhhhhh…… benar, aku, malam itu, tidak bisa melindungi keluargaku…… ah, maaf, maafkan aku, Militia…… Sakry.

Kamu…… ah, aku ingat, kami…… sudah…… Sakry, Sakry ada di mana……?

"Aku akan mencarinya."

『『Eh?』』

"Aku yang akan membawa Sakry-chan pulang ke rumah ini. Karena itu, katakan padaku, siapa yang membunuh kalian?"

『『……』』

Bon-san dan Militia-san menunjuk ke arah rak.

Ada boneka kelinci berwarna biru di sana.

Tanda di perutnya. Desain yang sama dengan boneka yang dibawa Sakry-chan ke ladang.

Saat aku menyentuhnya, boneka itu terbungkus api biru dan terbakar habis.

Pada saat yang sama──.

Kriiiiieee. Terdengar suara sesuatu terbuka dari lantai dua.

Pintu kamar anak tampaknya telah terbuka……

Pasti ada sesuatu di sana.

Sisanya──.

Aghhhhhhh, Sakry, Sakry, aku ingin lebih, lebih lama lagi bersama kalian! Militia, Sakry! Padahal aku seorang ayah! Tidak bisa melindungi kalian! Aghhhhh

Maafkan aku, maafkan akuuuu, Sakry, meninggalkanmu sendirian! Ah, aku ingin terus melihat masa depanmu! Aghhhhhh, maafkan aku karena tidak bisa melindungimu! Aghhhhhhh

Krak krak krak. Mereka mulai mencungkil papan lantai dengan tangan kosong.

Kondisi suami istri itu aneh.

Kontur tubuh mereka memudar, dan mata mereka berubah menjadi hitam pekat.

……Rumah ini sudah berada di bawah kendali teknik barrier "Tenmaku Ryokai". Lampu yang menyala dan keadaan di luar jendela yang terang adalah karena ruang ini adalah ruang yang dibuat dari kekuatan sihir yang terpisah dari dunia nyata.

Seperti yang diharapkan dari Navi, kau ahli sekali.

Lain kali, tolong beri tahu aku hal semacam itu sedikit lebih awal.

『『Akan kukutuk kau…… akan kukutuk kau』』

……Jiwa mereka mulai tercemar oleh kekuatan sihir Ryokai. Jika dibiarkan, mereka akan berubah menjadi eksistensi yang menyerang manusia.

Itu tidak boleh terjadi. Kalau begitu, mari kita lakukan apa yang harus dilakukan.

"Tidak perlu, kalian tidak perlu mengutuk siapa pun."

Aku mengalirkan Cursed Power ke lengan, lalu menyatukan kedua tangan.

Dari pertarungan dengan White beberapa tahun lalu, sudah terbukti bahwa Cursed Power akan menimpa kekuatan sihir.

Seperti kata Navi, jika jiwa mereka terjebak oleh kekuatan sihir di tempat ini.

Mari kita akhiri dengan Cursed Power-ku.

"Kalian tidak perlu mengutuk apa pun."

……Cahaya hangat…… membuatku tenang…… ah…… Sakry, kamu pergi ke mana.

Castani, kamu adalah……

Pasangan itu lenyap karena Cursed Power yang menyembur dari tubuhku.

Sampai jumpa, Bon-san, Militia-san.

"Namaku adalah Curse. Wahai suami istri baik hati yang kalah oleh tragedi. Hanya penyesalan itu saja yang akan kupikul, tidurlah dengan tenang."

Bon-san menunjukkan ekspresi terkejut pada wajahnya yang perlahan menghilang, lalu disusul dengan senyum tenang.

"Putri kalian, Curse ini yang akan membawanya pulang."

Wajahnya kembali ke wajah tenang yang kukenal. Bon-san melihat ke arahku sambil tetap memeluk istrinya.

……Merepotkanmu, ya.

"Sama-sama."

Sosok suami istri itu kini sudah tidak ada di mana pun.

Aku menginjak lantai yang mereka cakar untuk meratakannya kembali.

Player…… kau benar-benar orang yang lembut ya.

"Tidak juga."

Aku menuju kamar anak di lantai dua. Di dalam kamar sangat gelap, tidak terlihat apa pun.

Apa kau pikir aku akan takut sekarang? Aku akan menghadapinya.

Fwoosh. Aku berganti pakaian dengan jubah hitam yang ditenun dari Cursed Power.

Aku melangkahkan kakiku ke dalam kamar itu.

Mari kita mulai──permainan penjahatnya.

◇◇◇◇

"Sedikit gawat nih."

Rambut pirang lurus.

Kulit seputih porselen, mata biru. Wajah yang sangat kecil hingga terasa mustahil. Penampilan yang akan dinilai sebagai gadis cantik oleh siapa pun yang melihatnya.

Namanya adalah Snow von Lichte.

Putri tunggal dari keluarga Duke Lichte, bangsawan kekaisaran.

Sesuai tradisi bangsawan, ia yang berpartisipasi dalam Ksatria Sihir sejak kecil sedang menyelidiki kasus hilangnya orang yang terjadi di kota ini.

Saat menyentuh boneka aneh yang ia temukan selama investigasi, ia terlempar ke tempat ini──.

"Ma-, maafkan aku, tidak disangka…… sampai melibatkan putri seorang Duke……"

"Tidak apa-apa! Jangan pedulikan itu! Syukurlah kau selamat, Tyler-san. Ah, boleh aku memanggilmu dengan nama depan?"

"Hi-, hiya! Ko-, Kotori. Putri Duke……"

"Terima kasih, Kotori-chan, panggil saja aku Snow!"

"Eh, ……Ah, kalau begitu, Snow-sama……"

Menemukan orang hilang yang dicari, Kotori Tyler, memang bagus, tapi……

"Tapi, tempat apa ini ya."

Rumah.

Tidak ada jendela, keadaan di luar tidak bisa dipastikan.

Pintu pun tidak terbuka. Aku sudah mencoba menghancurkannya, tapi tidak bisa rusak.

"A-, aku tidak, tahu. Aku juga, saat bangun pagi, sudah ada di sini…… hiks……"

"Ah, jangan menangis! Kotori-chan, tidak apa-apa! Ya!"

"Hiks…… maaf, kan. Aku, merepotkan putri bangsawan…… hiks……"

"Aah…… tenanglah, Taira-san! Ah."

"Eh? Taira-san? Anu, maaf, aku……"

"Maaf, aku tidak sengaja salah sebut, anu…… aku hanya ingin memastikan…… apakah namamu Kotori Taira?"

Masa lalu dari putri Duke Snow von Lichte adalah Putri Kedua Snow von Lichten.

Ia adalah seorang bereinkarnasi.

Dan, ia mengingat memori kehidupan sebelumnya dengan jelas.

"Eh? Anu, aku Kotori Tyler, hiks, Taira?……"

"So-, begitu ya…… ehehe. Maaf ya, Kotori-chan, aku menanyakan hal yang aneh."

Sembari beradaptasi dengan dunia ini, ia mencari mantan teman sekelasnya dan berniat melindungi mereka jika perlu.

"Eh. Ti-, tidak……"

"Baiklah, apa pun itu, mari cari jalan keluar! Tidak apa-apa, pasti akan ada jalan!"

"Ah, iya! Eh?"

Rambut Kotori bergetar.

"Anu, Snow-sama, anu, di bawah sini, dari bawah kaki, apakah Anda merasakan kekuatan sihir yang besar?"

"Eh. Ah! Be-, benar!"

Seorang penyihir bisa merasakan kekuatan sihir.

Terbagi menjadi dua jenis, mereka yang mampu secara bawaan dan mereka yang mampu secara perolehan melalui pelatihan……

"Apakah Kotori-chan punya bakat kekuatan sihir sejak lahir?"

"Ti-, tidak, belakangan ini…… se-, sebenarnya, sejak dulu aku mengagumi penyihir…… ta-, tapi belajar kekuatan sihir baru dimulai belakangan ini……"

Snow adalah manusia yang mampu merasakan kekuatan sihir sejak lahir.

Snow diam-diam terkejut bahwa kemampuan deteksi kekuatan sihir Kotori jauh lebih tajam daripada dirinya.

"Belajar sendiri? Atau dengan guru les?"

"Ah, anu, aku belajar pada Sensei……"

"Sensei? Apakah dia seorang penyihir?"

"Ah, ah, ti-, tidak, dia anak laki-laki yang bekerja di perkebunan kami. Dia bilang, rasakan kekuatan sihir dengan sensasi kulitmu yang meluas……"

"……Kaget. Luar biasa, padahal kurasa belajar sendiri, tapi dia mengatakan hal yang sama dengan Guru Glerod…… Hei, Kotori-chan, siapa nama anak itu?"

"Ah, anu, Ca-, Castani-kun. Namanya langka, katanya itu nama dari wilayah timur yang jauh."

"Ca-, castani?"

Langkah Snow terhenti.

Wajahnya menegang, tapi Kotori tidak menyadari hal itu.

"Ah, iya──Castani-kun."

"…………Anak itu, apakah nama belakangnya bukan Takihito?"

"Nama belakang……? Ah, anu, dia adalah budak di kediaman kami…… jadi kurasa dia tidak punya nama keluarga……"

"──Budak…… Castani-san…… benarkah, kau……"

Snow menahan napasnya.

"Halo, para kakak."

““Eh?””

Seorang gadis berdiri di belakang mereka berdua.

Gadis berambut cokelat dengan gaun biru, memeluk boneka kelinci.

"……Fais-chan……?"

"Kakak Kotori, kamu datang. Aku senang."

"……Kotori-chan, apa kalian saling kenal?"

"I-, iya, teman yang baru, baru saja kukenal…… eh, jadi, ini rumah Fais-chan……?"

"……"

Gadis itu diam menanggapi perkataan Kotori.

Fais, nama itu diketahui oleh Snow.

"……Kotori-chan, kapan tepatnya kamu mengenal anak ini?"

"Eh? Ba-, bulan lalu……"

"……Fais-san, bolehkah saya memanggilmu Fais Blumeil?"

"Iya, benar sekali, Kakak penyihir."

"……Ibumu bekerja di kedai minuman, kan?"

"Iya."

"Terakhir, aku ingin bertanya satu hal lagi."

Snow merendahkan suaranya.

"Kamu sudah meninggal setengah tahun yang lalu, kan?"

"Aha."

Gadis itu tersenyum menyeringai hingga menampakkan gusi.

"Cari Fais ya, kalau mau pulang ke rumah."

Tubuh gadis itu menghilang begitu saja.

""……

Snow dan Kotori saling bertatapan dalam diam.

Krak, kriiieee. Di balik ruang tamu, pintu yang menuju ke ruangan lain terbuka.

"……A-, apa yang harus kita lakukan?" Kotori menatap Snow. "……Kita tidak punya pilihan selain pergi, kan."

Mereka berdua yang memiliki kemampuan merasakan kekuatan sihir sudah menyadarinya.

Bahwa di balik pintu ini, kekuatan sihir yang mengerikan sedang bergejolak.

"……Kotori-chan, apakah kau tahu teknik barrier yang disebut "Tenmaku Ryokai"?"

"A-, aku pernah mendengarnya……"

"Ya, syukurlah kalau begitu. Aturan untuk memecahkan "Tenmaku Ryokai" hanya satu. Temukan penggunanya dan kalahkan dia. Itu saja. Artinya, kita harus pergi ke sana. Bagaimana pun terlihatnya, ini adalah jebakan, tapi kita harus mencari anak itu di dalam wilayah Ryokai ini."

Yang akan dimulai sekarang adalah pertarungan hidup-mati antar penyihir.

"Kotori-chan. Aku akan membawamu pulang ke keluarga dengan selamat. Kekuatan sihir di ruangan ini menunjukkan bahwa ruangan ini adalah satu-satunya zona aman…… setidaknya kau, tetaplah di sini──"

"A-, aku juga, aku ikut!"

"Eh?"

"A-, aku, memang orang yang lamban, bodoh, dan payah, ta-, tapi! A-, aku tidak bisa membiarkan Snow-sama yang datang menyelamatkanku sendirian! Ti-, tidak bisa!"

Kotori yang setengah menangis menghasilkan garam di telapak tangannya.

"Na-, nama Gift-ku adalah Salt Pillar (Eshet Rod)! A-, aku akan melindungi diriku sendiri! Uhuk, uhuk!"

"Kotori-chan, ternyata kau juga seorang Gifted…… tapi kau tidak apa-apa!?"

"Uhuk! Uhuk! Ma-, maafkan aku, karena aku berteriak terlalu keras, ludahku masuk ke saluran yang salah…… uhuk."

Snow mengusap punggung Kotori.

"Be-, benarkah, kau tidak takut? Kotori-chan."

"Ta-, takut sih…… tapi, aku ingin pergi bersama Snow-sama! Ugh! Uhuk!"

Kotori memaksakan suaranya dengan mata berkaca-kaca. Snow bergumam "terima kasih" dengan pelan.

Mereka berdua berjalan menyusuri ruangan.

Setelah melewati pintu yang terbuka, di sana──.

Ibu, hei, buka pintunya, hei……

Tidak apa-apa kan? Itu kan anakmu. Biarkan saja terkunci di gudang.

Fufu, tidak apa-apa. Kalau dibiarkan sebentar, dia akan tenang…… daripada itu, sentuh di sini, cepat…… semuanya sudah berantakan……

Dasar wanita jahat.』『Ara, kau tidak suka wanita jahat? ──Ahnn.

Pemandangan terburuk.

Laki-laki dan perempuan saling melilit di tempat tidur yang hangat, sementara suara gadis kecil yang lirih dari lemari yang dingin tidak tersampaikan.

Snow dan Kotori hanya bisa melihat pemandangan itu.

Tak lama kemudian, pria dan wanita itu menghilang dari tempat tidur, dan pada saat yang sama, rasa kaku pada tubuh mereka hilang.

"……"

Snow membuka lemari. Tidak ada siapa-siapa di sana.

Ibu selalu membawa pria asing ke rumah. Sejak Ayah meninggal, selalu, selalu begitu. Saat pria itu datang, aku selalu dimasukkan ke dalam lemari yang dingin dan gelap.

Suara itu bergema.

Kriiiiieee.

Pintu di ujung ruangan terbuka.

Snow dan Kotori memahaminya.

Ini adalah ingatan.

Setiap kali melewati ruangan, mereka akan terus menyaksikan ingatan Fais Blumeil, pemilik "Tenmaku Ryokai".

Snow dan Kotori terus melangkah.

Di sana──.

Err, kekuatan sihir adalah... anugerah? yang diberikan tujuh Dewa Agung ke bumi... Dengan menggunakan kekuatan sihir, seseorang bisa memunculkan fenomena yang diinginkan, ini disebut sihir. Sihir didasarkan pada teknik untuk memberikan arah dan hukum...

Seorang gadis yang membaca buku dengan suara keras sendirian.

Namun, tiba-tiba ibunya muncul dan merampas buku itu.

Sudah kubilang berhenti membaca buku itu!! Apa kau pamer karena merasa pintar? Kau meremehkanku yang tidak berpendidikan seperti pria itu!!?? Agh! Mata itu, sama saja! Mata yang sama dengan penyihir lemah tak berguna!!

Tidak mau! Kembalikan! Ibu! Itu buku Ayah! Jangan hina Ayah! Kembalikan, ah

Srek.

Buku itu disobek oleh sang ibu, lalu dibuang.

Gadis itu merangkak di lantai, mengumpulkan halaman-halaman buku yang sudah terkoyak.

……Bukunya, masih, bisa dibaca…… kalau dikumpulkan dan disambung, bisa dibaca……

Menjijikkan…… sudah kubilang berhenti membaca!! Gara-gara kau, pria jadi tidak mau mendekat! Padahal aku bisa bersinar lebih terang! Kalau saja kau tidak lahir! Hidupku berantakan!! Kembalikan! Kembalikan hidupku!!

Plak! Fais dipukul dan ditendang berkali-kali.

Entah sejak kapan, sosok ibunya menghilang.

Fais berdiri mematung dengan wajah yang bengkak karena dipukuli.

……Kenapa aku hidup ya?

Bagaimana caranya agar Ibu mau melihatku?

Semua teman-temanku, Rai-kun, Sheena-chan, Sakry-chan punya Papa dan Mama yang baik, kenapa Fais tidak punya?

Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu.

Pintu berikutnya terbuka, di sana──.

Pu, hi, hihihihihihi

AAAAAaaaaAAAAaaaa!!

Panas, jeritan, teriakan.

"……Ah, tidak mungkin……"

"Ti-, tidak mungkin……"

Kotori terduduk di tempat. Snow pun membuka matanya lebar-lebar dan menggigit bibirnya.

Fais yang sedang dibakar hidup-hidup, sosok itu ada di sana.

Ruang bawah tanah, mungkin.

Di ruangan yang dipenuhi berbagai alat siksa itu, seorang pemuda gemuk berpakaian mewah membakar Fais yang terikat dengan api biru.

Sakit, sakit sekali, panas, sakit sekali

Sihir, hebat sekali! Membakar manusia itu menarik sekali!

Kenapa, Tuan Bangsawan, katanya, A-, Anda akan mengajarkanku sihir…… ahhhhhh

Pfuuh! Buho! Kau benar-benar percaya hal seperti itu dan mengikuti? Hiahiaha! Kau adalah bahan latihan sihirku, tumbal! Tumbal! Kau adalah tumbal kebahagiaanku! Ah, ternyata apa yang dikatakan orang itu adalah kebenaran! Bukankah sihir itu semudah ini!

Ah, kenapa, sihir, Ayah, tolong, Ayah, panas, panas, Ayah

Ah, dia keluar! Ayah! Pupuupu! Lucu sekali saat semua orang memanggil orang tua saat mau mati. Bukankah ayahmu sudah mati!? Kasihan sekali wkwkwkwk. Tidak punya ayah, dijual oleh ibunya pula!

Di-, dijual……?

Pfuuh! Kau tahu! Kau dijual oleh ibumu! Sebagai bahan latihan sihirku! Harganya 1000 Gold! Uang receh yang tidak cukup untuk bayar minuman semalam! Kasihan, kasihan sekali!!!

……Eh

Ahhhh, wajah itu, sempurna…… membakar anak kecil itu sempurna, hiahiaha, para penyihir tidak berguna di Akademi Sihir, akan kubuat kalian menyesal! Karena tidak mengakui kejeniusanku ini!!

Kobaran api biru semakin membesar.

Kehidupan singkat Fais berakhir di sana.

Gadis itu mengakhiri hidupnya sebagai tumbal.

Ingatan Fais menghilang dari hadapan Kotori dan Snow.

Lingkungan berubah menjadi ruangan yang suram.

Kotori meneteskan air mata dalam diam, sementara Snow mengepalkan tinju dengan tubuh yang gemetar.

Seharusnya aku melakukan apa ya

Suara Fais bergema.

Hei, beri tahu aku

Fais muncul di hadapan mereka berdua.

Bagaimana caranya supaya Fais bisa hidup dengan bahagia

Snow dan Kotori tidak bisa menjawab apa pun.

Ada eksistensi yang tidak bisa diselamatkan oleh orang baik sekalipun.

Tapi, Fais sudah tahu

Untuk menjadi bahagia, kita harus menjadikan orang lain sebagai tumbal

Karena total kebahagiaan sudah ditentukan sejak awal, kita harus mengambilnya dari orang lain. Orang yang membakarku juga bilang begitu

Makanya aku menjadikan semua orang sebagai tumbal. Aku membakarnya dengan api biru dan mengirimkannya kepada Tuhan. Semua orang berteriak dengan sangat keras, "tolong, tolong". Padahal percuma saja, Fais juga berteriak, tapi tidak ada yang menolongku

Seseorang mengambil kebahagiaan dari orang lain. Dunia berputar seperti itu

Fais terus tertawa polos.

Gadis murni itu menjadi rusak saat tetap murni.

Snow melangkah maju.

……Kakak?

"Maafkan aku……"

Dengan lembut, ia memeluk Fais.

"Dunia tidak seperti itu, setidaknya kau…… seharusnya lahir untuk menjadi bahagia……"

……Sangat panas, dan sakit. Tapi, tidak ada yang menolongku……

Fais membalas pelukan Snow dengan erat.

Makanya, sekarang aku mengambilnya dari orang lain. Karena saat aku minta tolong, tidak ada yang menolongku. Jadi aku harus merebutnya

Fais adalah pelaku dari rangkaian kejadian ini.

Jiwa yang mati, mendapatkan kekuatan sihir, lalu mengamuk dan berubah menjadi monster yang mengutuk orang lain.

Pekerjaan Snow, yang merupakan bangsawan sekaligus murid penyihir, adalah membunuhnya.

Tapi──.

"……Maafkan aku. Aku bahkan tidak bisa membagi rasa sakit dan penderitaanmu. Kamu boleh membenciku karena hanya bisa melakukan tindakan yang memuaskan diri sendiri ini…… tapi, Fais-san……"

Inilah Snow von Lichte.

Dia selalu lurus dan bodoh.

"Jangan jatuh menjadi binatang……! Kumohon, sudahlah…… jangan lakukan hal seperti ini……!"

Snow tahu kata-katanya terdengar konyol.

Dia sadar itu sama sekali tidak menghibur Fais.

Namun, tubuhnya bergerak lebih cepat dari pikirannya untuk memeluk Fais.

……Kakak baik sekali ya, sangat cantik, dan sangat hangat……

Ya, semua kata-kata Snow benar.

Makanya, jadilah ibuku

"Eh?"

Dan, tidak ada lagi orang di sini yang bisa diselamatkan oleh kebenaran.

Melahirkanku sekali lagi? Jadilah ibu yang baik untukku, ya?

"Snow-sama!!"

Kotori tanpa sadar mencoba memisahkan Snow dan Fais, namun terlambat.

Tenmaku Ryokai "Fais Dream"

"U-, ah……"

Perut Snow membuncit tiba-tiba.

"T-, Fais-san, ini…… uh!?"

Rasa sakit yang luar biasa, sesuatu menggeliat di dalam perut putih Snow.

Aku ingin kau melahirkanku. Ibu Rai-kun, kakak Rai-kun, Mama Sheena-chan, Sheena-chan, Mama Sakry-chan, Sakry-chan. Semuanya, gagal. Mereka tidak melahirkanku

"……Jangan-jangan"

Dalam benak Snow, penyebab kematian para korban wanita terlintas.

Ada lubang di perut mereka, itu artinya──.

Kalau Kakak, pasti bisa melahirkan Fais lagi kan?

Anak ini, perutnya──.

Kotori menahan Snow yang ambruk.

"Snow-sama……! U-, uaaaaaa! Kumohon, Gift "Salt Pillar (Eshet Rod)"……!"

Gift miliknya yang diaktifkan Kotori tanpa sadar.

Kemampuan yang hanya menghasilkan garam di telapak tangan. Namun.

"Kotori……-chan, luar biasa, saat kau menyentuhku, rasa sakitnya……"

Garam yang tumpah dari tangan Kotori bersinar.

Kabut hitam yang melilit perut Snow sedikit demi sedikit disucikan oleh garam tersebut.

Aha, ahahaha, luar biasa, ternyata Kotori-chan juga spesial, baguslah, punya Papa dan Mama yang baik, kaya, punya bakat sihir dan Gift, semuanya, enak ya

Mata Fais berubah menjadi hitam pekat.

Mulutnya tersenyum lebar hingga hampir robek.

Itu bukan lagi ekspresi manusia.

Tapi, aku juga sudah jadi spesial, lho

Tubuh Fais mulai terbakar hancur.

Kakinya terbakar runtuh, dan kedua lengannya berubah menjadi api biru. Gadis itu melayang ke udara.

Monster sihir yang lahir dari seseorang dengan bakat penyihir yang mati dalam penyesalan dan keputusasaan.

Namanya adalah──.

"Wraith (Hantu)……!"

Kakak Kotori, panas itu sangat menyakitkan dan menyiksa

"……"

Fwoosh, fwoosh!

Di sekelilingnya, bola api biru melayang.

Kotori mengerti, api itu memiliki kekuatan untuk menghanguskan daging dan tulangnya dengan mudah.

Atau, mau lari? Boleh saja, kalau kau meninggalkan kakak cantik itu

"Ti-, ti-, tidak bisa!"

Kenapa?

Nadanya ketakutan. Tatapannya tidak fokus.

Namun, Kotori tidak akan pernah mundur.

"A-, aku tidak tahu, tapi, tapi…… kalau aku lari dari sini, pasti akan jadi, ti-, tidak benar"

Ahahaha, cantik sekali, Kakak Kotori juga

"Hiuuu!!?? Eh, eh, Salt Pillar (Eshet Rod)! Lindungi Snow-sama!!"

Kotori tanpa sadar menghantamkan kedua tangannya ke tanah.

Sesuai gerakannya, dinding yang terbuat dari bongkahan garam tumbuh dari tanah.

Duarr! Api biru besar dan dinding garam saling bertabrakan.

Snow tahu dalam sekejap.

Tidak bisa ditahan. Itu bukan api yang bisa ditahan oleh Gift Kotori yang lemah.

"Kotori……-chan, ti-, tidak, la-, lari……"

"Hiuuu, ti-, tidak mau!"

"Ke-, kenapa……"

"Ka-, kalau aku lari di sini, itu artinya aku meninggalkan Snow-sama! Aku tidak mau melakukan ituuuu!"

Kotori menuangkan kekuatan sihir untuk menjaga dinding garam dengan kedua tangan di depan.

Dia menangis sesenggukan, telapak tangannya melepuh, bau daging terbakar tercium.

Kotori Tyler membenci dirinya sendiri.

Tidak bisa belajar, tidak bisa berolahraga, dan tidak pandai bicara.

Di sekolah dagang yang ia hadiri, dia selalu sendirian.

Dia membenci dirinya yang seperti itu. Oleh karena itu.

"A-, aku ingin berubah! Ma-, makanya, aku tidak akan lari! ──Ah"

Kekuatan api biru meningkat. Telapak tangan Kotori terbakar, dan Fais menyeringai.

Kakak Kotori juga, mau jadi sama denganku?

Api biru melelehkan dinding garam, Kotori tertelan olehnya──.

"Tidak, tidak perlu melakukan itu."

Eh?

Srak.

Api biru menghilang.

Pada saat yang sama, kedua lengan api Fais terpotong. Terpotong oleh cahaya putih.

"Eh?"

Di depan Kotori, seorang gadis berjubah hitam muncul.

Gadis dengan rambut yang diikat dengan jepit perak, mengenakan topeng perak yang menutupi mata hingga hidungnya.

Aghhhhh!? Lenganku~~~~

Jeritan Fais yang kehilangan kedua lengannya menggema di ruangan.

Tanpa memedulikan jeritan itu, gadis bertopeng perak berbalik ke arah Kotori.

"Koto──Nona Tyler. Luar biasa, kau tahu apa yang kau lakukan tadi? Itu namanya keberanian."

"Ah, eh, a…… a, a, a, apakah Anda……"

Siapa, kau!?

"White. Ksatria pertama dari Raja Kutukan."

Hanya menjawab itu, gadis itu pergi ke arah Snow yang terkapar. Ia menatapnya sambil berbicara.

"Nona bangsawan…… di dalam rahimmu, kutukan Wraith bersemayam."

"……A-, apakah Anda…… sekutu……?"

"Setidaknya, aku sekutu Nona Tyler."

"……Tentang diriku, tidak usah…… tolong…… Kotori-chan……"

"Ara, kau bangsawan tapi bicara aneh, tidak ingin selamat?"

"Ugh…… yang harus diutamakan selalu rakyat, itu adalah kewajiban seorang bangsawan……!"

"Hehehe…… perut putih itu buncit. Tidak takut? Kalau dibiarkan, perutmu akan dibelah dan kau akan mati."

Gadis berambut putih mengusap perut Snow.

Dalam jarak di mana bibir mereka hampir bersentuhan, kata-kata dingin gadis berambut putih itu tertuju pada Snow.

Snow menggigit bibirnya.

"……Kalau memang pengorbanan yang diperlukan, maka bangsawan seperti diriku saja sudah cukup…… karena itu adalah alasan keberadaan seorang bangsawan……!"

"Bodohnya kau."

"Bodoh…… tidak apa-apa! Dulu maupun sekarang, inilah aku! Pengorbanan, akan aku terima──"

"Sudah kubilang, tidak perlu melakukan itu."

OOOoooOOOooon! Chu-chu-chu-chu! Bumooooooo!

Tiba-tiba, lolongan binatang bergema di ruangan itu.

““!?””

Snow dan Kotori gemetar.

"Karena Rajaku sudah datang."

Suara memikat gadis berambut putih itu memenuhi ruangan dengan tenang.

Tok, tok, tok.

Di ruangan luas itu, seseorang berjalan dari balik kegelapan.

Ah, eh……?

Regenerasi lengan Fais selesai. Bahkan dia yang sudah kehilangan nyawa dan menjadi ketakutan itu sendiri, gemetar.

Si-, siapa……?

Bertanya pada kegelapan, kegelapan menjawab.

"Curse."

Hanya itu.

◇◇◇◇

Berat.

Kesan setelah melihat tur pengalaman masa lalu yang menyedihkan dari seorang gadis.

Setelah menyelesaikan tur melihat masa lalu yang membuat mual, saat aku berjalan asal, semua orang ada di sana.

Kotori-san, White, dan gadis berambut pirang. Gadis berambut pirang itu…… sepertinya pernah kulihat.

Gadis yang terlihat melayang itu pasti Fais.

Anu…… bukankah itu artinya hantu──

Diam, Navi.

Menurut cerita, itu monster yang disebut Wraith, jadi itu bukan itu. Hantu tidak ada di dunia ini.

Si-, siapa……?

"Curse."

Ayo, mari beradu kutukan.

Setelah melihat masa lalumu yang menyedihkan dan nasib yang penuh penderitaan itu──.

……Kau datang untuk membully Fais?

"Tidak, aku datang untuk membunuhmu."

Akan kuhabisi kau.

!! Benci!!

Api biru mendekat. Hmm, output-nya tidak buruk.

"Ah! Bahaya!"

Jeritan Kotori-san terdengar dari balik api.

Cukup panas juga. Tapi, kalau api yang ditenun dengan kekuatan sihir, tidak masalah.

Aku menahan api itu dengan Cursed Power di lenganku, lalu langsung.

"Membosankan."

……Eh?

"Eh……"

"Ti-, tidak mungkin……"

"Luar biasa……"

Fais yang tertegun, Kotori-san yang membuka mata lebar-lebar, gadis berambut pirang yang terkejut, dan White yang menghela napas kecil.

Sedikit pertunjukan di depan penonton.

Plop……! Aku meremas bola api itu menjadi ukuran telapak tangan.

Sayang sekali.

Padahal api biru itu sihir dengan penampilan dan output yang tidak buruk, tapi hanya dilepaskan dengan paksa begitu saja. Penggunanya tidak punya imajinasi dan ketangkasan.

Saat menyentuh target, meledakkannya, atau membakar udara untuk menciptakan kekurangan oksigen…… bukankah bisa lebih kreatif?

"Sayang sekali bakatmu sia-sia."

Ah, agh, benci benci benci benci!!

Api biru ditembakkan secara beruntun dari gadis itu. Ah, lagi-lagi polanya sama.

"Benar-benar membosankan."

Hah, hah, eh…… ah!?

Srak srak srak!

Aku menepis semua api itu dengan kepalan tangan, memperkuat kaki dengan "Curse Enhancement", mendekati Fais dalam kecepatan tinggi, lalu.

"Perutmu, tahan."

Eh, agh!!??

Tepat di atas, aku menendangnya ke langit-langit dengan kaki yang dialiri Cursed Power.

Oh~ dia tertanam di langit-langit, karena aku menendangnya cukup keras, ada waktu sebelum dia kembali.

Aku menghampiri Kotori-san dan yang lainnya.

"A-, a-, a-, Anda, siapa sebenarnya…… uh, eh?"

Aku meletakkan tangan di perut gadis berambut pirang itu.

Sepertinya dia mirip dengan mantan teman sekelasku, Snow-san, tapi gaya rambutnya berbeda, jadi mungkin orang lain.

Orang ini tadi bilang hal yang keren ya.

Tentang kewajiban bangsawan atau apa. Tidak, itu bagus, sangat bagus.

Orang ini juga punya aura orang yang menempuh "jalan yang bersinar" seperti Kotori-san.

Jadi, akan kubantu.

"Apa yang──"

"Tidak apa-apa, sudah selesai."

Aku mengalirkan Cursed Power ke dalam diri gadis pirang itu sejenak.

Seketika, sesuatu di dalam rahimnya merembes keluar bersama kekuatan sihir. Sesuatu yang kutangkap dengan ujung jariku adalah──.

──Ogya……

"Begitu ya, ini penyebab perut korbannya robek."

Sesuatu yang mirip kecebong dengan wajah manusia.

Penyebab kematian Militia-san dan Sakry-chan. Perut mereka pasti disobek oleh ini.

"Benar-benar membosankan."

Mi──

Plop, aku menghancurkannya dengan ujung jari.

Laki-laki dibakar dengan api biru, perempuan dibunuh dengan ditanami kecebong berwajah manusia.

Kalau di dunia horor, itu kemampuan kelas utama. Tapi, karena ini dunia pedang dan sihir, ini sudah berakhir.

"Tidak mungkin…… perutku kembali normal…… kau, siapa……?"

Sekarang sedang mode penjahat, abaikan rasa terima kasih.

"Wahai kesatriaku, lindungi mereka berdua."

"Sesuai perintah, wahai Raja Kutuk yang kuat dan menakutkan."

White juga ikut-ikutan…… Padahal biasanya dia cuma anak kecil yang hobi makan sayur…… dia benar-benar menjiwai……

Ah, a, ahhhhhhh! Kenapa

Fais kembali dari langit-langit.

Oh, ternyata dia cukup kuat, baguslah. Tapi──.

"Ah, sudah cukup, kau membosankan."

Itt

Aku memukul pipi Fais yang turun dengan backfist.

Monster itu berguling seperti bola karet dan terlempar.

"Monster, jawab sebelum kau lenyap. Sakry-cha…… di mana jiwa Sakry?"

……Kenapa, Sakry-chan terus!! Padahal Fais tidak ada, tidak ada yang mencariku! Kenapa Sakry-chan terus!!

Fais berteriak, boneka kelinci yang melayang di sekitarnya meneteskan air mata hitam.

Boneka yang sama dengan yang ada di rumah Bon-san.

……Di-, ma……, Ka-, kak……?

"……Di sana ya."

Mungkin, jiwa Sakry-chan ada di dalam sana……

Fais, tidak salah……! Tidak salah! Kenapa, kenapa cuma Fais yang dimarahi!? Fais sudah berusaha! Tapi kenapa Sakry-chan yang tidak melakukan apa-apa terus disayangi Papa dan Mama, dan ada orang yang mencarinya bahkan setelah mati!? Tidak adil, tidak adil, tidak adil, tidak adil, semua tidak adil!! Makanya semuanya, kubakar! Orang yang tidak mau jadi Ibu, semuanya kubunuh!! Mereka kan bahagia! Makanya semuanya kujadikan tumbal! Semua, semua, semua, semuanya, jadi tumbal Fais, dikorbankan!!

Tubuh Fais terbakar api biru lebih hebat lagi.

Output sihir ini, ada triknya.

Fais, padahal tidak melakukan apa-apa!!

"Tidak, kau yang salah."

Eh……?

"Kau yang memilihnya. Terluka, dibunuh, tapi begitu mendapatkan kekuatan, kau menebarkannya ke orang lain yang tidak bersalah, dan mengundang perselisihan. Jadi, aku dan kau itu sama."

……Player, kau…… tidak. Jika kau memilih jalan itu, aku juga akan melakukan apa yang harus kulakukan.

Navi lagi-lagi membuat suasana, tapi sudahlah, biarkan saja.

Lagipula, anak yang bernama Fais ini bagus, keegoisannya itu.

Kau memang korban yang malang.

Tapi, sekarang tidak lagi.

Saat kau menebarkan kelemahanmu kepada orang yang lebih lemah darimu, kau adalah.

──Kehi, penjahat yang lumayan juga ya.

"Kau, penjahat ya."

Atas nama ◇◇●●●, aku menjatuhkan vonis padamu.

Salah, Fais benar, banyak sekali yang sudah kujadikan tumbal. Makanya, aku jadi sebesar ini!!

Api biru mulai terbakar dengan kekuatan yang memutarbalikkan ruang.

Aaaaaa! Suara seperti jeritan terdengar dari dalam api.

Jadi ini triknya.

Jiwanya menjadikan jiwa orang yang dibunuh sebagai bahan bakar.

Bon-san dan Militia-san kebetulan dilepaskan, atau memang dibiarkan?

Ya sudahlah, terserah.

Jiwa malang yang tenggelam dalam penderitaan dan tragedi, jika kau iri dengan kebahagiaan orang lain, seharusnya kau mengarahkan taringmu pada orang yang mempermalukanmu. Keinginanmu adalah eksploitasi dari yang lemah, kebahagiaanmu yang didasarkan pada tumbal dan pengorbanan yang lemah.

Kotori-san dan gadis berambut pirang sepertinya baik-baik saja dengan penghalang sihir putih yang dibuat White.

Baiklah, mari kita akhiri.

Aaaaa! Fais, bukan anak nakal!!

"Tidak, kau adalah kutukan yang luar biasa."

Berisiiikkkkkkkkkkkk

Dengan keinginan tersebut, namamu telah divonis──gadis bernama Fais sudah tidak ada lagi. Kau adalah binatang yang terjebak dalam reinkarnasi kebencian dan menyakiti orang lain. Kutukan yang iri dan mencoba merampas kebahagiaan orang lain. Dengan kata lain, itulah "Kutukan Api Biru".

Api biru menelan segalanya dan mendekatiku.

Tidak masalah.

"Oleh karena itu, dosamu akan kuwarisi."

Karena Cursed Power lebih pekat, berat, dan kuat daripada kekuatan sihir.

"Teknik Aktivasi──Eshi Hyakkei Chofuku Jujutsu."

Aku membentuk segel dengan satu tangan.

Api itu terbelah, menampakkan tikus, anjing, dan babi hutan.

Sekawanan tikus menahan kobaran api, babi hutan raksasa menyingkirkan api dengan taringnya, dan cakar serigala raksasa menyayat tubuh gadis itu secara diagonal.

"Ah…… ti-, tidak mungkin…… apa, itu……"

"Tidurlah, Blue Flame Curse."

Aku mendekatinya dan menembus jantung Fais dengan kepalan tanganku.

Tubuh yang terbentuk dari kekuatan sihir itu pun mulai terurai oleh Cursed Power.

"Fais…… ha-, hanya ingin hidup normal…… saja."

"Itu bukan alasan untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain."

"……Benci, benci, benci, semua kebahagiaan selain milik Fais, jadikan tumbal…… akan ku-, kutuk kau."

"Sayang sekali, itu tidak akan terjadi."

"……Eh."

"Kau tidak perlu mengutuk siapa pun lagi."

Aku mengarahkan tangan ke arah Fais yang mulai hancur.

Gift "All Curses" aktif. Tubuh Fais mulai berubah menjadi kabut hitam.

"I-, ini…… han-, gat."

"Karena dosa dan kutukanmu, kini sudah menjadi milikku, sang penjahat."

Semua kutukan di dunia ini adalah milikku.

Karena itu, gadis ini tidak perlu lagi bertindak sebagai kutukan.

"……Fais, tidak akan…… minta maaf. Semuanya, semuanya, benci, sa-, sangat benci."

"Bagus. Begitulah seharusnya kutukan."

"Ah…… ha…… aku akan, melakukannya lagi. Berapa kali pun, Fais, kali ini, pasti, akan bahagia……"

"Bagus. Silakan lahir kembali berkali-kali. Silakan menjadi kutukan berkali-kali. Tenang saja, di akhir perjalananmu, akan selalu ada aku."

"──! ……Ra-, Raja, kutukan."

Syuuuu.

Tubuh Fais berubah menjadi bola hitam pekat seperti bola bisbol.

Sama seperti saat bersama White, ternyata Gift-ku bisa menyerap apa pun yang kuanggap sebagai kutukan.

Aku menelannya dalam satu gigitan dan mengunyahnya…… uhm, rasanya seperti cokelat.

Manis, tapi pahit, dengan sedikit aroma gosong yang harum. Terima kasih atas hidangannya.

──Blue Flame Curse tersimpan: Mendapatkan beberapa efek teknik termasuk "Blue Flame".

Blue Flame Curse…… aku bisa merasakan berbagai macam kekuatan darinya.

Efek dan cara menggunakan kutukan yang tersimpan ini akan kupikirkan nanti.

Oh, jangan sampai lupa mengambil boneka kelinci itu.

"Ka-, kak…… te-, terima, kasih……"

Mulut boneka kelinci yang meneteskan air mata hitam itu terbuka.

Hanya anak ini yang disimpan di dalam boneka tanpa jiwanya diubah menjadi kekuatan sihir.

"Sssst…… tidak apa-apa, Sakry-chan. Mari kita pulang ke rumah, ke tempat Papa dan Mama."

"Te-, ri, ma…… ka, sih……"

Apakah Sakry-chan juga spesial bagi Fais? Yah, tidak ada cara lagi untuk memastikannya.

Player…… terima kasih. Blue Flame Curse, tidak, Fais…… dia memiliki wajah yang tenang ya.

Begitukah? Aku memang bersimpati dengan keadaannya, tapi membantai orang-orang yang tidak bersalah adalah keputusannya sendiri……

"White, bawa mereka berdua pulang ke tempat yang aman."

"Sesuai keinginan Rajaku."

White berlutut dan memberi hormat. Pose hormat ksatria yang keren apa itu……! Ah, dia menyesuaikan diri dengan "peran penjahat" yang kumainkan……! Kemampuan aktingnya benar-benar tinggi……

Baiklah, sisanya tinggal fade out dengan pas, maka secara teknis itu akan menjadi penampilan yang sempurna.

"Eh, ah, a……"

"Ah……Eh……"

Reaksi Kotori-san dan gadis berambut pirang itu…… mereka takut padaku!

Hmm, bagi mereka, aku pasti terlihat sebagai sosok penjahat misterius yang membantai gadis malang itu tanpa ampun.

Perkembangan yang sangat panas……!

Ah, aku sedang memainkan peran penjahat dengan sempurna sekarang…… Kalau boleh jujur, aku ingin mengucapkan sesuatu yang mendalam sebelum pergi……

"Tunggu……!"

Oh? Gadis berambut pirang itu berdiri.

Ah, dia gemetaran hebat, mungkin karena efek dari Cursed Power.

Tapi, wajahnya tampak ingin mengatakan sesuatu……

Kenapa dia membunuhnya!?

Dialog naif seperti itu sepertinya cocok.

Aku suka karakter protagonis yang bisa mengucapkan hal-hal seperti itu dengan wajah serius.

"……Selain itu, apakah tidak ada cara lain?"

Gadis ini benar-benar luar biasa.

"Melihatnya saja sudah tahu…… kau…… dibandingkan siapa pun yang pernah kutemui…… kau jauh lebih kuat…… jika kau memiliki kekuatan itu……!! Anak itu, Fais…… seharusnya bisa dengan cara lain──"

"Kehi."

"……Eh?"

Waduh, karena terlalu bagus, aku malah tertawa.

……White, Kotori-san, dan gadis ini, bukankah dunia lain ini punya terlalu banyak orang yang mirip protagonis?

Terima kasih, Dewi……

Baiklah, waktunya ceramah penjahat yang egois.

"Kosong sekali……"

"Ko-, kosong……?"

"Tidak ada yang lebih kosong untuk didengarkan selain idealisme dari orang yang tidak punya kekuatan."

"Ah……"

Ah, wajah gadis itu tampak syok.

Jangan menyerah!! Jangan kalah dengan ocehan penjahat!

Idealisme-mu itu luar biasa!

"Mes-, meski begitu…… dia itu, anak kecil…… bagaimana bisa anak kecil memiliki akhir yang begitu tragis……"

Sangat luar biasa. Kenapa gadis ini, aku jadi ingin jadi fansnya.

"Kalau begitu, selamatkan dia olehmu sendiri."

"──Eh?"

Ini adalah dukunganku untukmu. Aku tulus ingin menyemangatimu.

"Kalau kau merasa kasihan pada tragedi dan kutukan yang memenuhi dunia ini, selamatkanlah dengan kekuatanmu sendiri. Aku tidak akan menyelamatkannya."

"Kuh…… kalau begitu, kenapa kau membunuh Fais…… dan menyelamatkan…… aku……"

"Karena kau cantik."

"…………Eh?"

Kalau pembicaraan buntu, tinggal memuji saja, bukan?

Itu teknik hidup yang kupelajari saat menjadi Guild Master di "Life Field".

Suatu hari nanti, kau benar-benar akan ditusuk, kau tahu.

Bisa kutahan dengan "Curse Enhancement".

Apakah kau punya hati nurani?

Navi tidak mengerti hati manusia…… Belajarlah, pelajari kemampuan komunikasiku.

"Tumbuhlah. Belajarlah banyak, serap banyak hal, dan jadilah kuat. Hanya itu yang akan menghapus kekosonganmu. Hanya dengan begitu kau bisa mencapai idealisme-mu."

Ah, tiba-tiba aku mendapat ide.

Baiklah, isi tubuh dengan Cursed Power di sini. Menyalurkan Cursed Power ke mata.

Giiiiiiiiiiiiiiiiiii!

Sakit sekali!! Apa ini, sakit sekali!!

Saat aku menahan rasa sakit yang luar biasa seperti menuangkan air cabai ke mata──.

──Previous Life Trait "Cursed Eye: Three-Monkey Mark" aktif kembali.




"A-, a…… ma-, mata itu……"

Pandanganku kini terwarnai oleh hitam dan merah. Navi, bagaimana keadaan mataku sekarang?

Ada pola aneh yang muncul dengan pendar warna hitam dan merah.

Bagus sekali.

"Tempuhlah jalan yang bersinar itu. Dan jika menurutmu kegelapan itu menghalangi pandanganmu……"

Tubuhku diselimuti oleh Cursed Power, dan mataku pun bersinar karenanya…… ──Singkap kegelapan itu dengan kekuatanmu.

"Singkap kegelapan itu dengan kekuatanmu."

Sempurna…… benar-benar sempurna. Meskipun dialog itu muncul secara tiba-tiba, rasanya sangat memuaskan……

Gadis berambut pirang itu terpaku melihat tingkat martabat dan aura penjahatku. Dia pasti sedang terbakar oleh amarah dan rasa keadilan yang membara, ya……

Bagus, dibenci oleh orang yang mirip tokoh utama itu benar-benar terasa seperti penjahat sejati……

"Dan satu lagi, Kotori-sa…… bukan. Nona Tyler."

"Eh!? A-, a-, iya!"

"Pertahanan dengan Gift milikmu tadi, luar biasa."

"A-, eh, i-, iya…… te-, terima kasih……"

Setelah itu, aku langsung pergi begitu saja dengan langkah tegap setelah menyampaikan apa yang ingin kukatakan.

Tanpa sadar, aku sudah kembali ke rumah Bon-san. Ruang dimensi lain yang terbentuk dari kekuatan sihir itu pasti sudah lenyap.

Player, apa yang akan kau lakukan setelah ini?

"Navi, kau sudah melihat ingatan Fais, kan?"

……Player? Apa yang rencananya akan kau lakukan? Bukankah semuanya sudah berakhir?

Navi, kau ini, apa saja yang sudah kau pelajari dari bertani selama ini?

"Rumput liar itu harus dibasmi sampai ke akarnya, kan."

◇◇◇◇

Di tengah malam, awan hitam mulai menutupi bulan kembar berwarna biru.

Di Kota Perdagangan Novis, hujan mulai turun dengan tenang.

"Ayah! Bagaimana ini! Ksatria Sihir terus saja menggeledah kota ini!" Di dalam ruangan berlapis karpet merah, seorang pria gempal berteriak.

"Bagaimana kalau sampai aku tertangkap! Kau mau tanggung jawab?! Ayah!"

"Tenanglah…… namamu tidak masuk dalam target penyelidikan kali ini."

"Tapi, rumah bocah yang kubunuh juga ikut digeledah!! Apa bisa tenang begitu saja! Sial! Ibunya Fais sudah kubunuh, jadi seharusnya jejaknya tidak akan terlacak!"

Namanya adalah Gulpi Tabusok.

Dia adalah putra pewaris keluarga Baron Tabusok yang menguasai tiga kota, termasuk Kota Perdagangan Novis.

Hobinya adalah berlatih sihir. Kegemarannya adalah anak-anak.

"……Gereja ada di pihak kita…… Selain itu, ada orang itu dari Majelis Suci. Ksatria Sihir pun akan segera menarik diri dari kota ini."

"Itu kan cuma angan-anganmu saja!! Karena itulah orang non-penyihir itu tidak berguna!!"

Gulpi berteriak dengan wajah penuh jerawat yang dibanjiri keringat.

Gulpi adalah seseorang yang memiliki bakat sihir. Hanya fakta itu saja yang menjadi jaminan kesombongannya.

"……Panggil saja pelayan untuk melepas penat. Ada beberapa gadis kota berusia sekitar 10 tahun yang baru kita pekerjakan."

"Eh! Benarkah!? Apa mereka boleh dijadikan mainan!?"

"……Di ruang bawah tanah, secara diam-diam."

"Ayah, benar-benar terbaik!! Aku mencintaimu!"

"……Jangan pedulikan itu, kita adalah keturunan bangsawan terpilih. Bakatmu setara dengan Blessing dari Dewa bagi keluarga Tabusok. Mengorbankan beberapa rakyat jelata hanyalah biaya operasional."

"Ayah mengerti sekali, ya! Ya sudah, cepat panggil pelayannya!"

"……"

Sikap anak yang seharusnya tidak mungkin dimiliki oleh seorang bangsawan. Sedikit rasa jijik muncul di wajah sang ayah.

"Hah? Apa? Ayah, tatapan itu, kau mau mengeluh? Padahal kau sendiri tidak punya bakat sihir."

"……Ah, maaf. Aku akan segera memanggilnya."

Sang ayah meninggalkan ruangan sesuai perintah. Pemandangan yang tidak menunjukkan siapa sebenarnya kepala keluarga di rumah ini.

Keberadaan atau ketiadaan bakat sihir adalah perbedaan mutlak di dunia ini.

Sekitar puluhan menit berlalu.

"Cih, lama sekali…… benar-benar, orang yang tidak punya bakat sihir memang tidak berguna."

Sudah menunggu lama, ia kehilangan kesabaran karena pelayan yang tak kunjung datang.

Saat Gulpi yang sudah sangat ingin membakar orang berencana pergi memanggil pelayan sendiri, pintu ruangan terbuka.

"……Ayah?"

Bruk.

Sebagai ganti jawaban, sesuatu menggelinding ke dalam ruangan. Itu adalah kepala.

Kepala Baron Dory Tabusok. Kepala ayah Gulpi.

"Eh? !!?? Aaaaaaaa!? A-, a-, apa? Apa yang terjadi──"

"Selamat malam, malam yang indah bukan?"

Kriieee. Pintu terbuka lebar.

"Si-, si-, siapa kau……?"

"Teman dari teman Fais."

Pria berjubah hitam itu bergumam.

"Fa-, Fais……? Hah? Ja-, jangan-jangan, yang kubunuh──ah!"

Gulpi membekap mulutnya sendiri karena keceplosan.

"Tidak apa-apa, aku tidak datang untuk menyalahkanmu."

"……Apa maksudmu, jangan membuatku takut…… Ka-, kau tahu apa yang sudah kau lakukan? Pem-, pembunuhan bangsawan itu hukuman mati! Kau tahu!?"

"Ah, begitu ya. Yah, daripada itu──"

"Celah terbuka!! Blue Flame!"

Sihir Blue Flame milik Gulpi membakar pria itu.

Api biru yang telah dikuasai dengan menukarnya dengan banyak korban itu bergerak cepat dan tepat, hendak menghanguskan tubuh manusia──.

"Hiahahaha!! Kena, kan! Sihir Blue Flame milikku!! Kekuatan Artifact yang kuterima dari orang itu dan bakatku ini tidak terkalahkan!!"

Cincin yang menjepit jari gemuk Gulpi bersinar aneh──.

"──Aku datang untuk berburu binatang buas."

Fwus. Api biru itu padam seketika.

Pria itu bahkan tidak memiliki satu pun luka bakar.

"Hah?"

Gulpi menyadari bahwa pria di depannya memiliki kekuatan untuk mengancam dirinya.

"Ka-, kau menahannya dengan Magic Barrier? Kau, seorang penyihir!? Tunggu, aku salah! A-, aku tidak akan mengulanginya!!"

"Oh?"

"A-, apa, uang!? Berapa pun akan kuberi! A-, aku akan bungkam soal kau yang membunuh Ayah! A-, kita sesama penyihir, mengerti kan!? Kita diizinkan untuk menciptakan pengorbanan!"

"Pengorbanan, ya?"

Gulpi meracau sambil mundur. Pria berjubah hitam itu justru kebalikannya, sangat irit bicara.

"Be-, benar, pengorbanan! Kita yang punya bakat diizinkan untuk mengorbankan sampah yang tidak berbakat! Pengorbanan itulah jalan menuju kebahagiaan! Aku diizinkan untuk menjadi bahagia!!"

"Benar. Bakat sihir itu spesial."

"Ternyata kau mengerti! Tepat sekali! Kita memiliki bakat yang sangat diinginkan oleh para monyet yang tidak bisa sihir!! Hey, aku sudah insaf! Karena sudah insaf, ayo kita anggap ini sama-sama impas!!"

Dia terduduk, mengulurkan tangan, dengan wajah penuh jerawat dan keringat, meludah sambil berteriak. Bagi Gulpi, sikap ini adalah konsesi tingkat tertinggi yang bisa ia berikan.

"……Fais, pasti ingin belajar sihir darimu."

"Pfuuh!! Begitulah! Padahal dia tidak tahu kalau dia dijual oleh ibunya sendiri! Waktu kubilang aku akan mengajarinya sihir, dia malah mengikuti dengan mudah! Orang kelas bawah memang bodoh! Mengingatnya saja rasanya luar biasa! Begitu kutelanjangi dan kuikat, dia mulai menangis meraung-raung!!"

Seketika, ia menyeringai lebar.

Gulpi tertawa terbahak-bahak.

"Dengan irama satu, dua, tiga, kubakar dia! Kadang, kalau kubakar dengan irama satu, dua, dia sangat kaget dan berteriak! Lalu, lama-lama air matanya habis! Setelah itu, dia terus berteriak melengking! Akhirnya dia mati sambil mengumpat orang-orang yang tampak bahagia di sekitarnya atau ayahnya yang tidak menolongnya! Ahihahaha! Bocah itu kepribadiannya buruk sekali, kan wkwkwkwk."

Baginya, ini adalah kebanggaan. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memamerkan betapa hebat dirinya.

"……Sekadar bertanya, apa kau punya niat untuk mengakui dosamu?"

"Hah? Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu!? Hey, jangan sombong kau!!??"

Dari ketakutan berubah menjadi kemarahan. Bagi Gulpi, tidak ada kontradiksi sama sekali dalam sikap ini.

"Aku sudah bilang aku insaf! Aku yang bangsawan dan penyihir ini!!"

Sudah insaf, sudah minta maaf. Justru aneh jika dia tidak dimaafkan.

Inilah Gulpi Tabusok. Sosok bangsawan yang telah mencapai titik nadir.

"Aku adalah jenius yang tahun ini pasti masuk Akademi Sihir! Aku itu spesial!! Lagi pula, dosa tidak ada dalam kamusku! Aku bangsawan dan penyihir, tahu! Aku adalah pihak yang berhak menerima pengorbanan!! Aku adalah keturunan terpilih!!"

Pria di depannya pasti akan mengakui kesalahannya sekarang. Gulpi benar-benar berpikir begitu.

Karena itu.

"Hahahaha, bagus, bagus. Binatang buas haruslah begitu."

Ia tidak mengerti mengapa pria itu tertawa.

"──Eh?"

Brak. Tebasan tangan pria itu diayunkan begitu saja.

Pluk. Lengan kiri Gulpi jatuh di atas karpet.

"Aaaaaaa!!?? Sakiiit!!? Apa ini, apa-apaan ini!? Ini?"

Rasa sakit luar biasa yang belum pernah dirasakan seumur hidup menyerang Gulpi. Darah menyembur, mengotori karpet.

"Nah, ini latihan sihir terakhir dalam hidupmu, berusahalah."

"J-, jangan bercanda!! Apa, apa yang kau lakukan!? Lenganku!!"

"Gunakan sihir api andalanmu, kalau tidak membakarku, kau yang akan mati."

"A…… gaaaaaa!!"

Bola api biru meluncur dari tangan kanan yang tersisa.

Bola api itu ditangkap oleh pria tersebut seolah sedang bermain lempar tangkap.

"Ini, kuberikan lagi."

Fwus!!

Bola api yang dilempar balik meledak di dekat Gulpi. Bunga api yang beterbangan menjilat tirai.

Bunga api itu perlahan membakar bulu karpet, dan api biru menyebar ke seluruh ruangan.

Api mulai menerangi ruangan yang tadi gelap gulita dengan sangat terang.

"Hah? Panaaas!!?? Kau, ini, pantulan sihir!? Mustahil! Teknik rahasia kelas penyihir tingkat satu!!?? A-, aku salah! Aku benar-benar salah!! Aaaaa, lenganku sakit sekali, mati, aku akan matiiii!"

"Tepat sekali, berusahalah sampai mati."

"Dengar penjelasanku! Kenapa kau tidak mengerti! Aku, aku sudah minta maaf, tahu!! Sudah kubilang aku salah, tapi kenapa!!"

Gulpi berkali-kali melepaskan bola api biru ke arah pria itu.

Namun, api biru yang telah membakar banyak orang lemah itu tidak pernah sampai ke pria tersebut.

Bola api itu ditangkis dengan gerakan seperti memukul serangga.

Kobaran api yang membakar ruangan semakin membesar.

"Aaaaa, tidak, bukan begitu!! Aku ini orang yang malang, sampai bakat sihirku bangkit, sejak kecil aku tidak bisa melakukan apa pun dan terus dibully! Tidak punya teman! Tidak percaya diri! Kesepian dan menyedihkan! Ma-, makanya aku jadi begini!! Tidak ada yang menghentikanku!!"

"Itu bukan alasan."

Fwus.

Bola api biru yang asal dilempar balik menghantam wajah Gulpi. Gulpi berguling-guling di atas karpet.

"Aaaaa!? Kenapaaa!? Hentikan!! Kalau kau membunuhku, kau! Gereja Maris tidak akan diam saja!! Aku ini diperhatikan oleh orang itu di Majelis Suci! Kalau kau dengar namanya, kau pasti ketakutan! Orang itu adalah salah satu dari tujuh manusia terkuat! Tujuh Surgawi──……eh?"

Sampai di situ, Gulpi kehilangan kata-kata.

Api biru, tidak, Blue Flame menari-nari di tangan pria itu.

"Hmm, begitu ya. Jadi citranya adalah terus membakar Cursed Power, arahnya…… bisa diatur dengan jumlah Cursed Power yang disalurkan ke dalam api."

"Hah……? Itu, sihirku……"

"Ini Blue Flame Curse yang diekstraksi dari Fais. Mari kita coba, mana yang lebih kuat antara milikku dengan api birumu."

Seolah makhluk hidup. Gerakan api yang berdenyut dan berkedip-kedip itu seolah memiliki kehendak. Api itu tampak seperti sedang bernapas.

"Eh, tunggu."

Bahkan Gulpi pun mengerti. Bahwa Blue Flame itu berada di tingkat yang berbeda dengan sihirnya.

"Bersiaplah, satu, dua, tiga──mari beradu api."

"Ti-, tidak, tunggu, hei, anu, tidak, benar-benar──"

"Satu, dua──Aktivasi Teknik Blue Flame Girl Lapis Lazuli Heart."

Fwus.

Blue Flame melesat lurus ke arah Gulpi.

"Tunggu, tunggu, tiga──aaaaa!!"

Gulpi yang seketika diselimuti api berguling-guling di dalam ruangan. Ia meronta-ronta sambil menabrak sofa, jam berdiri, kursi, dan meja.

"Ups maaf, ayo, lanjut. Berusahalah."

"Tidak, tunggu!?"

"Ngomong-ngomong, dari sekian banyak pembunuhan, mana yang paling menyenangkan?"

"Ya tentu saja waktu membakar pelayan bocah itu bersama ibunya! Sambil berpelukan mereka menangis tersedu-sedu minta maaf, lalu perlahan kubakar──ah, salah!! Itu tidak dihitung!! Karena bocah pelayan itu menumpahkan kopi ke bajuku!!"

"Kehi."

Pria itu tertawa. Mata itu memancarkan pola yang aneh.

"Kau, penjahat ya."

◇◇◇◇

Malam itu, kediaman Tabusok dilahap api. Ksatria Sihir yang dipimpin oleh Pangeran Pertama Lux Mira Arteria memulai penggeledahan rumah keluarga Tabusok.

Dari puing-puing, ditemukan dua mayat. Melalui sihir identifikasi Lux, mayat tersebut dipastikan sebagai kepala keluarga Dory Tabusok dan putra sulung Gulpi Tabusok.

Tidak ada korban cedera di antara mereka yang bekerja di kediaman tersebut. Menurut kesaksian pelayan, seorang North Elf berjubah hitam berambut putih muncul tiba-tiba, dan saat mereka sadar, mereka sudah berada di luar area kediaman.

Saat penggeledahan, ditemukan tumpukan tulang manusia dan alat siksa di ruang bawah tanah. Pangeran Pertama Lux secara resmi mengajukan pembatalan status bangsawan keluarga Tabusok kepada Kaisar.

Api yang membakar habis kediaman itu padam oleh hujan yang mengguyur, tidak sampai menyebar ke sekeliling. Hujan itu berhenti di tengah malam seolah sudah menyelesaikan tugasnya.

◇◇◇◇

"Sudah kubawa pulang, Bon-san, Milicia-san."

Cahaya bulan biru yang masuk dari jendela menerangi ruang tamu. Cahaya bulan biru yang masuk dari jendela menerangi ruang tamu.

Boneka kelinci diletakkan perlahan di meja tempat keluarga biasa makan bersama.

"Kita bisa bertemu lagi. Saat itu tiba, kita main bersama ya, Sakry-chan."

Anak laki-laki itu mengelus boneka tersebut.

Boneka itu tidak menjawab apa pun. Anak laki-laki itu perlahan merapatkan kedua tangannya, lalu menyantap masakan tiram yang sudah busuk.

 Sambil menahan semua reaksi penolakan tubuhnya dengan kekuatan kutukan secara paksa.

"Kalau begitu, selamat tinggal Bon-san, Milicia-san, terima kasih atas jamuannya."

Anak laki-laki itu memunggungi rumah yang kini kosong, kembali ke balik malam.

Cahaya bulan dengan lembut menyinari boneka kelinci seolah sedang mengelusnya. 『『『Terima kasih.』』』

Suara itu tidak pernah sampai ke telinga sang anak laki-laki.

◇◇◇◇

Jadi begitulah. Aktivitas Curse Brotherhood edisi perdana, disingkat Kas-Katsu, telah berakhir dengan sukses.

Tapi.

"……Rasanya tidak sepuas yang kukira?"

Perasaan ini adalah──.

──Menyakitkan mata, kalian para antek.

Di dunia ini, terlalu banyak penjahat selain diriku. Menyakitkan mata, mereka semua.

Player? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?

"Hmm, aku ingin memusnahkan semua penjahat selain diriku."

Aku menyesal sudah bertanya.

"Lagipula, penjahat selain aku itu tidak dibutuhkan di dunia ini, kan?"

Aku sedang berpikir dari mana harus mulai mengkritikmu.

Saat ini, aku punya masalah. Yaitu terlalu banyak tipe penjahat yang ingin kujalani. Karena terlalu banyak, aku jadi bingung mana yang terkuat. Kalau begitu, kenapa tidak──.

"Kenapa tidak kulakukan semuanya saja?"

Benar. Mengapa harus menahan diri? Ini dunia lain, kehidupan kedua. Kekuatan yang dulu begitu kuimpikan, kini sudah ada di tanganku. Tidak perlu lagi berpura-pura menjadi orang baik, bukan?

Kau tidak pernah terlihat berkelakuan baik sejak awal, kok.

Ada juga teman-temanku, termasuk pemandu misterius yang mulutnya pedas ini.

Sudah saatnya aku melangkah ke tahap berikutnya.

Aku ingin menjadi penjahat. Hey, Kasuya Takito, penjahat seperti apa yang ingin kau jadi?

──Pembantaian total.

"Penjahat terkuat……"

Tiba-tiba, aku mendapat ilham.

"Kalau kubunuh semua penjahat selain diriku, bukankah aku akan jadi penjahat terkuat?"

Ya, secara teknis begitu.

Ini dia. Kalau aku memusnahkan semua penjahat di dunia ini, akulah penjahat terkuat. Terkuat…… enak didengar. Bunyi yang meresap ke dalam otak.

Kalau begitu, selanjutnya aku butuh setting-an seperti "Oh tidak…… dia benar-benar penjahat……". Skenario kejahatan terkuat yang pantas bagi penjahat terkuat.

Setting-an di mana siapa pun yang melihatku, tidak punya pilihan selain menyimpulkanku sebagai penjahat.

Penjahat besar harus memiliki tujuan besar, ini penting, tahu…… Berpikir adalah bidang keahlianku. Aku pintar.

……Apa yang sebenarnya rencananya akan kau lakukan?

"Mari kita lawan Gereja Maris."

Otak cerdasku segera menyusun solusi optimal.

!!??

"Gereja Maris memiliki bagian gelap yang disebut 'Majelis Suci'. Mereka menguasai dunia ini atas nama Tujuh Dewa Agung dan berniat menghancurkannya. Tujuanku adalah mencegah hal itu."

Gereja di dunia fantasi biasanya busuk, lagi pula bangsawan itu juga sempat menyebut-nyebut soal Gereja Maris dan Majelis Suci, jadi pas sekali.

Dewi yang mereinkarnasiku…… ya, Rutos-sama.

Bukankah dia juga dipuja di Gereja Maris sebagai salah satu dari Tujuh Dewa Agung, Dewi Keberanian dan Kewajiban?

Aku punya hutang budi padanya, jadi aku harus memastikan agar Rutos-sama tidak terkena masalah.

Player…… maksudmu…… kau akan menjatuhkan Dewa Utama Maris, begitu?

Bukan begitu maksudku. Dari mana kau dapat ide Dewa Utama Maris?

Mataku tidak salah…… dia bukan sekadar petani gila……

Gawat, Navi mulai masuk ke dunianya sendiri.

Kau ini orang yang menakutkan…… ternyata tujuanmu adalah pemberontakan terhadap Dewa Utama……

Orang yang menakutkan……? Tidak buruk juga reaksi itu.

Tapi, Dewa Utama Maris…… ya? Aku pernah dengar.

Kalau tidak salah, itu dewa yang menciptakan dunia ini, kan?

Dalam mitologi katanya sudah tidak ada atau semacamnya.

Tring!!

Suara nyaring terdengar saat White menjatuhkan topeng peraknya ke lantai dan terpaku di pintu masuk.

"Ah, White, selamat datang."

"……Jadi begitu maksudnya…… Rajaku."

Kau juga rupanya. White gemetaran. Kenapa tiba-tiba?

"……Pagi di padang salju yang dingin, dunia perak yang disinari matahari pagi. Dinginnya air lelehan salju…… Dunia yang dingin, meski begitu aku sangat menyukai kehidupan manusia yang hangat."

Bahkan White mulai curhat……

"Aku…… marah. Aku membenci dewa-dewa yang menjadikanku senjata."

"Begitu ya."

"……Dewa tidak akan memaafkan pelaku pemberontakan. Akhir hidupmu pasti akan sangat menyakitkan dan kejam."

"Begitu ya."

"……Meski begitu, kau tetap akan menempuh jalan pembantai dewa, ya."

Meski begitu apa maksudnya? Aku tidak bilang apa-apa, kok? Aku hanya sedang menyusun skenario penjahat yang memusuhi kelompok bernama Majelis Suci itu…… itu…… Hah? Tunggu……?

Pembantai dewa. Jalan penderitaan yang menyakitkan dan kejam, ya. Kalau dipikir-pikir dengan tenang…… terdengar seperti penjahat…… OKE.

"Tentu saja, itu adalah peranku."

Sekalian saja kuikuti arusnya! Lagipula, selain Dewi Rutos-sama, kurasa tidak ada dewa lain di sini!

Player……! "Curse……!"

Fufufu, aku bisa merasakan rasa hormat mereka. Ah, arah cerita ini juga tidak buruk──.

"CHU……!"

"WAN……!"

"BUMO……!"

Kalian juga? Binatang-binatang teknik Eshi yang muncul di belakang White menatapku dengan mata yang bersinar terang.

Lagi pula, kenapa kalian memanggil diri kalian sendiri?

……Yah, sudahlah. Terlalu banyak memikirkan detail kecil hanya akan menurunkan martabat. Ya sudah, anggap saja begitu.

Player-ku, jika kita bersatu, kita akan sangat kuat.

"Rajaku, Ksatria Dominasi, White akan selalu berada di sisimu."

"CHUUUUU"

"WAOOOOOON"

"BUMOOOOOOOO"

"Kita adalah Curse Brotherhood. Mereka yang hidup bersama kutukan dan mengendalikan kutukan. Ayo kita mulai."

Punya tujuan itu membuat semangat jadi beda, ya. Semangat.

Oke, mulai hari ini musuhku adalah Gereja Maris, dengan kata lain, menentang langit.

"Mulai sekarang, perebutan takhta dewa."

Terdengar seperti penjahat! OKE!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close