NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Eroge no Utsu End kara Heroine-tachi o Kyuusai Shitara Volume 2 Epilog

Epilog

Liburan Tertentu dari Sebuah Keluarga Tertentu


"Reo. Bangun."

Entah karena sedang memimpikan sesuatu yang terasa begitu nostalgia, tubuhku diguncang-guncang sampai aku terpaksa terbangun.

Saat aku duduk sambil mengucek mata yang masih mengantuk, Akari yang mengenakan apron sudah berdiri di sampingku dengan tangan bertolak pinggang.

"Sampai kapan mau tidur terus? Ini sudah siang, tahu?"

"……Maaf. Aku tadi memimpikan sesuatu yang sangat nostalgia."

"Oh ya? Seperti apa?"

"Masa-masa SMA dulu. Festival sekolah saat aku kelas dua."

"Ah…… itu memang terasa nostalgia, ya."

"……Itu saat kamu masih suka menerjang sambil bilang 'Tackle!' dan memelukku."

"Mau aku lakukan sekarang?"

"Tidak, terima kasih. Aku akan menolak dengan sopan."

Setelah memastikan aku benar-benar terbangun, Akari beralih menuju kamar Nanami.

"Nanami-san! Ayo bangun!"

"Mu…………gakk……li……"

Sambil mengenakan pakaian, aku melongok ke kamar Nanami saat melewati pintunya.

Di dalam kamar yang remang-remang itu, Nanami tampak tergulung di dalam selimut seperti kepompong, sementara Akari berusaha sekuat tenaga untuk menariknya keluar.

"Bangun! Ayo makan! Bukannya kamu ada kolaborasi配信 (streaming)? Nanti kena hujat lagi, lho!"

"Itu lebih tidak mau lagi…… aku tidak mau kena hujat lagi…………"

Aku menyerahkan tugas membangunkan Nanami—yang kini sudah menjadi streamer terkenal—kepada Akari, lalu turun ke lantai satu tempat ruang keluarga berada.

Di ruang keluarga, sudah ada Shiori dan Noa, dan Noa sedang bermain dengan seorang gadis kecil.

"Baaba."

"Bukan baaba, lho? Ini Noa-san, tahu?"

"Aii! Baaba!"

"…………Shiori-san?"

"Jangan salahkan aku. Anak sekecil itu mana bisa membedakan orang."

"Gu nu nu……"

Saat aku sedang memandangi pemandangan yang menghangatkan hati itu, Sakura keluar dari arah dapur dan melambaikanku.

"Kalau sudah bangun, bantu sini, tukang tidur."

"Padahal kalau saja kemarin ada seseorang yang tidak terlalu agresif, aku pasti bisa tidur nyenyak."

"……Berisik, dasar bodoh."

Meski dicerca oleh Sakura, aku tetap membantu menyiapkan makan siang.

Hari ini hari libur, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kami semua berkumpul. Semua orang memiliki kesibukan masing-masing. Tapi, kami sudah memutuskan untuk bersantai bersama setidaknya di saat-saat seperti ini.

Saat aku sedang membantu Sakura, Akari turun dari lantai dua sambil menyeret Nanami.

Setelah itu, aku meminta bantuan Akari dan Nanami untuk membawa masakan ke meja, lalu kami semua duduk mengelilingi meja makan layaknya sebuah keluarga.

Banyak kesulitan yang harus kami lewati sampai bisa sampai di titik ini.

Meski begitu, kami bekerja sama untuk mengatasinya dan berhasil membangun keluarga yang bahagia seperti sekarang.

Aku tidak pernah menyangka akan bereinkarnasi menjadi antagonis di dalam game yang dulu sering kumainkan, apalagi membayangkan bisa hidup bersama mereka semua seperti ini.

Aku tidak akan bilang kalau tidak ada penyesalan. Pasti ada hal-hal yang seharusnya bisa kulakukan dengan lebih baik.

Tapi yah…… karena saat ini aku bahagia, kurasa itu tidak masalah. Anggap saja ini sebagai hadiah karena aku sudah berjuang sejauh ini, jadi aku akan menerimanya dengan penuh rasa syukur.

Aku telah memutuskan bahwa mulai sekarang, sebagai Ibushi Reo, aku akan terus hidup di dunia ini bersama kalian semua.

Mungkin masih ada dinding penghalang di depan sana, tapi aku akan menghancurkan semuanya.

Layaknya Ibushi Reo. Dan, layaknya diriku sendiri.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close