Kata
Penutup
Sudah lama tidak berjumpa. Saya, penulisnya, Shouga
Neiya.
Terima kasih banyak telah membeli volume kedua dari
"Setelah Memperbaiki Sepeda Si Gadis Gal, Aku Jadi Disukai".
Bisa merilis sekuel seperti ini berkat dukungan Anda
sekalian, para pembaca. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih.
Nah, mengenai cerita kali ini…… Seika, yang sudah
bergerak agresif di volume pertama, terus memberikan pendekatan aktif dan
semakin mempererat jarak di antara mereka.
Menanggapi gadis seperti itu, Kosei pun perlahan membuka
hatinya, dan akhirnya masa lalu yang menyedihkan yang sempat disinggung
sebelumnya pun terungkap…… bisa dibilang, isinya cukup intens dan membuat
pusing.
Bagi saya sendiri, ini adalah volume yang sangat menguras
energi saat menulisnya. Saya berharap pembaca sekalian bisa menikmatinya.
Sekarang, izinkan saya menggunakan kesempatan ini untuk
menyampaikan rasa terima kasih.
Pertama-tama,
kepada pihak penerbit dan editor penanggung jawab. Saya sangat
berterima kasih karena bisa merilis volume kedua ini.
Saya benar-benar senang bisa mendapatkan kesempatan untuk
menyampaikan bab kedua dari kisah Seika dan Kosei kepada para pembaca. Terima
kasih banyak.
Kepada SuperPig-sensei yang terus menggambar ilustrasi
berkualitas tinggi.
Baik itu karakter baru seperti Hinano, atau gambar-gambar
yang sedikit nakal, ilustrasi dengan nuansa yang sedikit berbeda dari volume
pertama ini juga sangat luar biasa. Terima kasih banyak.
Mohon maaf karena meletakkannya di bagian akhir, namun
kepada tim koreksi, desainer, humas, distributor, percetakan, dan pihak toko
buku. Sekali lagi, buku ini dapat terbentuk menjadi satu kesatuan berkat
dukungan dari banyak orang. Terima kasih banyak dari lubuk hati saya yang
terdalam.
Bonus Akhir
Volume
"Oke. Jadi begitulah. Mulai dari sini, sepertinya
akan dimulai sesi bincang-bincang santai dari kami bertiga—aku, Hina, dan
Ria—sebagai layanan penggemar."
"Katanya sih, karena halamannya masih sisa~"
"Jangan bilang hal yang terlalu blak-blakan
begitu."
"Ahaha~. Tapi, sebenarnya aku senang lho, karena
di cerita utama aku jarang berinteraksi dengan Ria-chan~"
"Ya. Padahal dalam pengaturannya, kita sudah
sering bertemu di luar jam cerita utama."
"Kalian ini, pembahasannya terlalu meta."
"Eh~? Kalau bicara soal itu, sejak awal sudut ini
sendiri sudah merupakan gumpalan dari hal-hal meta, tahu~"
"Mungkin juga sih."
"Sudah, sudah. Jangan terlalu lama basa-basi, ayo
kita mulai. Nanti para pembaca keburu menutup bukunya."
"Betul juga~. Jadi, ini sesi ulasan kali ini
ya~"
"Dimulai dari sesi belajar bersama, ya."
"Tepat sekali. Aku sendiri terkejut dengan
insiden 'lucky lecher' yang tak terduga itu. Aku sampai
merasa kagum secara misterius karena ternyata Kutsuzawa-kun juga memiliki
atribut tokoh utama."
"Meskipun Seika berusaha menonjolkan belahan
dadanya, dia pasti tidak menyangka akan tersentuh, kan. Dia sampai lari pulang
dengan kecepatan super."
"Tapi gara-gara itu, Kutsuzawa-kun yang biasanya
planga-plongo jadi mulai sadar padamu, kan~"
““……””
"Ada apa~?"
"Tidak. Aku cuma berpikir, apa kau tidak merasa
keberatan disebut planga-plongo olehmu?"
"Eh~? Tidak sopan sekali~"
"Ya, ya. Baiklah, mari kita lanjut."
"Selanjutnya adalah insiden Hamamura-san ya…… siapa
sangka 'surat izin gal' benar-benar ada."
"Penipuan zaman sekarang benar-benar bisa apa saja,
ya."
"Tapi dia kasihan sekali, ya~. Padahal dia begitu
tulus~"
"……Jika hanya salah satu pihak yang tulus, hubungan
percintaan akan menjadi hal yang menyakitkan."
"O,
oh…… Benar juga, Ria. Kata-katamu berbobot sekali."
"Gara-gara
konsultasi cinta Hamamura-san itulah, Seika akhirnya bisa mengajak
Kutsuzawa-kun kencan di mal untuk kedua kalinya, kan~"
"Iya.
Aku berhasil memenuhi permintaannya untuk memakai gaun putih, dan tidak ada
insiden yang kacau…… kencan balas dendam itu sukses besar."
"Chika
juga dapat suvenir boneka beruang, kan."
"Sebenarnya
tidak perlu repot-repot begitu sih."
"Ah, masa sih. Padahal senang, kan. Buktinya
boneka itu terus tergantung di tasmu."
"Berisik. Urusanku tidak penting."
"Lalu di akhir kencan, ada ciuman di pipi, ya~.
Wah~"
"Karena dia sampai sengaja mengganti lipstiknya, aku
jadi agak ngeri."
"Ya, jangan bilang begitu…… Setelah ciuman itu,
ceritanya langsung berlanjut ke acara yang berkaitan dengan dunia model,
kan."
"Kutsuzawa-kun
mengantar Seika yang baru pulang kerja, ya~"
"Dia
melakukan hal yang diam-diam poinnya tinggi sekali, ya."
"Mungkin
dia tipe natural gigolo?"
"Yah,
kalau bukan orang yang disukai, itu namanya hanya stalker sih."
"Terus,
setelah itu ada insiden tenis meja."
"Di sini akhirnya giliranku muncul~"
"Ternyata kemunculanmu cukup telat, ya."
"Padahal aku diatur sebagai sahabat Seika yang
lain."
"Yah, tapi setelah itu kamu aktif sekali, jadi tidak
masalah, kan. Meskipun utamanya sebagai karakter komedi."
"Aku tidak mau dijadikan bahan lelucon~"
"Hahaha…… Baiklah, setelah semua pemeran berkumpul,
giliran sesi kursus make-up itu, ya."
"Aku
tidak dipanggil, lho?"
"Yah,
begitulah. Demi kepentingan cerita."
"Lagipula,
rumahmu agak jauh, kan~"
"Ya,
anggap saja begitu."
"Terus,
kami juga sudah berusaha, Kutsu-kun juga beraksi hebat, dan Seika akhirnya bisa
berdamai dengan masa lalunya dengan cara yang positif."
"Sejak
dulu Seika sering menunjukkan rasa rendah diri terhadap pekerjaannya sebagai
model, ternyata itu penyebabnya ya."
"Hebat, Ria-chan. Kamu teliti sekali~"
"Yah, karena dia teman dekatku."
"……Dan begitulah, semuanya selesai dengan baik. Kita
juga pergi ke kafe Shiba Inu saat perayaan, kan."
"Itu juga ditraktir oleh Kutsuzawa-kun, ya~.
Anjing-anjingnya lucu sekali~"
"Seika memang suka anjing secara umum, tapi dia
paling suka Shiba Inu, kan."
"Iya. Katanya, sifat mereka yang terasa sedikit
mirip kucing, dan sulit ditebak itu lucu dan menarik~. Tadi dia sempat bilang
begitu~"
"Ngomong-ngomong, Kutsu-kun juga punya sisi seperti
itu, ya."
"Ah, aku mengerti. Kutsuzawa-kun memang cukup santai
dengan dunianya sendiri."
"Setelah kafe anjing, kita ke Higashida di Yokonaka,
ya~"
"Ya, banyak sekali pajangan menarik di sana."
"Wah. Mungkin aku harus pergi ke sana juga."
"Lalu, dari saat keluar gedung itulah, cerita mulai
terhubung ke klimaks volume ini, ya~"
"Ya. Itu benar-benar mengejutkan. Tidak
disangka tiba-tiba bertemu teman sekelas Kutsu-kun dari SMP."
"Chika juga merespons dengan baik, ya.
Benar-benar seperti pemeran pembantu yang hebat."
"Itu pujian atau bukan? Tapi yah…… meskipun bukan
karena dia adalah orang yang disukai Seika, jika melihat orang sebaik itu
tampak sekarat, tentu saja kita akan berempati."
"Ngomong-ngomong, aku dan Ria-chan jadi tahu keadaan
Kutsuzawa-kun di sini, tapi di cerita utama kita dianggap tidak tahu, kan~?
Kalau dipikir dalam-dalam, jadi rumit, ya~"
"Su, sudut ini adalah ruang dimensi yang berbeda.
Ini adalah ruang meta."
"Nah, Hina. Ini camilan untukmu."
"Camilan!
Hore!"
"Gampang
sekali disuap……"
"Dan,
yah. Setelah dialog di taman, akhirnya Kutsu-kun berhasil dibuat jatuh cinta
oleh Seika, ya."
"Taman
itu, benar-benar seperti roda pemutar, ya."
"Pasti
meskipun setelah kucahri hruhubangan, kenangan... munyahl-munyah...
tempat ini."
"Pilih salah satu, mau makan atau mau bicara."
"…………"
"Ternyata dia benar-benar memilih makan……"
"Yah, dia kan Hina."
"Dan Kutsuzawa-kun yang sudah menyadari perasaannya,
memutuskan untuk menyatakan cinta balik pada Seika……"
"Berakhir di bagian yang sangat bagus, ya."
"Yah, kalau tidak ada cliffhanger, volume
berikutnya tidak akan laku, kan."
"Kau ini, meta terus dari tadi, ya."
"Jadi, sampai jumpa di volume berikutnya!"
"Akhirnya!"
"Seluruh detail tentang kontes 'Hidung
Mengkilap' akan terungkap~!"
““……Itu
sih tidak penting……””
〈Selesai〉



Post a Comment