NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Make Heroine ga Oosugiru Volume 9 Intermission 3

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Intermission

Saat Bunga Lily Mulai Diwarnai Malam

Di balik ladang kubis, tersembunyi di antara pepohonan, berdiri sebuah gubuk kecil.


Tangan mungil Koharu mengetuk pintunya yang telah berkarat.


"Heei! Hibari! Hiro-kun ada nggak?"


Tak ada jawaban.


Ia menempelkan telinganya ke pintu, tetapi tidak terdengar suara apa pun dari dalam.


Koharu membetulkan tas di punggungnya, lalu menghela napas sambil berbalik menyusuri jalan yang tadi ia lewati.


...Belakangan ini, Hokobaru dan Sakurai sering diam-diam bertemu tanpa sepengetahuannya.


Bukan berarti mereka menjauhinya, tetapi tetap saja hal itu membuatnya merasa tidak senang.


"...Nggak seru."


Saat hendak keluar dari jalan setapak di samping ladang menuju jalan raya, seorang pria dewasa memanggilnya.


"Lho, bukannya kamu anaknya keluarga Mizushima? Sedang apa di tempat seperti ini?"


Mendengar suara itu, Koharu yang tadi sedikit membungkuk langsung menegakkan punggungnya.


Pria itu adalah ayah Hiroto Sakurai.


"Aku lagi cari Hiro-kun. Tapi nggak ketemu di mana-mana."


"Hiroto main ke mana lagi ya? Maaf ya. Nanti akan kusampaikan kalau Koharu-chan mencarinya."


Seolah baru teringat sesuatu, ayah Sakurai menambahkan,


"Di sekitar sini banyak ular, jadi berbahaya. Pulanglah sebelum hari gelap."


"Baik. Terima kasih."


Koharu membungkuk memberi salam lalu hendak berlari pergi. Namun ia menghentikan langkahnya.


"...Paman, soal Hiro-kun dan Hibari..."


Menyebutnya sebagai niat jahat terasa terlalu kejam.


Saat itu Koharu baru duduk di kelas enam SD.


Ia masih sedikit kekanak-kanakan. Sementara dunia yang mengelilingi mereka sedikit demi sedikit mulai bergerak mengikuti logika orang dewasa.


"...Tentang Hiro-kun dan Hibari..."


Saat itu...


Ia sama sekali tidak mengerti...


Apa yang akan dipicu oleh kata-katanya.


Apa yang akan ia kehilangan.


Dan apa yang akan ia peroleh.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close