NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nee Shinyuu. Kyou mo Kisu, Shiyokka? V1 Interlude 1

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Interlude 1

Buku Harian Sagiri Bagian 1

4 Juli (Senin)


Hari ini pun aku, Yakumo Sagiri, sedang menulis buku harian yang sudah menjadi rutinitas harian.


Kata rutinitas harian (nikka) dan buku harian (nikki), dalam bahasa Jepang bunyinya cuma beda di huruf 'ka' dan 'ki' saja ya, walau huruf kanji-nya berbeda.


Uhm, lalu, aaah, hmm...... mau menulis dari mana dulu ya?


Pada dasarnya aku ini fisiknya lemah, sewaktu kecil aku bahkan tidak diizinkan untuk pergi ke luar rumah...... tapi aku tetap harus belajar, padahal aku benci belajar...... jadi, untuk sementara waktu aku mulai menulis buku harian seperti ini agar merasa seolah-olah sudah melakukan sesuatu. Tanpa terasa hal ini terus berlanjut hingga sekarang.


Jumlah buku catatan yang menumpuk di dalam lemari dinding sudah luar biasa banyak, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagiku.


Nah, kalau begitu, untuk diriku yang diakui oleh diri sendiri maupun orang lain sebagai seorang gadis sastra sekaligus gadis cantik yang malang ini, aku punya seorang teman masa kecil laki-laki.


Namanya Akahori Renji-kun.


Uwah, karena ini di buku harian, aku jadi memanggilnya dengan imbuhan '-kun', tapi rasanya aneh sekali!


Renji adalah 'sahabat' berharga yang selalu berada di sisiku sejak dulu dan selalu menyemangatiku.


Hari ini, dengan dia...... aku melakukan ciuman pertama kami.


AKU SUDAH MELAKUKANNYAAAAAAA—!!


Tidak, aku tidak salah, kok.


Habisnya Renji mengatakan hal-hal yang membuatku salah paham seperti itu! Lalu setelah itu, dia bilang kalau kami adalah 'sahabat'......! Sahabat adalah kata yang istimewa bagi kami berdua......


Apakah Renji masih mengingatnya? Hmm, kalau dia sampai lupa, aku mungkin akan marah.


Dia selalu ada di sisiku saat aku membutuhkannya, dan tiba-tiba memberikan kata-kata yang ingin kudengar. Meskipun bicaranya blak-blakan tapi dia sangat baik, dan meskipun dia orang yang kaku tapi saat sedang panik dia terlihat sangat menggemaskan.


Sosok Renji yang seperti itu, sejak dulu...... aku menyukainya.


Ciuman pertama kami...... rasanya sangat menyenangkan, dan terasa seperti rasa jus anggur.


Itu adalah rasa jus kesukaan Renji. Mulai sekarang, setiap kali melihat jus anggur, aku pasti akan selalu mengingat kejadian ini, ya.



5 Juli (Selasa)


Ehehe, hari ini aku ciuman lagi dengannya......


Cepat sekali perkembangannya!


Renji sepertinya kurang tidur, jadi dia sempat tertidur di tengah jam pelajaran. Menggemaskan sekali. Saat berpikir bahwa alasan dia kurang tidur adalah karena terus memikirkan tentang ciuman denganku...... uaaaauh!


Ah, karena memalukan jadi bagian ini dilewati saja!


Ciuman yang kedua dilakukan di ruang kelas saat hanya ada kami berdua. Dulu Renji yang selalu mendampingiku, tapi kali ini giliran aku yang bisa merawatnya sambil memberikan pangkuan bantalan paha (hizamakura)...... rasanya senang sekali.


Aku bisa berguna bagi Renji! Tapi bagaimana ini? Ciuman dengan Renji...... sepertinya bisa membuatku ketagihan.



6 Juli (Rabu)


Setiap kali aku memperlihatkan celah, Renji pasti akan langsung mencoba melindungiku.


Aku merasa senang, sih, tapi aku yang sekarang sudah bukan aku yang lemah seperti dulu lagi, tahu......


Meski begitu, saat dia menangkap dan memelukku ketika aku hampir terjatuh dari tangga...... aku merasa sangat senang.


Aku sudah menciumnya berkali-kali, tapi dia tidak menganggapku aneh, 'kan......?



7 Juli (Kamis)


Tanabataaa!


Karena aku dan Renji terlalu sering bermesraan, di kelas sampai muncul rumor yang mengira kalau kami berdua sedang berpacaran. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, ya.


Orihime dan Hikoboshi memang sepasang kekasih, tapi mereka hanya bisa bertemu setahun sekali. Namun karena aku dan Renji adalah 'sahabat', kami bisa terus bersama selamanya.


Tentu saja hari ini kami juga berciuman.


Sembari berharap semoga besok kami bisa bertemu lagi.



8 Juli (Jumat)


Aku mendapat kabar dari Yuzurun, temanku yang sedang absen karena terserang flu musim panas! Sepertinya minggu depan dia sudah bisa masuk sekolah lagi!


Aku sudah tidak sabar untuk bisa belajar bersama lagi dengan semuanya. Tapi, kalau kegiatan klub sudah dimulai, waktu untuk berdua saja dengan Renji akan berkurang. Ini benar-benar sebuah dilema.



9 Juli (Sabtu)


Renji melihat dadaku?!


Uwah, auwah, awawagagagagagagah!


Aku menempel pada Renji, rasanya sangat hangat, dan aku benar-benar menjadi sangat hanyut lalu menciumnya.


Kalau waktu itu kami tidak berhenti, kira-kira apa yang akan terjadi, ya......? Tapi kalau sampai memperlihatkan tubuhku...... rasanya agak memalukan. Ma-mari kita lupakan saja...... iya!



10 Juli (Minggu)


Hari ini adalah waktu untuk menenangkan diri (cool down) dengan bermalas-malasan di rumah.


Aku ingin bertemu Renji, tapi di sisi lain rasanya canggung jadi aku tidak ingin bertemu dengannya. Perasaan yang aneh.


Eh, benar-benar deh, besok aku harus bagaimana......?



11 Juli (Senin)


Hari ini rasanya sangat panas membara, gerah, sekaligus hangat.


Tidak, maksudku, ya...... hawa panas itu karena aku sendiri yang tidak bisa melupakan kejadian hari Sabtu, sehingga aku membentengi diriku sepenuhnya dengan pakaian musim dingin...... dan karena hal itu pula aku sampai pingsan......


Melihat Renji yang datang menjengukku di atas kasur seperti ini rasanya sudah lama sekali tidak terjadi.


Dia sama sekali tidak berubah sejak dulu, benar-benar...... selalu ada di sisiku di saat aku sangat membutuhkannya. Renji bahkan belum makan siang sampai kondisiku membaik...... dia benar-benar orang yang sangat baik.


Karena itulah, aku jadi semakin ingin menciumnya. Sebab dengan begitu, aku bisa merasakan kebaikannya secara nyata. Ditambahkan di atas status 'sahabat' yang istimewa, ini telah menjadi tindakan yang istimewa bagi kami berdua. Bukan hal yang bisa dilakukan oleh sepasang kekasih, melainkan sebuah ciuman istimewa yang justru hanya bisa dilakukan karena kami adalah 'sahabat'.


Setiap kali melakukan ciuman istimewa itu, aku menjadi semakin, semakin menyukai Renji......


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close