Selingan
4
Orang
yang Layak Berada di Sisi-Nya
Turnamen olahraga sekolah berakhir dengan kesuksesan
besar.
Terutama di sesi siang, berkat sisa-sisa kesan
mendalam dari penampilan sukarelawan yel-yel dukungan dan tarian dari Saki,
semua orang tampak sangat bersemangat.
Hasil akhirnya bisa dibilang benar-benar sukses
besar.
Bahkan setelah turnamen olahraga selesai, topik
pembicaraan di antara para siswa masih terus membahas soal tarian Saki.
Bagi Saki sendiri, hasil yang didapat jauh melampaui
apa yang ia perkirakan, membuatnya merasa bangga sekaligus salah tingkah.
Setelah pulang ke rumah di kediaman Kirishima, ia
menyantap makan malam bertema stamina tinggi yang seolah ditujukan untuk
menggantikan kalori yang terbakar hari ini—mulai dari ayam goreng karaage, babi
tumis kimchi, gyoza dengan banyak bawang putih, hingga nasi bawang putih.
Begitu ia sampai di rumah, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Pengirimnya adalah Haruki. Sangat jarang bagi Haruki
mengirim pesan secara langsung seperti ini.
Saki merasa sedikit berdebar saat memeriksa isi pesan
tersebut.
"Tarian tadi siang keren banget. Sepertinya
aku sendiri pun tidak akan bisa membawakan tarian sehebat itu. Jujur saja, aku
jadi merasa sedikit iri."
Bisa dibilang ini adalah sebuah pengakuan kekalahan yang
begitu sportif.
Namun, karena merasa Haruki telah mengakui dirinya
sebagai pihak yang setara, Saki membalas pesan itu sambil menyadari sudut
bibirnya yang terangkat naik.
"Meskipun Haruki-san adalah seorang idol populer,
kalau soal bidang keahlianku, aku tidak akan kalah."
"Padahal kenyataannya, video saat itu sekarang sudah
diunggah ke SNS dan menjadi sedikit viral lho."
"Eh, begitu ya?"
"Iya, manajerku melihat video itu dan jadi tertarik
pada Saki-chan."
Dari kalimat yang dikirimkan, Saki bisa membayangkan
wajah Haruki yang tampak agak kesulitan.
Rupanya tarian Saki berhasil menarik perhatian
orang-orang di dunia hiburan, bahkan hingga ke mata para profesional.
Namun, Saki yang tidak terlalu peduli dengan hal itu
membalas pesan tersebut dengan ekspresi bingung seolah-olah itu adalah urusan
orang lain.
"Aku senang mendapatkan penilaian seperti itu, tapi
aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia hiburan."
"Ahaha, aku mengerti perasaanmu. Aku juga dulu
begitu. Itu artinya, kamu pun akan merasa repot kalau sampai dibina (scout)
agensi, ya?"
"Iya, aku sama sekali tidak punya niat ke arah
sana."
"Begitu ya, aku mengerti."
Bagaimanapun juga, tarian hari ini ditujukan khusus untuk
satu orang saja, yaitu Haruki.
Itulah sebabnya ia merasa senang karena Haruki
mengakuinya, sementara penilaian dari orang lain sama sekali tidak penting
baginya. Ini adalah bentuk egoisme tersendiri baginya.
Karena ada hal yang jauh lebih penting daripada itu, Saki
mengetik balasan untuk memancing reaksi Haruki.
"Haruki-san, aku tahu kamu sibuk sebagai idol, tapi
cepatlah kembali ya. Kalau tidak, aku akan merebut Onii-chan lho."
Larut malam pada hari yang sama.
Hayato yang kelelahan akibat turnamen olahraga berbaring
malas di atas tempat tidur kamarnya sambil memandangi layar ponsel, lalu
menghela napas panjang.
Di layar itu tertera foto Saki yang diam-diam ia ambil
saat acara yel-yel dukungan siang tadi.
Pemeran utama di atas panggung lapangan tadi sepenuhnya
adalah Saki.
Kehadirannya yang bersinar terang, langkah kakinya yang
berani dan penuh energi mengikuti ritme lagu.
"Saki-chan benar-benar luar biasa..."
Bersamaan dengan helaan napasnya, kesan jujur itu
meluncur begitu saja.
Sebagai bukti nyata dari hal tersebut, di dalam grup
chat, video Saki yang diunggah ke media sosial menjadi bahan perbincangan
hangat dan kabarnya hampir mendekati 10 Juta
penayangan.
Meskipun Hayato tidak begitu paham seberapa hebat
pencapaian angka tersebut, ia sangat mengerti alasan mengapa video itu bisa
menjadi perbincangan publik.
Tarian Saki memang memiliki daya tarik yang begitu
memukau pandangan mata.
Ia jadi merasakan déjà vu seperti saat melihat Haruki
dulu.
Namun, beruntungnya Saki bukanlah seorang idol seperti
Haruki, melainkan seorang miko biasa dari pedesaan.
Oleh karena itu, video tersebut pasti tidak akan menjadi
masalah besar. Begitulah cara ia meyakinkan dirinya sendiri.
Di sisi lain, memang tidak bisa dipungkiri bahwa Saki
memiliki pesona yang mampu memikat dan mendominasi orang-orang di sekitarnya,
setara dengan Haruki.
Itulah sebabnya ia sempat berpikir bahwa Saki jauh lebih
pantas berada di sisi Haruki.
Pemikiran tersebut tanpa sadar justru menimbulkan
perasaan frustrasi dan keterasingan di dalam dada Hayato.
——Dirinya hanya bisa berdiri di sini dan menonton saja.
Pendamping setia saat Haruki berdiri di atas panggung
pastilah Saki, dan juga Mari.
Hayato hanyalah orang biasa.
Ia kebetulan berada di dekat mereka hanya sebagai seorang
teman masa kecil.
Hanya salah satu penonton dari pinggir lapangan.
Hal maksimal yang bisa ia lakukan hanyalah mengabadikan
momen sesaat melalui layar ponsel seperti ini.
Sambil menyadari kenyataan pahit itu dan mengerutkan
keningnya dengan ekspresi rumit, tiba-tiba pintu kamarnya diketok dari luar.
"Onii, ada di dalam?"
Himeko langsung nyelonong masuk ke dalam kamar tanpa
menunggu jawabannya terlebih dahulu.
"Eh! Ada apa, Himeko?"
Hayato segera memasang ekspresi biasa untuk menutupi
kegusarannya, lalu bangkit duduk dan menatap adiknya.
Meskipun Himeko masuk ke kamar tanpa sopan santun, ia
justru tampak ragu-ragu dan kesulitan mengucapkan sesuatu dengan sikap yang
tidak biasa.
Saat Hayato merasa heran dan bertanya-tanya apa
maksudnya, adiknya itu bertanya dengan nada agak sungkan.
"Ehm begini, jadwal Onii saat libur Golden Week
kosong nggak?"
"Aku cuma mengambil jadwal kerja paruh waktu saja
sih. Ada apa memangnya?"
"Aku kan akhir-akhir ini sibuk dengan urusan
ujian, dan rasanya baru mulai terbiasa dengan kehidupan SMA..."
"Hmm? Yah, begitulah ya?"
Mendengar Himeko berbicara setengah-setengah tanpa
inti yang jelas, Hayato semakin mengerutkan dahi dan memiringkan kepalanya.
Hingga akhirnya, Himeko menarik napas dalam-dalam
setelah membulatkan tekad, lalu menyampaikan sebuah usulan dengan suara yang
terdengar agak kaku.
"Begini, bagaimana kalau sekali-kali kita pergi
menonton acara yang dibintangi oleh Haru-chan?"
"............Eh?"



Post a Comment