Kata Penutup
Terima kasih kepada kalian semua yang telah membaca volume pertama dari "Bocah Nakal yang Kutemui Lagi Setelah 10 Tahun, Telah Tumbuh Menjadi Gadis SMA Cantik dan Polos".
Bagaimana menurut kalian?
Karya ini menceritakan kisah yang berjalan dengan menampilkan dua era secara bergantian. Yaitu masa kini dan masa sepuluh tahun lalu, tepatnya di era saat mereka masih menjadi bocah nakal.
Waktu sepuluh tahun itu adalah masa yang sangat panjang. Waktu yang terlalu lama, bahkan lebih dari cukup bagi seorang anak untuk tumbuh dewasa.
Pertanyaan tentang "bagaimana jadinya jika bocah nakal yang sombong itu tumbuh dewasa?" adalah titik awal dari kisah ini. Tema dari volume pertama ini adalah "Kesenjangan" atau "Gap".
Miya, yang dulunya sombong, cengeng, dan suka mencari perhatian, telah melewati waktu sepuluh tahun. Kini, dia telah tumbuh dan berubah menjadi seorang gadis cantik yang sangat polos.
Namun, karena perbedaan yang terlalu drastis dengan masa kecilnya, Yuu bahkan tidak bisa mengenalinya saat melihat gadis itu.
Di sisi lain, tingkat pertumbuhan Mahiru masih berada dalam batas imajinasi Yuu. Oleh karena itu, dia bisa dengan mudah dikenali.
Hal ini menciptakan kontras antara Mahiru yang berhasil dikenali dan Miya yang tidak dikenali. Kontras inilah yang kemudian menjadi inti dari cerita.
Ngomong-ngomong, masih ada satu anak lagi yang belum muncul, kan? Dia adalah anggota terakhir dari trio bocah nakal yang muncul sedikit di bagian akhir, yaitu Asaka.
Orang bilang, bintang utama itu selalu datang terlambat, bukan? Kira-kira, bagaimana Asaka tumbuh selama sepuluh tahun ini?
Apakah dia memiliki perubahan drastis seperti Miya? Ataukah dia tumbuh dengan wajar seperti Mahiru?
Sebagai penutup—karya ini bisa diterbitkan sebagai buku dan hadir ke dunia berkat bantuan dari berbagai pihak.
Kepada editor penanggung jawab Y-san yang telah banyak membantu, serta Higeneko-san yang telah menggambar ilustrasi yang luar biasa.
Kepada para pembaca yang telah mendukung sejak era situs novel web, dan kalian semua yang telah mengambil buku ini, aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Suatu hari di bulan Agustus 2022
Kanzai Yuki



Post a Comment