NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kiwamete Kenzen na Bishoujo Level Up Volume 2 Prolog

Prolog


Cahaya lampu sorot begitu menyilaukan.


Dari atas panggung, ribuan wajah tampak mendongak ke arahku. Sorak-sorai. Cahaya pena lampu. Suara-suara yang memanggil namaku. 


Semua orang tersenyum. Jadi, aku pun ikut tersenyum.


Sambil memperhatikan wajah mereka satu per satu, aku menebarkan senyum palsu.


Bukan.


Bukan.


……Bukan.


Sebuah kalimat yang pernah diunggah seseorang di media sosial terlintas di benakku.


『Yurarin selalu memperhatikan penggemarnya satu per satu.』


Bukan.


Aku hanya sedang mencari. Satu orang saja.


Barisan paling depan.


Barisan kedua.


Barisan ketiga.


Sisi lorong.


Kursi di lantai dua.


Mungkin saja hari ini dia ada di sini.


Mungkin saja dia datang untuk menontonku.


Dengan harapan seperti itu, aku terus memandangi penonton berulang kali. Namun, dia tidak ada.


Hari ini pun dia tidak ada.


“──!”


Bagian dalam dadaku terasa sakit seperti tertusuk.


Rasanya sesak, seolah-olah jantungku sedang diremas.


Aku refleks memejamkan mata, lalu mengubahnya menjadi kedipan sebelah mata dan kembali tersenyum.


Ayah dan Ibu sama-sama menentang keputusanku.


Mereka bahkan menceramahiku agar berhenti mengejar impian menjadi seorang idola. Namun, aku tidak bisa menyerah.


Aku tidak bisa menyerah untuk mencari orang itu.


Karena aku berpikir, jika aku menjadi terkenal…


Jika aku muncul di majalah…


Jika aku tampil di televisi…


Mungkin suatu hari nanti dia akan menemukanku.


Karena aku berpikir, mungkin suatu hari nanti aku bisa menemukannya. Karena itulah, hari ini pun aku tersenyum di bawah cahaya lampu sorot.


Menebarkan senyum palsu.


Sampai aku menemukan orang itu, aku akan terus melakukannya──



Illustrasi | ToC | Chapter 1

Post a Comment

Post a Comment

close