Chapter 4
Pertanda Harem??
Di
Akademi Seikou, ada dua bangunan yang sanggup menampung seluruh murid
sekaligus.
Salah satunya
adalah Aula Besar. Sesuai namanya, bangunan ini sangat luas dan biasanya
digunakan untuk acara formal seperti upacara pembukaan dan penutupan semester,
serta upacara penerimaan dan kelulusan murid baru.
Singkatnya, ini
adalah gimnasium raksasa. Fasilitas ini ada karena gimnasium biasa tidak akan
cukup menampung semua murid di sekolah raksasa ini.
Yang lainnya
adalah Event Hall. Strukturnya memiliki panggung di tengah yang
dikelilingi kursi penonton dari empat penjuru, mirip seperti gelanggang tinju
atau sumo.
Tempat ini
digunakan untuk acara yang lebih santai, seperti acara penyambutan murid baru
kali ini atau penampilan panggung saat festival budaya. Fasilitas ini sangat
profesional, lengkap dengan peralatan tata suara dan pencahayaan yang mumpuni.
Nah,
posisi aku sekarang adalah di atas panggung Event Hall tersebut. Lima
buah kursi berjejer di satu sisi panggung persegi itu, diduduki oleh para
anggota 'Reject 5'.
Di sisi
seberang harusnya ada anggota Peringkat Atas, tapi karena lampu panggung sedang
dipadamkan demi efek drama, aku tidak bisa melihat mereka.
Tiba-tiba,
lampu sorot diarahkan ke meja siaran yang terletak di pojok panggung.
《Yak, semuanya! Tahun ini pun acara yang
dinanti telah tiba. Acara yang menjadi penutup rangkaian penyambutan murid
baru, KOMPETISI ANTARKELAS! Saya, Miyasumi Taichi selaku Ketua Klub Penyiaran,
akan bertugas sebagai pembawa acara sekaligus komentator kali ini!》
Gaya
bicaranya yang luwes disambut tepuk tangan meriah. Murid-orang di sini memang
gampang terbawa suasana, jadi tugas pembawa acara pasti terasa mudah.
《Dan hari ini, kita kedatangan komentator tamu, wali kelas dari kelas 2-1,
Douraku Utage-sensei!》
Di sebelah
pembawa acara yang penuh semangat itu, Utage-sensei duduk bersandar dengan gaya
malas-malasan.
《Woi.》
《Nah, Douraku-sensei, kali ini ada tiga orang dari kelas Anda yang ikut
berpartisipasi dalam kompetisi ini. Pasti Anda ingin mereka berjuang sekuat
tenaga, kan?》
《Yah, biarpun ada tiga, semuanya kan anak-anak yang "kurang
waras". Lagipula, di sini terlalu ramai dan panas, tahu nggak? Kenapa juga
hampir semua murid kumpul di sini. Biasanya kan mereka bolos kalau ada acara
ginian.》
...Apa kita butuh
komentator ini? SERIUS, APA DIA PERLU ADA DI SINI?
《Ka-kalau begitu, mari kita langsung masuk ke perkenalan sepuluh peserta
yang akan bertanding!》
Si pembawa acara
sepertinya menyerah untuk meladeni Utage-sensei lebih jauh. Keputusan yang
sangat bijak.
《Pertama, dari Peringkat Atas, Sang Pionir! Wakil Ketua OSIS sekaligus
pemegang gelar Peringkat Satu kategori laki-laki, Shishimori Soga!》
Bersamaan dengan
pengumuman itu, Shishimori-senpai berdiri. Begitu lampu sorot mengenainya—
"KYAAAA!"
"Soga-samaaa!" "UKYAAAA!"
Sorakan histeris
dari para gadis beterbangan. Namun, Shishimori-senpai sama sekali tidak
memedulikan teriakan itu. Dia justru bicara dengan nada jengkel ke arah
mikrofon yang terpasang di kerahnya.
《Berisik. Berhenti berkicau seperti burung.》
Kalimat
itu bisa saja terdengar seperti omongan bocah SMP yang sok keren (Chunibyo),
tapi kalau dia yang mengucapkannya, entah kenapa terlihat sangat pas.
Malah,
setelah dimarahi seperti itu, para gadis penggemarnya malah semakin kegirangan.
Shishimori-senpai
duduk kembali dengan wajah muak.
《Selanjutnya, Pionir dari
'Reject 5'. Seorang murid pindahan
sekaligus "senjata bantuan" kelas satu. Di profilnya tertulis 'Adik
Seluruh Umat Manusia', tapi saya benar-benar tidak paham apa maksudnya...
Hakoniwa Yuragi!》
Yuragi berdiri,
dan lampu sorot mengenainya. Karena dia baru saja pindah, kupikir hampir tidak
ada yang mengenalnya... atau begitulah pikirku.
"Yu-yu-yu, Yuragi-chan!"
"Kakakmu
cuma aku seorang!"
"BUHIIIIIIII!"
...Ternyata, dia
sudah berhasil menjerat cukup banyak "kakak laki-laki".
Yuragi yang
tersenyum lebar menyalakan mikrofonnya, lalu menempelkan tanda peace di
dahi.
《Halo semuanya~ Adik tersayang di hati kalian, Hakoniwa Yuragi, di sini!
Mohon bantuannya ya!》
"Anak itu
siapa?" "Katanya kalau kita bicara dengannya, otomatis dia jadi adik
kita." "Gawat, aku merasa ada sesuatu yang bangkit dalam
diriku..." "Nggak, nggak mungkin..." "Yah, namanya
juga bantuan buat 'Reject 5'..."
Kegaduhan yang berisi pro dan kontra mulai menyebar di seisi
aula.
《Berikutnya, Vanguard dari
Peringkat Atas. Peringkat
satu mutlak dalam kategori 'Gadis yang Ingin Dijadikan Istri'. Si Dojikko
(Gadis Ceroboh) tingkat dewa yang saking cerobohnya sampai dianggap curang,
Yawaraze Konagi!》
"KO-NA-GI!
KO-NA-GI!"
Berbeda
dengan sorakan yang berantakan tadi, kali ini terdengar teriakan semangat yang
sangat terorganisir dari pasukan pelindung Konagi. Bahkan banyak siswi yang
menatapnya dengan pandangan kagum, sebuah bukti dari kepribadian Konagi yang
baik.
《A-anu, saya benar-benar tidak pandai dalam hal
seperti ini, tapi saya akan ber-berjuang-ba!》
Kesalahan
bicara (typo verbal) yang luar biasa itu memicu tawa ringan di aula, dan
wajah para laki-laki seketika memerah gemas.
《Selanjutnya, Vanguard dari
'Reject 5'. Putri dari
pemilik UOG yang kalian kenal baik. Gadis lepas kendali yang melakukan apa pun sesuka hatinya, Yuuouji Ouka!》
《YIPPIE!》
Begitu lampu
sorot mengenainya, Ouka langsung lari kencang menuju tengah panggung. Sementara
lampu sorot berusaha mengejarnya dengan panik, dia berputar sambil tetap
berlari, lalu melakukan tiga kali salto ke belakang.
《Hup!》
Dia menutupnya
dengan salto udara. Begitu
mendarat dengan sempurna dan memberikan tanda V, aula meledak oleh tepuk
tangan yang meriah.
《Selanjutnya adalah Center dari Peringkat Atas.
Untuk orang ini, tidak perlu
lagi ada penjelasan kata-kata. Pasang mata kalian baik-baik, wahai kaum Adam!
Reikadou Ayame!》
Begitu sosok
Reikadou diterangi cahaya, hampir semua murid laki-laki memfokuskan pandangan
ke satu titik. Tentu saja, ke DADA-nya. Reikadou sama sekali tidak terlihat
malu dengan tatapan yang memusat padanya, dia malah menyisir rambutnya ke
belakang dengan bangga.
《Fufun, silakan lihat sepuas kalian, dasar laki-laki sampah kelas rendah.》
"Kalimat Do-S datang!"
"Ayame-sama!" "Caci maki aku lagi!"
Sekelompok orang mesum menunjukkan kegembiraan yang aneh.
"Cara bicaranya bikin kesal sih, tapi kalau punya dada
seukuran itu, ya apa boleh buat..." "Ya, habisnya itu dada luar
biasa..."
Bahkan murid laki-laki yang bukan pengikut Reikadou pun
terpaksa setuju dengan alasan yang tidak masuk akal. Kekuatan dada memang mengerikan... meskipun
sebagian dari itu adalah silikon.
《Nah, perkenalan sudah melewati setengah jalan dan kita masuk ke babak
kedua. Center dari 'Reject 5'. Gadis yang melontarkan kata-kata pedas dan
lelucon mesum dari wajah tanpa ekspresinya... apakah dia populer di kalangan
tertentu? Yukihira Furano!》
Sesuai
pengumuman, Yukihira berdiri dengan tenang tanpa suara.
"Orang itu, bukannya keren ya?" "Tipikal Cool
Beauty." "Aku tidak percaya dia yang bicara di pengeras suara
sekolah tempo hari."
Murid kelas satu yang belum tahu apa-apa menatap Yukihira
dengan pandangan iri. Yah, kalau dia cuma diam, memang kesannya seperti itu.
《Halo. Saya penginjil dada dan
bokong, Yukihira Furano. Singkatnya 'Paiotsu Furano'.》
...Yah, kalau dia cuma diam, sih.
Para murid baru memasang ekspresi melongo. Memang yang
namanya imajinasi itu ada untuk dihancurkan. Penulis novel ini juga sering melakukannya,
jadi tidak salah lagi.
《Ma-mari kita lanjut. Letnan dari Peringkat Atas. Murid yang belum genap dua
bulan sekolah sudah dihujani rumor asmara tak henti, dan diprediksi akan masuk
peringkat berikutnya. Si "Senjata Bantuan", Yoshiwara Toya!》
"KYAA!"
"Toya-kuun!" "Momo-samaaa!"
Sorakan histeris
saling bersahutan. Si Riajuu (orang sukses dalam kehidupan sosial)
ini... rasanya ingin kubuat dia meledak saja. Sambil berdiri, Yoshiwara
melambaikan tangan dengan senyuman ke arah para gadis.
"Aku tidak
pernah menolak siapa pun yang datang padaku, jadi aku juga menunggu kakak-kakak
kelas sekalian."
Hanya dengan
kalimat itu dan sebuah kedipan mata, beberapa siswi kelas dua dan tiga yang
tadinya tidak mengenal Yoshiwara langsung merona merah... MELEDAK SAJA SANA
JADI DEBU!
《Berikutnya adalah Letnan dari 'Reject 5'. Meskipun sudah kelas tiga, dia
adalah pria misterius yang hampir tidak ada informasinya. Yumejima Karasu!》
Begitu lampu
sorot mengenainya, suasana aula langsung gempar melihat visualnya yang penuh
perban di wajah. Ya wajar saja. Ini sih namanya "orang mencurigakan"
level maksimal.
Menjadi pusat
perhatian, Yumejima-senpai mulai melakukan gerakan pemanasan menekuk lutut.
Sambil aku bertanya-tanya ada apa, tiba-tiba dia lari kencang menuju tengah
panggung. Jangan-jangan, dia mau menyaingi Ouka dengan melakukan salto udara?
Setelah mencapai
kecepatan maksimal, Yumejima-senpai berputar, melompat sekuat tenaga, dan...
《Gueh!》
TERNYATA NGGAK
BISA! Dia jatuh tepat di bagian punggungnya. Seisi aula meledak oleh tawa.
Yumejima-senpai kembali ke kursinya di sebelahku sambil mengusap-usap punggung
dan pinggangnya. Gawat, orang ini benar-benar tidak keren sama sekali.
《Nah, ini yang kalian tunggu-tunggu! Ketua OSIS sekaligus Peringkat Satu
kategori perempuan. Karisma luar biasa yang dikenal oleh semua orang di Seikou.
General dari Peringkat Atas, Kokubyoin Seira!》
《Halo semuanya~》
Begitu Ketua
berdiri dan berucap,
"UOOOOOOO!"
"KETUAAAAAA!" "KYAAAAAA!" "SEIRA-SAMAAAAA!"
Sorakan yang jauh
berbeda dari sebelumnya membuat aula berguncang. Aku tahu dia sangat populer, tapi tidak
kusangka sampai selevel ini...
《Terima kasih banyak~》
Ketua
duduk kembali sambil melambaikan tangan dengan ramah.
《Dan akhirnya, peserta terakhir! Perilaku anehnya yang muncul tiba-tiba tak
terhitung jumlahnya. Pemilik rekor teriakan ketakutan siswi terbanyak di
Seikou. Banyak laki-laki yang berharap wajah gantengnya itu diberikan pada
mereka saja. Penipu wajah yang luar biasa! General dari 'Reject 5',
Amakusa Kanade!》
...Apa cuma
perasaanku saja, atau perkenalan bagianku ini penuh dengan niat jahat?
"Semangat
Amakusa (Wkwk)!"
"Semangat
si ganteng (Wkwk)!"
"Semangat
bintang kelas 2-1 (Wkwk)!"
Rasanya
aku ingin menangis mendengar sorakan "hangat" penuh makna dari para
laki-laki itu... Sudahlah, aku mau berhenti berteman dengan mereka. Karena
mentalku sudah hancur, sebenarnya aku ingin tetap duduk saja, tapi melihat
situasi, aku harus mengatakan sesuatu atau bakal berabe.
《Eh, saya Amakusa Kanade. Anu, sepertinya banyak orang yang salah paham,
jadi saya ingin bilang—》
Pilih:
① Mengucapkan pelesetan (pun) yang sangat garing
② Menjadi saluran pembuangan air yang terkenal tidak
akan pernah tersumbat, apa pun yang terjadi
...Yah, ada banyak hal yang ingin kusemprot, mulai dari
"tahu waktu dong", sampai "berhenti deh kasih pilihan jadi
makhluk selain manusia", tapi yang pertama ingin kukatakan adalah—PILIHAN
INI SENDIRI ADALAH PELESETAN YANG GARING, WOI!
...Yah, mau
teriak apa pun, ujung-ujungnya aku harus melakukannya.
《...Di sungai Nil ada kudanil... jadi aku masuk ke sungai Nil...
n-nggak-nil...》
Seketika, aula
menjadi sunyi senyap.
...Nggak, ini
karena perintahnya adalah harus garing! Nggak, kalau aku serius, kalian bakal tertawa
terpingkal-pingkal! SERIUS! Aku nggak lagi gengsi! Ini karena kalau lucu malah
gagal! Sumpah, selera humorku itu sebenarnya luar biasa! Sumpah, sengaja bikin
lawakan garing itu susah banget, tahu.............................. Aku mulai
benci diriku sendiri, jadi aku berhenti.
Tepat
saat pergolakan batinku selesai, pembawa acara tersadar dan memegang
mikrofonnya kembali.
《Do-Douraku-sensei, pelesetan yang luar biasa
garing tadi itu maksudnya apa ya?》
《Yah, begitulah Amakusa seperti biasanya.》
《O-oh, begitu ya, benar-benar
mencerminkan anggota 'Reject 5'.》
《Yah, kalau cuma segitu sih
masih lucu, tapi kalau hari ini dia bikin masalah besar, tidak ada yang bisa
menutup-nutupinya. Apakah Amakusa bakal dikeluarkan dari sekolah atau tidak,
itu juga salah satu daya tarik acara ini.》
...Guru itu sebenarnya fungsinya apa sih?
《Nah, karena perkenalan sudah selesai, mari kita masuk ke penjelasan aturan.
Semuanya, perhatikan panel ini!》
Lampu sorot
diarahkan ke panel raksasa di samping meja siaran.
《Seperti yang kalian lihat, panel ini terbagi menjadi dua puluh lima bagian.
Di balik
masing-masing bagian tertulis metode pertandingan yang berbeda. Sepuluh peserta
akan bertanding sesuai dengan metode tersebut!》
《Oi, oi, ini pakai sistem elektrik ya. Berapa
banyak uang yang kalian hamburkan? Daripada dipakai buat ginian, mending kasih
uangnya ke aku saja.》
Itu bukan
lagi komentar, tapi cuma keinginan pribadi si komentator. Dan pola pikirnya
setara dengan Yukihira.
《E-eh, pertandingan pertama akan dipilih oleh
Douraku-sensei. Nah Sensei, mau nomor berapa?》
《Kalau begitu, nomor sembilan: Mencekik Sampai
Mati.》
...Sensei,
Anda benar-benar terlalu bebas.
《I-iya, kalau begitu nomor sembilan, JEDER!》
Begitu
pembawa acara menekan tombol, lampu menyala dan panel berbalik secara otomatis.
Wah, ini benar-benar mahal. Di baliknya tertulis 'Adu Akting'.
《Yak, sudah muncul! Mulai sekarang, Shishimori
dan Hakoniwa akan berakting secara improvisasi menjadi karakter sesuai tema
yang diberikan dalam sebuah drama pendek!》
《Gimana cara nilainya?》
《Ternyata, kami sudah membagikan alat voting
kepada seratus murid di aula yang dipilih secara acak. Hasilnya akan muncul di
papan skor digital di pojok panel, dan itu yang menentukan pemenangnya.》
《Kalau punya uang sebanyak itu, kasih kami para
staf satu pak rokok kek.》
...Cepat
pulang sana, Sensei.
《Ka-kalau begitu Sensei, tolong berikan
temanya. Agar adil, mohon berikan tema yang tidak melenceng jauh dari karakter
asli mereka masing-masing.》
《Hmm... kalau begitu, temanya: Kakak Laki-laki
nakal yang belakangan ini sering pulang terlambat, dan Adik Perempuan yang
mengkhawatirkannya.》
Itu pas
banget dengan mereka berdua.
《Kalau begitu kedua peserta, silakan ke tengah panggung.》
Keduanya berjalan
maju dan saling berhadapan. Kupikir Shishimori-senpai akan benci pertandingan
semacam ini, tapi dia justru memasang wajah penuh semangat seolah berkata 'Akan
kuhajar kau'. Benar-benar mantan preman, yang penting baginya bukan jenis pertandingannya,
tapi soal menang atau kalah.
Tapi, keinginan
untuk tidak kalah di sini adalah aku yang paling kuat. Karena kemenangan pihak
'Reject 5' berhubungan langsung dengan keberhasilan misiku. Kupercayakan
padamu... Aku menatap Yuragi dengan penuh harap.
《Pertandingan Pionir, DIMULAI!》
Bersamaan dengan deklarasi itu, Yuragi tiba-tiba mendekat ke
hadapan Shishimori-senpai.
《Kakak! Ini sudah hampir jam dua
belas, Kakak ngapain saja sampai jam segini!》
...Dia
benar-benar pandai berakting. Atau lebih tepatnya, itu memang sifat asli
Yuragi.
《Berisik! Terserah aku mau ke mana dan ngapain!》
Ugh...
yang ini juga sangat menjiwai. Padahal ini kan sifat asli Shishimori-senpai.
《Aah, Kakak ngomongnya tidak imut!》
《Mengganggu saja, tidak ada urusannya sama kamu!》
《Tentu saja ada urusannya! Aku kan mengkhawatirkan Kakak!》
Keduanya
saling bertukar dialog dengan sangat alami. Kalau aktingnya terus seperti ini,
bakal susah menentukan siapa yang lebih unggul.
《Berisik, minggir.》
Saat
Shishimori-senpai hendak pergi, Yuragi menghalanginya dengan senyum sinis.
《Fufu, aku tahu lho. Biarpun Kakak bicara
dingin begitu, sebenarnya Kakak senang kan kalau aku khawatir—》
Tiba-tiba, gerakan Yuragi berhenti total. Dan suasana di sekitarnya berubah drastis.
《...Bau...》
《Hah?》
《Ada aroma yang tidak kukenal.》
《Kamu ngomong apa sih?》
《Bau perempuan ya.》
《Tiba-tiba apa—》
《Bau perempuan ya, KAKAK.》
Yuragi memotong
ucapan Shishimori-senpai dan maju melangkah dengan tatapan tajam.
《Tunggu sebentar... matamu terlihat sangat mengerikan, tahu.》
《Ahaha, tentu saja. Kalau ada serangga sampah yang menempel di tubuh Kakak
dan pupil mataku tidak melebar, itu namanya bukan adik perempuan.》
《Oi, ini cuma akting... kan?》
Shishimori-senpai
mulai mundur.
《Hal itu sekarang tidak penting, Kakak.》
Yuragi
terus mendesak.
《Kalau... kalau Kakak menjadi milik orang lain selain Yuragi, Kakak yang
seperti itu—》
Tangan Yuragi
menjulur ke leher Shishimori-senpai.
《TIDAK PERLU ADA.》
《Gueh... ah!》
《S-STOP! STOP! STOP!》
Si pembawa acara refleks melompat dari meja siaran dan
menengahi mereka.
《Eh? Kenapa dihentikan?》
Seketika Yuragi kembali ke sifat aslinya yang ceria.
《Habisnya, kamu tadi mencekik
lehernya...》
Pembawa acara menoleh ke arah Shishimori-senpai, tapi sang
Senpai tidak batuk-batuk, dia justru memasang wajah bingung seolah baru saja
terkena sihir.
《Nggak, aku juga merasa benar-benar sedang
dicekik...》
《Kan aku tidak mencekik beneran. Aku cuma
berakting agar Kakak berhalusinasi seperti itu, lho?》
Luar
biasa... bakat akting yang sangat sia-sia. Dari meja siaran, Utage-sensei
bersuara dengan nada kecewa.
《Jangan berhenti di bagian yang seru dong. Kelihatan jelas kok kalau cekikannya itu
cuma pura-pura.》
...Cuma Anda yang
bisa lihat begitu, Sensei.
《Ma-maaf. Kalau begitu kita lanjutkan—eh? Selesai?》
Pembawa acara
memegang intercom di telinganya. Sepertinya ada laporan yang masuk.
《E-eh, ada teguran dari panitia pelaksana bahwa adegan barusan sudah
melewati batas wajar secara visual, jadi pemenang akan ditentukan berdasarkan
akting sampai titik tadi saja.》
Yah, keputusan
yang bijak. Soalnya aktingnya terlalu nyata sampai-sampai bikin merinding...
Pembawa acara memulai penghitungan suara. Hasilnya tentu saja kemenangan telak
bagi Yuragi dengan lebih dari delapan puluh suara.
"He-hebat sih, tapi agak ngeri ya..." "Eh,
apa semua anggota 'Reject 5' itu orangnya kayak gitu?" "Beraninya dia melakukan itu pada
Soga-sama!" "DEWA YANDERE TELAH TURUN KE DUNIA!"
Yang kegirangan
hanya sebagian kecil orang dengan selera aneh, sementara murid umum lainnya
tampak tidak bisa menyembunyikan kebingungan mereka.
Yah,
biarpun begitu, menang tetaplah menang. Bagus, bagus, dengan ini satu
langkah besar menuju penyelesaian misi sudah tercapai.
《Ma-mari kita lanjut ke pertandingan Vanguard. Peserta Yuuouji dan Yawaraze,
silakan maju!》
Pembawa acara
kembali berteriak untuk membersihkan suasana yang sempat "keruh"
gara-gara Yuragi.
《SIAP!》
Ouka melompat
maju dengan penuh semangat. Sebaliknya, Konagi berjalan ke tengah dengan
ragu-ragu. Kuserahkan padamu... Kalau Ouka menang di sini, kita akan punya
keunggulan mutlak.
《Fuffuffu, akhirnya saat ini tiba... Saat untuk mengalahkan Kaisar Konagi!》
《O-Ouka-chan, jangan bicara
begitu, mari kita berteman baik—》
Ouka memotong ucapan Konagi dan mengangkat tinjunya ke arah
penonton.
《Semuanya! Kalian mau lihat kan saat Konagi-tan meronta-ronta sambil hampir
menangis?》
Setelah
keheningan beberapa detik,
"MA-MAU
LIHAT BANGET!"
Teriakan yang
menggetarkan udara membalas ucapannya.
《Mufufu, kamu dengar itu, Kaisar Konagi? Seluruh rakyat menginginkanmu
meronta-ronta.》
《Ti-tidak mungkin...》
Mata Konagi mulai
berkaca-kaca.
《Nah, sekarang untuk metode pertandingan yang
dinanti. Mulai dari babak Vanguard, pihak yang kalah di pertandingan sebelumnya
berhak memilih metodenya. Jadi, silakan Yawaraze-san!》
《Eh? Saya?... Kalau begitu, nomor dua puluh
lima.》
《Baik, nomor dua puluh lima,
JEDER! Wah, ini dia muncul... 'GULAT MINYAK'!》
《Ooh, datang juga yang seru!》
《G-gulat? Aku belum pernah melakukannya...》
BAGUS!
Biarpun minyaknya agak mencurigakan, tapi kalau pertandingan fisik, Ouka punya
keunggulan mutlak.
《Karena ini menggunakan ring khusus, kami butuh waktu untuk persiapan.
Panitia pelaksana, mohon bantuannya. Sementara itu, kedua peserta silakan ganti
baju dengan seragam olahraga yang sudah disediakan.》
Sesuai instruksi
pembawa acara, Ouka dan Konagi turun sejenak dari panggung.
Beberapa menit
kemudian, di tengah panggung terpasang ring yang lantainya sudah digenangi
minyak yang melimpah. Yah, meskipun disebut ring, talinya cuma ada dua baris
yang dipasang seadanya, jadi lebih mirip kolam karet raksasa untuk anak-anak.
《YAY!》
《Uu... uuu.》
Keduanya kembali
ke panggung setelah berganti seragam olahraga. Konagi yang wajahnya merah padam
mengangkat tangan dengan ragu-ragu.
《Anu... kenapa harus pakai bloomers?》 (T/N: Celana olahraga pendek
ketat ala Jepang zaman dulu)
Pertanyaan itu
sangat wajar karena biasanya pelajaran olahraga di sekolah kami menggunakan
celana pendek biasa (half-pants).
《Karena itu peraturannya.》
《Anu, apa boleh aku ganti pakai celana olahraga biasa saja?》
《TIDAK BOLEH.》
Pembawa acara
menolak permintaan Konagi dengan suara yang tegas, ketegasan yang belum pernah
ia tunjukkan sebelumnya. Dari arah penonton terdengar sorakan,
"Bagus!" "Gitu dong, pembawa acara hebat!"
《Ayo, ayo, kita mulai!》
《Eh? Eh?》
Ouka yang
sepertinya sudah tidak sabar mengangkat Konagi dengan gaya princess carry.
Dia berlari ke tepi ring dan melemparkan Konagi sekuat tenaga ke dalamnya.
《UHYAAAAA!》
Konagi
meluncur di atas ring sambil berlumuran minyak.
《YIPPIE!》
Ouka pun
melompat menyusul ke dalam ring. Setelah itu, jalannya pertandingan menjadi sangat berat sebelah.
《Hiat! No-release German Suplex!》
《HYAAAAA!》
《Cobra Twist!》
《Sakit, sakit, sakiiit!》
《Serangan pamungkas, Rider Kick!》
《Ouka-chan, hentikan! Uuu!》
Ouka menghajar
Konagi dengan berbagai teknik gulat sambil kegirangan, sementara Konagi hanya
bisa pasrah dipermainkan. Dua gadis cantik berlumuran minyak yang saling
bergulat dengan memakai bloomers.
Sungguh...
pemandangan yang sangat memanjakan mata. Para laki-laki di aula menonton dengan
mulut menganga.
Namun, meski
dihajar dengan berbagai teknik dan Konagi merintih kesakitan saat itu, dia sama
sekali tidak terlihat terluka. Sepertinya Ouka mengatur kekuatannya dengan
sangat baik.
Setelah serangan
satu arah itu berlanjut beberapa saat,
《Mufufu, terakhir kita tutup
dengan Special Lariat, ya!》
Ouka
meluncur dengan riang ke ujung ring untuk mengambil ancang-ancang.
《Uu... uuu.》
Konagi
berdiri dengan sempoyongan membelakangi sisi ini. Bagus, meski agak kasihan, kemenangan Ouka sudah
pasti.
《Kaisar Konagi, teknik ini cuma kelihatan heboh tapi tidak sakit kok, jadi
jangan banyak gerak ya demi keselamatanmu!》
Ouka mengucapkan
kalimat ala penjahat, lalu menyingsingkan lengan baju olahraganya sampai ke
bahu.
《YIPPIIIIIIIE!》
Lalu, dia mulai
meluncur kencang ke arah sini dengan penuh kegembiraan.
《Hii!》
Melihat semangat
Ouka, Konagi tampak pasrah dan meringkuk ketakutan. Namun di saat itulah...
《Uhyah!》
Dia tersandung.
Benar-benar tersandung dengan sangat dramatis.
《Oyo?》
Akibatnya,
serangan Lariat Ouka meleset total dan hanya memukul angin.
《Eh? Lho? Uwah wah wah wah!》
Karena momentumnya terlalu besar, Ouka menerjang menembus
tali ring yang cuma ada dua baris itu, lalu terbang keluar ring.
Kecepatan Ouka yang berlumuran minyak sama sekali tidak
berkurang meski sudah mendarat di lantai panggung. Dia meluncur lurus di lantai
panggung menuju ke arah... eh? Ke arahku?
"SE-SERIUS?!"
《A-Amacchi, bahaya! Minggir,
minggir!》
Aku
refleks berdiri, tapi sudah terlambat.
"UOOOOOH!"
Ouka
menghantamku dengan kekuatan penuh, membuatku terjungkal bersama kursi yang
kududuki.
"Aduh, duh..."
"Aduh, maaf ya. Aku melakukan kesalahan yang tidak seperti diriku biasanya. Maaf ya
Amacchi, kamu nggak apa-apa?"
Ouka yang
lebih dulu berdiri mematikan mikrofonnya sambil mengulurkan tangan padaku.
"Iya, aku
nggak luka sih—tapi, KAMU?!"
Pandanganku
terpaku pada satu titik.
"Amacchi,
kenapa kamu lihat-lihat bloomers-ku begi... hah?"
Bloomers Ouka yang berlumuran minyak ternyata
melorot total akibat benturan denganku tadi.
Artinya...
Halo, Celana
Dalam-san.
"....................KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Teriakan
melengking yang memekakkan telinga bergema di seisi aula.
《A-Apa yang terjadi? Lampu! Tolong nyalakan lampu sorotnya!》
Mendengar itu,
pembawa acara buru-buru memberi instruksi.
"BAHAYA,
WOI!"
Sesaat sebelum
lampu sorot mengenai kami, aku buru-buru menarik naik bloomers Ouka.
Tepat pada
waktunya, lampu sorot menerangi sosok Ouka yang sedang gemetar hebat.
《A-Apa yang sebenarnya terjadi pada peserta Yuuouji?》
"Sy-syukurlah
ya, Ouka. Untung yang lain nggak sempat li—"
"DILIHAT
LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!"
Ouka berlari
kencang seperti peluru yang melesat.
"Woi, tunggu
Ouka! Aduh!"
Aku mencoba
mengejarnya, tapi aku malah terpeleset minyak yang berceceran di lantai dan
jatuh terjungkal.
《Sa-saya tidak paham situasinya, tapi tolong kejar peserta Yuuouji!》
Saat beberapa
panitia pelaksana merespons suara pembawa acara, Ouka yang berlari dengan
kecepatan luar biasa sudah menghilang dari Event Hall.
Beberapa menit
kemudian, pembawa acara yang mendapat informasi melalui intercom mulai
bicara.
《Pe-peserta Yuuouji ditemukan sedang duduk mendekam di tengah lapangan
sekolah dan telah diamankan dengan selamat. Namun, karena suhu panas di
wajahnya tidak wajar, diputuskan bahwa dia tidak mungkin melanjutkan
pertandingan. Oleh karena itu, peserta Yuuouji dianggap gugur, dan kemenangan
babak Vanguard jatuh kepada peserta Yawaraze!》
...Apa-apaan
penutup yang konyol ini?
Beberapa menit
kemudian. Setelah ring dibereskan oleh panitia, pembawa acara kembali bersuara.
《Meskipun sempat terjadi insiden yang tidak diketahui penyebabnya, skor kini
satu-sama! Perkembangan yang menarik! Selanjutnya adalah babak Center, peserta
Yukihira dan Reikadou, silakan maju!》
Sesuai panggilan,
keduanya berdiri berhadapan di tengah panggung. Satu-sama ya... kalau kalah di
sini, kami akan terpojok. Sebelum kompetisi dimulai, aku sudah memohon pada
Yukihira agar dia fokus untuk menang... tapi yang kurasakan cuma firasat buruk.
《Yukihira Furano... Hari ini aku pasti akan membalas dendam atas penghinaan
waktu itu!》
《Kamu sengaja pakai kata
"balas dendam" (setsujoku) biar rima dengan nama belakangku
"Yukihira", ya? Jangan merasa hebat cuma karena pelesetan murahan
begitu.》
《Aku tidak kepikiran hal kuno
kayak begitu, tahu!》
Yukihira dan
Reikadou saling melempar tatapan tajam.
《Oho, sepertinya kedua orang ini punya dendam pribadi! Kalau begitu peserta
Yukihira, silakan pilih nomornya!》
《Begitu ya. Kalau begitu aku minta nomor delapan si dada (Paiotsu).》
《Ba-baik, nomor delapan ya.》
Pembawa acara menekan tombol dengan agak ragu, lalu panel
berputar. Di baliknya tertulis 'Adu Nama Julukan'.
《Mari saya jelaskan! Dalam pertandingan ini, peserta akan bergantian
memberikan nama julukan kepada lawan. Siapa pun yang bisa memikirkan julukan
yang paling cocok untuk lawannya dalam batas waktu yang ditentukan, dialah
pemenangnya! Penilaian dilakukan lewat hasil voting penonton seperti tadi.》
Aku punya firasat
kalau ini bakal berakhir kacau...
《Kalau begitu mari kita mulai! Batas waktu sepuluh menit, silakan mulai dari
peserta Yukihira!》
Yukihira menatap
tajam ke arah dada Reikadou, lalu berkata dengan wajah tanpa ekspresi.
《'Ternyata Kelihatan Keras'.》
《Ka-kamu ngomongin apa sih!》
《Itu kan nama julukan buat dadamu?》
《Nggak keras, tahu!》
《Kalau begitu, 'Gelambir'.》
《Bukan juga! Lagipula katanya tadi bergantian, kenapa cuma kamu yang kasih
dua julukan!》
《Maaf. Kalau begitu, 'Kelihatannya Keras tapi Pas Disentuh Ternyata
Gelambir'.》
《KATA-KATAMU RENDAH BANGET!》
Yukihira langsung
tancap gas sejak awal. Yah, biarpun dia main-main, setidaknya dia unggul secara
mental, jadi ini bukan awal yang buruk. Tapi kalau begini terus,
pertandingannya tidak akan maju-maju. Pembawa acara yang tidak tahan akhirnya
ikut bicara.
《Anu... waktu terus berjalan, peserta Reikadou, silakan beri julukan.》
《Ugh... Ba-baiklah. Kalau begitu... 'Cewek Muka Datar'!》
《'Kalau Sudah Tua Pasti Kendor'.》
《Nggak bakal kendor, tahu!》
《Menurutku sombong sekali manusia kerdil
sepertimu berani menggunakan kata "pasti" untuk kemungkinan kejadian
di masa depan yang penuh potensi.》
《Kenapa tiba-tiba bahasanya jadi keren begitu,
sih!》
Harusnya
Reikadou tidak usah menanggapi setiap ucapannya... yah, tapi soal tukang
protes, aku juga nggak berhak bicara sih.
《Ce-Cewek Berdarah Dingin!》
《'Kelihatannya Sangat Bodoh'.》
《Zaman sekarang sudah tidak ada
lagi yang percaya takhayul kalau orang berdada besar itu bodoh!》
《Tapi nilai akademikmu yang
sebenarnya bagaimana?》
《Ni-nilaiku memang termasuk
peringkat bawah kalau dihitung dari belakang sih... Eh, kenapa aku malah jawab
jujur!》
...Percakapan
seperti ini terus berlanjut beberapa putaran sampai suasana di aula mulai
terasa "kenyang" dengan lelucon mereka. Tiba-tiba, ucapan Yukihira
membawa perubahan besar.
《'Ada Silikonnya'.》
...Ah.
《A... a-a-a-a, ha-ha-ha-hampir
saja kamu menipuku! Mana mungkin ada barang begitu di sini!》
Reikadou panik luar biasa karena faktanya tertusuk secara
kebetulan.
《Wah, reaksimu menarik. Padahal
aku berharap kamu bakal bilang 'Memangnya ini merek prosesor komputer pakai
kata "ada di dalamnya" segala!'. Tapi sepertinya ini mencurigakan.》
Yukihira memasang ekspresi penuh selidik.
《Sepertinya dugaanku benar...
perlu dilakukan Pemeriksaan Dada.》
Sambil
menciptakan kosakata asing, Yukihira berjalan mendekat ke hadapan Reikadou.
《Tu-tunggu, kamu mau apa... Berhenti... Ah... Anh...》
Dengan gerakan tangan yang erotis, Yukihira mulai
meremas-remas dada Reikadou yang berlimpah itu. Ini... EROTIS BANGET. Seluruh laki-laki di sana (termasuk para guru)
menahan napas menyaksikan kejadian itu.
《Begitu ya... jawabannya hanya diketahui oleh tangan ini.》
Beberapa detik
kemudian, Yukihira yang sepertinya sudah selesai memberikan penilaian
mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.
《Berhen... ti...》
Mata Reikadou
berkaca-kaca, suaranya tercekat. Kalau dia bilang "berhenti" di sini,
sama saja dia mengakui soal silikonnya. Aku merasa agak kasihan padanya, tapi
Yukihira tetap membuka mulutnya tanpa ampun.
《Sayang sekali, ini Dada Alami.》
...Eh?
Reikadou memasang
ekspresi melongo, sama sepertiku. Ada apa? Apa dia tidak bisa membedakannya
cuma dengan menyentuh? Atau jangan-jangan... dia sengaja kasihan? Mendengar
penilaian itu, para laki-laki di aula menghela napas lega, sementara beberapa
siswi terdengar berdecak kesal.
《Yah, rasanya cukup enak saat diremas tadi.》
Mendengar ucapan
Yukihira, wajah Reikadou seketika memerah padam. Dia menutupi dadanya dengan kedua tangan dan
berteriak sekuat tenaga.
"DASAR 'CEWEK MESUM TUKANG REMAS DADA'!"
BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUT!
《Oho, tepat saat bel tanda
berakhirnya pertandingan berbunyi!》
SE-SERIUS?!
Waktunya buruk banget! Sekarang
di pikiran para penonton cuma tersisa adegan Yukihira meremas dada.
《Seratus juri sekalian, saya akan memberikan nomor pada julukan yang muncul
tadi, silakan lakukan voting!》
Di papan skor
digital muncul julukan-julukan tadi: ① 'Kelihatannya Keras
tapi Pas Disentuh Ternyata Gelambir' ② 'Cewek Muka Datar', dan
seterusnya. Dan hasil votingnya adalah...
《Nama julukan terbaik yang terpilih adalah... 'Cewek Mesum Tukang
Remas Dada' usulan peserta Reikadou!》
...Yah, jelas bakal begitu hasilnya. Namun, sikap Yukihira
saat kembali ke kursinya benar-benar seperti seorang pemenang.
"Yah, secara substansi, akulah pemenangnya."
"Secara substansi?"
"Dia
jadi punya utang budi besar padaku."
Utang
budi? Ternyata benar, Yukihira menyadari soal silikon itu tapi sengaja diam?
"...Habisnya,
aku sangat mengerti perasaannya yang ingin dadanya terlihat besar."
Hah? Dia bilang
sesuatu tapi suaranya pelan sekali sampai tidak terdengar. Nggak, nggak,
sekarang bukan waktunya memikirkan itu! Gara-gara kekalahan Yukihira, skor
sekarang satu-dua. Gawat... ini benar-benar gawat! Kami benar-benar terpojok.
Sekarang aku hanya bisa berharap pada perjuangan Yumejima-senpai.
《Nah, sekarang Peringkat Atas sudah menang dua kali dan mencapai match
point! Selanjutnya babak Letnan, peserta Yumejima dan Yoshiwara, silakan
maju!》
Yoshiwara berdiri
dengan tenang dan berjalan ke tengah panggung sambil dihujani sorakan para
gadis. Namun, Yumejima-senpai yang duduk di sebelahku sama sekali tidak ada
tanda-tanda mau bergerak.
"Senpai?"
Merasa aneh, aku
menaruh tanganku di bahu orang di sebelahku.
"Lho?"
Yang
kurasakan adalah tekstur yang terasa lembek dan aneh.
"I-ini
kan..."
Yang ada
di sana adalah orang-orangan sawah yang wajahnya digambari pola wajah konyol. Ba-barusan dia masih ada di sini... sejak
kapan dia menghilang? Di bagian badannya tertempel sebuah kertas.
--Gara-gara
salto gagal tadi, punggung, pinggang, dan hatiku sakit sekali sampai tidak
tertahankan, jadi aku pulang saja.--
JANGAN BERCANDA,
WOI!
Di saat yang
sama, pembawa acara juga menyadari hilangnya Yumejima-senpai.
《Oho, peserta Yumejima ternyata kabur di saat seperti ini!》
Woi, tunggu
sebentar. Dalam situasi kalah satu-dua begini, kalau kami kalah WO di babak
Letnan... ini bukan lagi lelucon!
《Yah, kalau begini terus, pihak 'Reject 5' akan dinyatakan kalah, tapi...》
Gawat! Saat aku
hendak berteriak minta waktu untuk mencarinya, Yoshiwara yang ada di tengah
panggung bersuara.
《Ah, kalau soal itu, saya punya satu usul, apa boleh?》
《Peserta Yoshiwara, apa itu?》
《Kalau menang WO begini kan acaranya jadi tidak seru. Bagaimana kalau saya
saja yang menentukan pengganti Yumejima-senpai agar pertandingan tetap
berlanjut?》
Usul yang sangat
aneh. Pembawa acara tampak bingung dan meminta pendapat Utage-sensei.
《Peserta pengganti? Belum pernah ada preseden
seperti ini sebelumnya... Douraku-sensei, bagaimana menurut Anda?》
《Yah, boleh-boleh saja lah.》
...Guru
ini benar-benar santai sekali. Tapi yah, bagi kami ini lebih baik daripada
harus mencari Yumejima-senpai yang mungkin sudah tidak ada di sekolah.
《Karena sudah diizinkan, peserta Yoshiwara, silakan pilih orangnya!》
《Terima kasih. Kalau begitu, Chocolat-san dari kelas 2-1.》
...Hah?
Sesaat aku tidak
paham apa yang baru saja dikatakan Yoshiwara.
《Chocolat-san... ya. Hmm, apakah di sekolah ini ada murid pindahan dari luar
neger—》
Sepertinya ada
laporan masuk, pembawa acara memegang intercom di telinganya.
《E-eh, konfirmasi sudah didapat. Chocolat-san yang baru saja ditunjuk memang
terdaftar di kelas 2-1, tapi secara akurat dia bukanlah murid, melainkan 'Hewan
Peliharaan Pendukung Akademis' milik Amakusa Kanade, sang General 'Reject 5'...
Douraku-sensei, ini maksudnya bagaimana ya?》
《Nggak tahu.》
《...Eh, Sensei kan wali kelasnya?》
《Wali kelas itu cuma pajangan.》
《...Oh, begitu ya.》
...Aku ingin
sekali memprotes, tapi ini bukan waktunya. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan
Yoshiwara sampai menunjuknya, tapi situasi di mana Chocolat tampil di depan
seluruh murid ini... sangat berbahaya.
《Ka-kalau begitu, Chocolat-san dari kelas 2-1, silakan naik ke panggung.》
"Hadir~!"
Chocolat berdiri
dari kursi penonton dan lari kecil ke atas panggung. Panitia menghampirinya dan
menyerahkan mikrofon.
《Chocolat-san, Anda telah ditunjuk oleh Yoshiwara-san. Apakah Anda mau ikut
serta dalam Kompetisi Antarkelas?》
《Ya! Aku akan berjuang demi Kanade!》
Ugh... normalnya
aku pasti akan menghentikannya, tapi dalam situasi yang sudah pasti kalah WO
ini, aku tidak punya pilihan lain.
"Siapa anak
itu? Cantik banget!" "Kelihatannya kayak anjing, imut banget!"
"Ah, itu anak yang waktu itu ke kelas kita ya. Rasanya ingin kasih dia
camilan~"
Chocolat yang
menebar senyum manis diterima dengan pandangan positif.
"Tapi, apa
maksudnya 'Hewan Peliharaan Pendukung Akademis' milik Amakusa?"
"Katanya mereka tinggal bareng, lho." "Memperlakukan anak
perempuan sebagai hewan peliharaan... najis."
Sebaliknya, aku
malah dihujani tatapan penuh celaan... ini benar-benar salah sasaran, tahu!
《Kalau begitu Chocolat-san, mohon bantuannya ya.》
《Mohon bantuannya!》
Yoshiwara dan
Chocolat bersalaman dengan ramah... aku merasa cemas luar biasa.
《Mari kita tentukan metode pertandingannya. Peserta Chocolat, silakan pilih
nomornya.》
《Kalau begitu, minta nomor tujuh!》
《Baik, nomor tujuh, JEDER!》
Sesuai
suara pembawa acara, panel berputar.
《Wuih, yang muncul adalah 'ADU CACI MAKI'!》
...Metode
apa-apaan itu.
《Sesuai namanya, dalam batas waktu tiga menit,
masing-masing peserta akan saling mencaci maki. Siapa yang mentalnya jatuh
duluan, dialah pemenangnya!》
Nggak,
kalau di acara varietas sih oke, tapi ini bukan hal yang pantas dilakukan di
acara sekolah... Lagipula kurasa pertandingan Yukihira lawan Reikadou tadi juga
isinya cuma adu caci maki.
《Giliran pertama adalah dari pihak 'Reject 5' yang tadi kalah. Silakan
Chocolat-san!》
《Siap!》
Chocolat mengangkat tangan dengan penuh semangat, tapi entah
kenapa dia malah menghadap ke pembawa acara sambil memiringkan kepalanya.
《Anu... ngomong-ngomong, 'caci
maki' itu harus bagaimana ya?》
...SERIUS, DEH.
Saat aku memegangi kepala karena pusing, kegaduhan mulai
menyebar di aula. "A-apa-apaan makhluk yang terlalu imut ini..."
"Chocolat-chan benar-benar malaikat." "Hauuu, aku ingin bawa dia
pulang!" Banyak orang yang tertipu oleh penampilannya. Dasar orang-orang
bodoh, kalian bicara begitu karena tidak tahu betapa ampasnya Chocolat yang
sebenarnya.
《Hmm, begini saja. Kamu cukup
ucapkan hal-hal yang tidak suka kamu dengar jika diucapkan padamu.》
《Ooh, begitu ya! Aku paham!》
Setelah mendapat saran dari pembawa acara, Chocolat
menghadap Yoshiwara, memasang wajah sedih, lalu melontarkan kata-katanya.
《Kamu... hari ini... nggak dapat jatah makan malam!》
...Nggak, nggak,
itu kan kalimat yang sering kukatakan padamu!
《Kalau kamu berani makan Daifuku itu, kamu bakal kuusir dari rumah!》
Itu adalah
kejadian saat aku memakan sembilan dari sepuluh kue Daifuku yang sudah
kunanti-nantikan sendirian.
《Kamu... selamanya... jadi orang kelaparan saja sana!》
Ini adalah
kalimat saat dia menghabiskan seluruh isi kulkas, tapi masih saja berani bilang
lapar.
Yoshiwara, yang
harusnya merasa dicaci maki (?), hanya menatap Chocolat sambil tersenyum
senang. Dia sama sekali tidak terlihat terluka. Ya wajar saja, kalau tiba-tiba
diteriakkan begitu, siapa pun pasti bakal bingung.
Pembawa acara pun
mencoba menengahi untuk memperbaiki arah pembicaraan.
《Sho-Chocolat-san. Sepertinya
itu agak sedikit berbeda dengan caci maki.》
《? Tapi saat Kanade mengatakannya padaku, aku merasa sedih. Apa ini tidak
termasuk caci maki?》
JANGAN BAWA-BAWA
NAMAKU, DONG!
"Oi, si
Amakusa itu tidak memberi makan Chocolat-chan, ya?" "Anak sekecil dan
sekerempeng itu kan harusnya cepat kenyang, tega banget sih dia."
"Kalau cuma buat ditelantarkan begitu, mending aku saja yang bawa dia
pulang~"
Seolah menyadari
tatapan penuh celaan yang terpusat padaku, Chocolat langsung berteriak ke arah
penonton.
《Ah, bukan begitu! Semuanya salah paham! Aku sangat bahagia karena selalu
"disayang" habis-habisan oleh Kanade!》
"Di-disayang...
maksudnya apa?" "Chocolat-chan mengatakannya dengan wajah yang tulus
bahagia... jangan-jangan, dia sudah 'dijinakkan' seperti itu?"
"Amakusa... rasanya aku ingin menghajarnya."
...Chocolat-san,
semakin kamu bicara, posisiku semakin terancam, tahu.
《Baik, waktu untuk peserta Chocolat di putaran pertama telah berakhir!》
Pembawa acara
yang melihat jam mendeklarasikan akhir giliran... Sial, kalau ini diulang berkali-kali pun kami
tidak akan bisa menang. Gawat... benar-benar gawat!
《Selanjutnya peserta Yoshiwara, silakan!》
Atas desakan
pembawa acara, Yoshiwara melemparkan senyuman manis pada Chocolat lalu membuka
mulutnya.
《Aku menyerah.》
...Hah?
《Aku tidak akan pernah bisa mencaci maki seorang gadis, bahkan sampai mati
sekalipun. Begitu metode pertandingan ini terpilih, aku sudah kalah.》
...Oi, oi,
apa-apaan itu? Itu sih namanya terlalu sok keren.
《Untuk para Honey-ku yang sudah mendukungku... aku minta maaf.》
Ugh, bulu kudukku
sampai berdiri. Kalimat murahan yang bikin geli begitu mana mungkin bisa
diterima oleh penggemar—
"KEREN
BANGET!" "Toya-kun benar-benar pria sejati!" "Aku rela kok kalau mau dicaci maki
sama kamu!"
...Ternyata bisa.
《Oho! Karena pernyataan menyerah yang tak terduga dari peserta Yoshiwara,
kemenangan babak Letnan jatuh kepada pihak 'Reject 5'!》
Aku memang tidak
suka gaya sok gantengnya, tapi aku selamat... Serius, perkembangan ini sangat
membantuku.
《Nah, nah! Skor sekarang menjadi dua-sama, dan hasilnya akan ditentukan oleh
pertandingan babak General!》
Tadi sempat ada
beberapa momen berbahaya, tapi akhirnya... akhirnya aku sampai di titik ini.
《Kalau begitu, peserta yang menjadi penutup acara, silakan maju!》
"UOOOOOOOO!"
"INI YANG DITUNGGU-TUNGGU!" "SEIRA-SAMAAAAA!"
Sama seperti saat
perkenalan tadi, sorakan dahsyat yang menggetarkan aula ditujukan pada sang
Ketua. Sebaliknya, sorakan untukku adalah...
"Sikat,
Amakusa (Wkwk)!"
"Jangan
kalah (Wkwk)!"
"Amakusa
milik kita bersama (Wkwk)!"
...Persahabatan
yang terlalu kental ini membuat mataku terasa panas. Tidak, sekarang bukan
waktunya untuk down. Aku harus fokus pada pertandingan di depanku!
《Kalau begitu peserta Kokubyoin, silakan pilih nomor untuk menentukan metode
pertandingannya!》
Ketua yang
dipanggil oleh pembawa acara mengumumkan dengan ramah.
《Kalau begitu, aku pilih nomor satu~》
《Baik, nomor satu, JEDER!》
Di bawah
pengumuman pembawa acara, panel yang berbalik memperlihatkan tulisan...
《Su-Suten (Janken)?》
Wajar
saja kalau pembawa acara bingung, karena ini adalah jenis pertandingan yang
sangat... membosankan. Aku tidak tahu siapa yang menyiapkan panelnya, tapi
kenapa juga mereka memasukkan hal semacam ini?
《Ala ala. Kalau begitu, mari kita mulai~ Jan~ ken~》
Tanpa menunggu
aba-aba dari pembawa acara, Ketua tiba-tiba memulai pertandingannya.
《Eh, tu-tunggu sebentar! Jangan mendadak begi—》
Aku mencoba
memprotes karena panik, tapi Ketua tidak menghentikan aba-abanya.
《Pon!》
GA-GAWAT!
Karena terlalu mendadak, aku jadi panik dan mengeluarkan tanganku lebih dulu.
Di momen seperti ini, Ketua bisa melihat tanganku dulu sebelum mengeluarkan
miliknya. Benar-benar gawat!
Namun.
Tanganku yang keluar lebih dulu membentuk "Batu". Dan menyusul tepat
setelahnya dengan waktu yang pas, tangan Ketua membentuk...
"Gunting".
《Eh? A-aku menang?》
《Ala~ aku kalah~》
《Ke-pemenangnya adalah... peserta Amakusa.》
Bahkan
pembawa acara pun tampak kebingungan. Waktu yang dibutuhkan sejak metode
pertandingan ditentukan hanyalah beberapa detik. Akhir yang benar-benar
antiklimaks.
Dari
kursi penonton pun terdengar suara kecewa seperti, "Serius nih...?"
"Yah, nggak seru banget," "Gitu doang kelarnya?"
Tapi
bagiku sekarang, hal semacam itu tidak penting. Yang penting adalah fakta bahwa
aku sudah menang melawan Ketua. Sambil mematikan mikrofon, aku bicara padanya.
"Ke-Ketua,
aku menang. Jadi—"
Aku memang merasa
ada sesuatu yang janggal dari kekalahannya, tapi aku yang sedang terlalu
bersemangat tidak punya ruang untuk memikirkan niat terselubung di baliknya.
"Iya, aku
akan menepati janjiku~ Sekarang juga."
"Eh?"
Sambil
mengabaikan aku yang tidak mengerti kenapa dia menekankan kata "sekarang
juga", Ketua memasang senyum lebar dan menyalakan kembali sakelar
mikrofonnya.
《Mohon maaf~ Semuanya, tiba-tiba saja ada satu pengumuman penting yang ingin
kusampaikan~》
Mendengar ucapan
Ketua, para murid yang tadinya mengeluh seketika menjadi sunyi senyap.
《Karena akhir Kompetisi Antarkelas barusan terasa agak membosankan, sebagai
gantinya, aku ingin melakukan pengakuan yang mengejutkan~》
Pengakuan? Apa
maksudnya? Perasaanku benar-benar tidak enak...
《Sebenarnya~ Aku, Kokubyoin Seira~》
Woi...
jangan-jangan...
《"Menyukai" Amakusa Kanade-san yang ada di sini.》
Seisi aula
membeku.
《Pe-peserta Kokubyoin... barusan bilang apa?》
Pembawa acara
bertanya balik dengan suara yang pecah. Ponsel di kantongku bergetar, tapi sekarang
bukan waktunya untuk mengecek.
《Ala~ apa tidak terdengar? Kalau begitu
kuulangi sekali lagi dengan suara keras ya~ Aku, Kokubyoin Seira, menganggap
Amakusa Kanade-san di sini sebagai pria yang istimewa.》
"............................"
Semua orang yang
ada di sana terdiam tanpa kata, dan setelah keheningan sesaat—
"""""APA-APAAN
ITU TADI?! APA KATAMUUUUUU?!"""""
Aula meledak oleh
teriakan yang saking kerasnya seolah bisa meruntuhkan bangunan. Tapi... mimpi
buruknya tidak berhenti di situ.
《Hup!》
"Hah?!"
KENAPA ORANG INI TIBA-TIBA MEMELUKKU?!
"Haaaaaaaaah!"
"Seira-san
milikkuuuuuuuu!"
"Apa yang
kalian biarkan dia lakukan pada Seira-samaaaaaaaa!"
"Kiamat!
Dunia ini sudah kiaaaamaaaaaat!"
"Amakusa, bajingaaaaaaaaaaaan
kauuuuuuuuuuu!"
Teriakan amarah
dan jeritan saling bersahutan. Kondisinya benar-benar kacau balau.
A-aku mengerti
perasaan mereka. Sangat-sangat mengerti, tapi... yang paling ingin menangis dan
menjerit di sini itu aku!
"K-Ketua,
apa-apaan sih! Tolong lepaskan!"
"Nggak
mauuu~"
Serius... apa sih
yang dipikirkan orang ini! Meski aku mencoba memaksa melepaskan diri, tenaganya
kuat sekali sampai aku tidak bisa berkutik!
《S-Semuanya, harap tenang! Acara akan segera
ditutup, jadi tolong tenanglah!》
Saat
pembawa acara mencoba mengakhiri situasi demi meredam kekacauan ini, Sang Ketua
yang masih memelukku berbisik lembut di dekat telingaku.
"Amakusa-san,
apa tidak apa-apa~? Kompetisinya bakal berakhir, lho."
"B-Berakhir
bagaimana, sekarang bukan waktunya bahas itu! Lagi pula misinya sudah selesai,
jadi—eh?"
Pada saat itu,
firasat buruk melintas di benakku. Aku buru-buru mengeluarkan ponsel dan
memeriksa surel dari 'Tuhan'.
[[Kuroshiroin
Seira: Clear]]
Aneh... padahal
aku sudah mendapatkan pengakuan 'suka' dari orang terakhir, yaitu Ketua
Kuroshiroin, tapi kenapa hanya surel Clear individu yang masuk? Kenapa
surel 'Mission Complete' seperti dua misi sebelumnya tidak datang?
Aku mencoba
mengingat urutannya satu per satu. Ouji, Yuragi, Kazamachi, Reikado, Yukihira.
Dan barusan, Ketua Kuroshiroin. Tidak salah lagi. Aku pasti sudah mendapatkan
kata-kata 'suka' dari mereka semua.
Soal Yukihira aku
memang tidak punya ingatan sama sekali, sih, tapi karena sudah ada surel Clear
dari 'Tuhan', harusnya tidak perlu diragukan lagi.
Sekali lagi, aku
memastikan isi misinya di dalam kepala. [[Dapatkan ucapan 'suka' dari
seluruh siswi yang berpartisipasi dalam kompetisi]], 'kan...
"Ah..."
"Fufu,
akhirnya sadar~?"
Dia, ya... Memang
sih, sebelum ini sudah berkali-kali, tapi setelah menerima surel misi, mungkin
aku belum pernah mendengar kata 'suka' secara langsung darinya.
Selagi aku masih
bergumul dengan pikiranku, pembawa acara sedang berusaha membujuk para murid
yang tampak siap mengamuk untuk menutup acara.
《H-Harap tenang! Karena acara akan segera kita akhiri—》
《T-TUNGGU SEBENTAAAAAAARRRR!》
Gara-gara
teriakan lantang yang refleks kukeluarkan, keributan di aula mendadak hening
seketika. Sial... padahal aku berniat melakukannya diam-diam di tengah
kericuhan.
Ketua masih saja
memelukku dengan tenaga monster dan tidak mau melepaskanku... Tidak ada pilihan
lain selain mengatakannya begini.
《Ch-Chocolat!》
Aku berusaha menolehkan leher ke arah Chocolat yang duduk di
kursi wakil kapten menggantikan Kak Yumeshima. ...Aku benar-benar tidak
menyangka kalau bocah yang ikut-ikutan masuk ini juga termasuk target.
《Kanade-san, ada apa~?》
《Sini sebentar, guah!》
Saat aku mencoba memanggilnya mendekat, Sang Ketua
memberikan sebuah pelukan bear hug luar biasa yang rasanya nyaris
meremukkan tulang belakangku.
"Nggak boleh begitu~ Pengakuan cinta seorang laki-laki
itu harus dengan suara lantang, lho~"
Bisikan di telingaku itu masih terdengar lembut dan manis
seperti biasa, tapi aku merasa benar-benar tidak punya kekuatan untuk
melawannya. Sial... harus kulakukan.
《Kamu......................................................
bagaimana perasaanmu padaku?》
Dengan keraguan
maksimal, aku melontarkan pertanyaan yang jawabannya sudah seratus persen pasti
itu. Mendengar itu, Chocolat menjawab dengan senyum lebar di wajahnya.
《Aku syuka sekali!》
...Oke, mari kita
bereskan. Mari kita susun situasi ini secara objektif. Aku baru saja ditembak
oleh gadis paling populer di sekolah, bahkan dipeluk olehnya, lalu di saat
bersamaan aku malah sengaja memanggil gadis lain yang sedang naik daun hari ini
hanya untuk membuatnya bilang 'suka sekali'.
Akhir yang pantas
diterima oleh berengsek semacam itu adalah—
"Iya, pintar
sekali~"
Tepat saat Ketua
Kuroshiroin melepaskan pelukannya dariku.
““““M-MATI LUUUUUUUUUUUUUUUUUU!””””
SUDAH KUDUGA
BAKAL BEGINIIIIIIIIIII!
《J-Jangan melempar barang ke panggung!
Berbahaya, jadi tolong jangan melempar apa pun! C-Cepat matikan lampunya!
Amakusa-senshu juga cepat turun—ah!》
《Guekh!》
Sepatu indoor
yang dilempar seseorang dengan kekuatan penuh menghantam pelipis asliku dengan
sangat presisi.
Di tengah
kesadaran yang kian memudar, hal terakhir yang bisa kurasakan adalah getaran
ponsel di dalam saku celanaku.



Post a Comment