Chapter 149
Liburan Elegan Si
Mofumofu
◆Mofumofu◆
Aku adalah raja para monster. Saat ini, aku sedang menikmati liburan di tempat
putri dari raja para manusia. Tidak, serius, di sini yang terbaik! Habisnya,
Majikan tidak ada di sini!
Sarang gadis ini
empuk dan sangat nyaman untuk tidur, lalu semua yang disajikan pun lezat!
Khufufu, putri
dari raja ras lain sampai berlutut melayaniku sendiri, ini adalah bukti bahwa
aku adalah raja yang agung! Ahhh, di sini yang terbaik.
Beruntung sekali
aku bisa menyembunyikan hawa keberadaanku dan diam-diam tetap di sini saat
Majikan pulang.
Tapi, bukan
berarti aku hanya terlena dengan makanan manis saja.
Sarang ini memang
nyaman, tapi kalau boleh menyebutkan satu masalah, itu adalah banyaknya
kroco-kroco yang merangkak di sekitar sini untuk mengincar pemberontakan.
Sepertinya para
manusia juga mengincar putri raja demi memenangkan persaingan melawan raja
mereka sendiri.
"※※※※※※※!!"
Oh, mereka
menyerang. Tapi terlalu lemah.
"※※※※※※※!?"
Fuhahahaha, cakar
setingkat itu tidak akan mempan padaku. Tapi aku selalu berpikir, cakar manusia
itu panjang dan tipis sekali ya. Kalau begitu kan bisa patah dengan mudah?
"※※※※※※※!!"
Oh, kali ini
sihir ya. Tapi payah, payah sekali. Tanpa perlu bersusah payah bertahan pun,
sihir itu bahkan tidak sanggup melukai buluku.
"※※※※※※※!?"
Hmm? Sudah
selesai? Aduh-aduh, ini bahkan tidak bisa dijadikan penghilang bosan. Apa boleh
buat, ayo kita akhiri dengan cepat.
Tei! Pukulan kaki depan dariku.
"※※※※※※※!?"
Kroco yang
terkena seranganku terpental menghantam dinding, lalu kehilangan kesadaran dan
merosot begitu saja. Hop! Musuh berikutnya, tendangan kaki belakang
dariku.
"※※※※※※※!?"
Kroco yang
terkena serangan berikutnya menembus langit-langit, lalu tergantung di sana
seperti buah pohon. Hahaha, lemah, lemah sekali.
Sungguh,
seharusnya mereka menantang raja dengan kekuatan murni, tapi karena
mengandalkan cara-cara picik, jadinya begini.
Tapi
nasib kalian memang buruk. Di
sini sudah menjadi wilayah kekuasaanku.
Aku tidak akan
memberi ampun kepada siapa pun yang memasuki wilayah kekuasaan sang raja dengan
niat jahat. Bisa dikatakan dengan lembut, matilah kalian.
◆
"※※※※"
Saat putri raja
manusia menepuk kaki depannya, seorang pelayan perempuan datang membawakan
makanan. Hmm? Bau gadis ini baru pertama kali kuhirup.
Apa dia anggota
baru di kawanan ini? Fumu, tampaknya dia sudah merangkak naik dalam hierarki
kawanan hingga mendapatkan posisi sebagai pelayan. Baiklah, akan kuizinkan kau
mengurusku. Jadi jangan gemetar seperti itu.
"※、※※※……"
Gadis manusia itu
menyodorkan makanan di hadapanku. Umu, makanan hari ini pun terlihat lezat!
Kalau begitu, selamat makannn!
Mogumogu...
"※※※※?"
Fufufu, putri
raja manusia itu sedang memperhatikan suasana hatiku.
"……※※※"
Gadis pelayan itu
pun sepertinya penasaran dengan reaksiku, dia menatapku dengan tajam sambil
gemetar. Aduh-aduh, kalau dipelototi sampai seperti itu, aku jadi sedikit malu,
tahu?
...Guh!?
Saat itulah, aku
merasakan sensasi hebat seolah-olah ada sesuatu yang mengamuk dengan liar di
dalam tubuhku.
"※、※※※※※※!?"
I-ini adalah...
racun!? Masakan ini, ada racun di dalamnya!!
"……※!!"
...Ini SUPER
LEZATTT!! Lezat, lezat, lezat! Benar-benar lezat!
Dagingnya memang
enak, tapi racun ini memberikan rangsangan yang kompleks pada cita rasa
dagingnya!
Mungkin ini adalah campuran dari berbagai macam racun! Nasi
beracun ini sangat pedas dan nikmat!
"※、※※……!?"
Hmm?
Kenapa kau menatapku
dengan pandangan seperti sedang melihat sesuatu yang mengerikan, wahai gadis
pelayan?
Racun itu semacam bumbu untuk membuat makanan ala manusia
jadi lebih enak, kan?
Ah, begitu ya, karena kau sudah memuaskan sang raja, aku
harus memberimu penghargaan. Tadi itu lezat, wahai gadis pelayan.
Puk-puk dengan kaki depan.
"※!? ……※※※"
...Ah, dia pingsan. Fumu, sepertinya dia pingsan karena
terlalu terharu setelah menerima penghargaan langsung dariku yang merupakan
seorang raja.
Keagunganku yang terlalu luar biasa ini memang
terkadang merepotkan.
Tapi ya ampun,
sarang raja manusia ini memang bagus! Makanannya enak dan teman bermain
(kroco-kroco) juga banyak, jadi makanan setelah olahraga terasa sangat nikmat!
Tanpa sadar aku jadi makan terlalu banyak!
Wah, hidup tanpa
Majikan benar-benar santai sekali! Soalnya, kalau Majikan ada, baru makan
sedikit lebih banyak saja dia langsung memotong jatah makanku.
Lalu dia akan
menyuruhku melakukan olahraga yang seperti di neraka. Benar-benar deh, dia
pikir aku yang merupakan raja para monster ini siapa sih.
Tapi di sini
berbeda! Di sini aku benar-benar bisa bertahta sebagai raja para monster yang
sesungguhnya!
Oleh karena itu,
aku mau pergi makan camilan ah. Fufuffu, putri raja manusia itu menyodorkan
sesuatu yang manis padaku. Bagus, bagus, lakukanlah tugasmu dengan baik.
"※※※※※"
Saat itulah, di
tengah sarang yang tenang ini, bergema sebuah suara mengerikan yang seperti
angin di tengah musim dingin. ...J-jangan-jangan suara barusan adalah.
"※※※※※"
GEEEHHH!?
Majikan!? Kenapaaa!? Kenapa Majikan ada di siniii!?
Hmm? Ada
boneka yang mulai bergerak? Apa?
Kalian berdua mau pergi ke suatu tempat? Eh? Aku juga?
...Ah, iya. Saya
mengerti.
Selamat tinggal, hari-hariku yang tenang...



Post a Comment