NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ore no Nounai Sentakushi ga - Gakuen Rabukome o Zenryoku de Jama Shite Iru (Noucome) Volume 1 Interlude 3

Interlude 3

Bicara Soal Sebuah Kemungkinan 3 — Bagian


"Semuanya, bisa tolong dengarkan kegalauan aku nggak?"

Pakaian dalam jenis bikini itu tiba-tiba membuka suara.

"Ah, ada apa?" "Tumben-tumbenan Anda punya kegalauan." "Cerita saja sama kami, semua-muanya."

Para sohib nongkrongnya—si Boxer, Trunks, dan Brief—serempak menoleh ke arah Bikini.

Di sinilah Dunia Pakaian Dalam, sebuah dimensi yang berada di luar jangkauan kesadaran manusia. Tempat ini adalah Distrik Spesial Penunjukan Khusus Pakaian Dalam Bagian Vital, atau yang biasa disebut Distrik Khusus Celana Dalam, sebuah area kasta tertinggi yang hanya boleh dimasuki oleh mereka yang terklasifikasi sebagai "Celana Dalam".

Menjadi pusat perhatian ketiga rekannya, Bikini melanjutkan bicaranya dengan raut wajah (sepertinya) pilu.

"Dengar ya semuanya... apa kalian sudah puas dengan diri kalian yang sekarang?"

Mendengar pertanyaan Bikini, Boxer, Trunks, dan Brief kompak memiringkan kepala (?) mereka.

"Aku tuh sudah muak. Cowok yang pakai bikini itu kalau nggak binaragawan berotot, ya paling cowok narsis, kan? Aku mau keluar dari situasi kayak begitu, aku mau mengubah diriku. Makanya... makanya..."

Ketiga rekannya pun menyimak dengan serius gaya bicara Bikini yang tampak sungguh-sungguh itu.

"Aku mau jadi Garter Belt dan dipakai sama anak perempuan!"

Seketika itu juga, ekspresi semua orang langsung mendingin.

"Hah? Kamu bego ya?"

"Mau jadi 'mereka'? Cih, pemikiran rendah yang menjijikkan."

"Kami beneran bodoh karena sempat khawatir sama kamu, tahu."

Di Dunia Pakaian Dalam, jurang yang memisahkan antara kubu Pria dan Wanita itu sangatlah dalam. Keduanya saling merendahkan, menghina, dan mencaci satu sama lain; bisa dibilang mereka adalah musuh bebuyutan. Jadi, jika ada yang berani bilang ingin beralih haluan, reaksi seperti ini sangatlah wajar.

"Lho? Bentar, teman-teman? Hei!"

Boxer, Trunks, dan Brief mengabaikan panggilan Bikini dan pergi begitu saja dari tempat itu.

"Sialan... kenapa sih mereka nggak ada yang paham."

Bikini yang tertinggal sendirian (?) menatap langit, menarik napas dalam-dalam, lalu meneriakkan jeritan hatinya sekuat tenaga.

"KOMBINASI GARTER BELT SAMA POSISI KAKI 'M' ITU KAN YANG PALING MANTAP, TAHUUUUUUUU!!"

Distrik Khusus Celana Dalam hari ini pun tetap damai.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close