NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ore no Nounai Sentakushi ga - Gakuen Rabukome o Zenryoku de Jama Shite Iru (Noucome) Volume 3 Interlude 2

Interlude

Kisah Tentang Sebuah Kemungkinan — Bagian 2


"Gufufu..."

Aneh... Ini benar-benar aneh. Entah karena kehilangan akal atau apa, aku malah mengambil pilihan yang mustahil, dan sekarang aku terlempar sampai ke planet antah-berantah di ujung galaksi.

Yah, mau bagaimana lagi. Hasil dari Opsi tidak akan bisa diubah bagaimanapun aku meronta, jadi aku hanya bisa menerimanya, tapi... situasi ini benar-benar tidak masuk akal.

"Kanade-chan..."

Kenapa... kenapa Taiko-san ada di sini?

Dia adalah tetanggaku, seorang ibu rumah tangga berukuran king-size yang selalu menunjukkan rasa suka yang abnormal setiap kali bertemu denganku, Gondo Taiko (49 tahun).

Kenapa orang ini bisa ada di tempat seperti ini? ...Mana jumlahnya banyak sekali pula.

"Gufufu..."

"Kyaa, Kanade-chan yang asli ada di depan mataku..."

"Heh, kau sampai ileran tuh, ileran."

Gerombolan Taiko-san membentang luas di depan mataku... Lelucon macam apa ini sebenarnya? Taiko-san yang berdiri paling dekat denganku membuka suara.

"Kanade-chan, kami adalah eksistensi yang 'tunggal sekaligus menyeluruh'. Kami adalah organisme koloni yang mengirimkan replika ke seluruh galaksi dengan tujuan utama hanya untuk memuja cowok tampan."

Aku memang merasa Taiko-san itu sudah tidak seperti manusia lagi, tapi ternyata dia benar-benar alien... Terlebih lagi, organisme koloni?

 Berarti, aku boleh berasumsi kalau semua Taiko-san ini awalnya adalah satu makhluk hidup, dan semua individu yang membelah diri ini saling berbagi kesadaran yang sama, kan?

Tunggu sebentar... Kalau begitu, artinya—

"Hah?"

Tepat di saat kemungkinan mengerikan itu terlintas di benakku, tumpukan daging yang tak terhitung jumlahnya merangsek maju ke arahku—

"""""KANADE-CHAAAAAN!"""""

"GYAAAAAAAAGH!"

Di tengah kesadaran yang kian memudar, hanya suara tulang yang berderak hancur, meki-meki, yang terus bergema di dalam kepalaku.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close