Interlude
Kisah Tentang Sebuah Kemungkinan — Bagian 2
"Gufufu..."
Aneh... Ini
benar-benar aneh. Entah karena kehilangan akal atau apa, aku malah mengambil
pilihan yang mustahil, dan sekarang aku terlempar sampai ke planet
antah-berantah di ujung galaksi.
Yah, mau
bagaimana lagi. Hasil dari Opsi tidak akan bisa diubah bagaimanapun aku
meronta, jadi aku hanya bisa menerimanya, tapi... situasi ini benar-benar tidak
masuk akal.
"Kanade-chan..."
Kenapa... kenapa
Taiko-san ada di sini?
Dia adalah
tetanggaku, seorang ibu rumah tangga berukuran king-size yang selalu
menunjukkan rasa suka yang abnormal setiap kali bertemu denganku, Gondo Taiko
(49 tahun).
Kenapa orang ini bisa ada di tempat seperti ini? ...Mana
jumlahnya banyak sekali pula.
"Gufufu..."
"Kyaa, Kanade-chan yang asli ada di depan
mataku..."
"Heh, kau
sampai ileran tuh, ileran."
Gerombolan Taiko-san membentang luas di depan mataku...
Lelucon macam apa ini sebenarnya? Taiko-san yang berdiri paling dekat denganku
membuka suara.
"Kanade-chan, kami adalah eksistensi yang 'tunggal
sekaligus menyeluruh'. Kami adalah organisme koloni yang mengirimkan replika ke
seluruh galaksi dengan tujuan utama hanya untuk memuja cowok tampan."
Aku memang merasa
Taiko-san itu sudah tidak seperti manusia lagi, tapi ternyata dia benar-benar
alien... Terlebih lagi, organisme koloni?
Berarti, aku boleh berasumsi kalau semua
Taiko-san ini awalnya adalah satu makhluk hidup, dan semua individu yang
membelah diri ini saling berbagi kesadaran yang sama, kan?
Tunggu sebentar... Kalau begitu, artinya—
"Hah?"
Tepat di saat kemungkinan mengerikan itu terlintas di
benakku, tumpukan daging yang tak terhitung jumlahnya merangsek maju ke arahku—
"""""KANADE-CHAAAAAN!"""""
"GYAAAAAAAAGH!"
Di tengah kesadaran yang kian memudar, hanya suara tulang yang berderak hancur, meki-meki, yang terus bergema di dalam kepalaku.



Post a Comment