Penerjemah: Miru-chan
Proffreader: Miru-chan
Prologue
──Keberpihakan Tuhan.
Jika harus menggambarkan kesanku tentang teman masa kecilku, Amano Iori, itulah satu kalimat yang paling tepat. Kecantikan yang tidak realistis. Aura yang terasa tidak duniawi.
Entah sudah berapa banyak ajakan jadi model dan pengakuan cinta yang ia terima. Pesonanya yang bahkan bisa disebut memikat secara berbahaya itu, sejak kecil memang terasa berbeda dari yang lain. Cepat atau lambat, dia pasti akan menjadi model papan atas, atau aktris besar. Semua orang mengatakan begitu, dan aku pun tentu saja berpikir hal itu akan terjadi.
──Suatu hari nanti, dia pasti akan pergi ke tempat yang tak bisa kugapai.
Namun.
“......Nn......”
(...Kenapa)
Kenapa sekarang, teman masa kecilku yang telanjang tidur di sampingku?
Kulit putih yang mengintip dari balik seprai. Dada ranumnya yang naik turun seiring napas. Tubuh indah yang sampai membuatku pusing melihatnya. Sulit dipercaya kami sama-sama manusia.
“......”
Dengan kepala yang nyaris tak berfungsi, aku mencoba berpikir. Mencoba mengingat bagaimana situasi yang mustahil ini bisa terjadi... Namun tiba-tiba, sosok gadis lain melintas di benakku.
『──Semoga berhasil ya, dengan gadis itu』
Senyum yang menahan air mata. Seorang gadis yang mengatakan bahwa dia menyukaiku—teman perempuanku. Kenangan itu menusuk dadaku dengan rasa sakit yang tajam.
“......Iori?”
“.....”
Suara manis itu menarik kembali kesadaranku.
Di sampingku, sosok bidadari menatapku sambil tersenyum. Rasa bersalah dan penyesalan—semuanya larut dan menghilang dalam pesonanya.
“Selamat pagi, Iori”
“......Selamat pagi, Mizuki”
──Ini adalah kisah satu bulan itu, sampai akhirnya aku terjerat dalam cinta dirinya.



Post a Comment