Penerjemah: Nels
Proffreader: Nels
Prologue
Dunia diselimuti dalam ilusi.
Pelangi tujuh warna membentang di langit, dan bumi tertutup oleh rerumputan dan bunga yang tak terhitung jumlahnya.
Pemandangan itu benar-benar seperti mimpi—bagaikan mimpi abadi yang takkan berakhir.
Namun, ilusi itu rapuh dan fana.
Tiba-tiba pemandangan damai itu runtuh, langit menampakkan kemarahannya, dan awan hitam membubung dengan suara gemuruh.
Bumi terbelah, dan tanah yang seharusnya memelihara kehidupan dengan lembut runtuh tanpa belas kasihan.
Di dunia yang runtuh itu, satu sambaran petir dahsyat menyambar.
Dua bayangan muncul di dalam kilatan cahaya itu.
Salah satunya adalah pria besar yang kekar.
Di leher tubuh raksasa yang memiliki enam tanduk itu, terukir angka "I" yang besar.
Iblis yang diasingkan dari 'Helheim' yang ada di 'Lost Land', 'Antitesis Buangan No. I' Hajarl.
Yang tergeletak di ujung tatapan dinginnya adalah seorang bocah laki-laki—bocah berambut hitam, Ars.
Menatap sosok Ars yang tenggelam dalam genangan darah dan tak bergerak sedikit pun, Hajarl merasakan kekuatan di seluruh tubuhnya menghilang, seolah yakin akan kemenangan yang akhirnya tiba.
Namun, di tubuh raksasanya pun terukir banyak luka dalam. Itu adalah sosok seseorang yang berdiri di akhir pertarungan sengit.
"Apa aku menang...?"
Suara yang tak bisa dibedakan antara lega atau bingung keluar dari mulut Hajarl.
Pada saat itu—Ars menumpukan tangan di tanah dan perlahan bangkit berdiri.
"............Belum, ini belum berakhir."
Mana dalam jumlah besar meluap dari tubuh Ars yang tersenyum.
Hajarl yang merasakan hawa tidak wajar itu mendistorsi bibirnya dan bergumam.
"Dasar monster..."
"Tidak sopan."
Karena darah yang mengalir dari dahi hampir menutupi pandangannya, Ars menyekanya dengan ujung lengan baju dengan tampak malas.
"Aku hanyalah manusia yang 'telinganya tajam'."
Dengan gerakan perlahan, tanpa memperlihatkan pengaruh lukanya sedikit pun, Ars memasang kuda-kuda.
"Nah, ayo kita lanjutkan—perlihatkan padaku sihir yang tidak kuketahui."



Post a Comment