NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Shibou End wo Kaihi shita Galge no Heroine-tachi ga Ore no [Nikki-chou] o Yonde Himitsu o Shitta Rashii Volume 2 Afterword

 Penerjemah: Amir

Proffreader: Amir


Afterword

Sudah lama tidak berjumpa! Saya addict.


Terima kasih banyak telah membeli volume kedua ini.


Saya sempat meminta saran di X mengenai apa yang sebaiknya dibahas dalam kata penutup ini, dan saya rasa membahas tentang volume kedua adalah pilihan yang terbaik.


Pertama-tama, izinkan saya mewakili suara para pembaca sekalian saat pengumuman perilisan volume kedua ini diputuskan:


"Eh? Volume kedua benar-benarterbit?"


......Ya. Akhirnya terbit.


Namun, saya ingin meluruskan satu kesalahpahaman; volume ini tidak dilanjutkan secara paksa. Sejak awal, konsep untuk volume kedua memang sudah ada. Akan tetapi, saat serialisasi versi web sedang berjalan, sebuah "wahyu" dari editor "Dewa" turun, dan hasilnya menjadi bentuk yang seperti sekarang ini. Jadi, ini bukan salah saya. 


Ya, benar-benar bukan salah saya.


Selain itu, izinkan saya mengatakannya sekali lagi: Yuuto Sano: Death End adalah komedi romantis (love comedy).


Paham? Ini adalah komedi romantis.


Banyak yang menyebutnya fiksi ilmiah, suspense, horor, dan lain sebagainya, tapi ini adalah:


KO-ME-DI RO-MAN-TIS.


Percayalah!


Saya sangat ingin menggali lebih dalam karakter keempat Heroine utamanya!


......Meski saya mengatakan itu, mari kita kesampingkan kenyataan yang tidak mengenakkan bahwa saya justru memunculkan karakter kelima, Hibise.


Hibise cantik sekali, bukan!?


Saat meminta desain karakter kepada Heiro-sensei, saya ingat pernah menyampaikan dengan penuh semangat:


"Tolong beri dia headphone!"


Ada karakter bernama Chelsea dari Akame ga Kill! yang menjadi asal mula karakter yang sering membuat penulis "menderita", dan saya selalu memiliki keinginan untuk menulis karakter yang memakai penyuara jemala suatu saat nanti. Karakter Harusora Hibise yang diekspresikan dengan sempurna oleh Heiro-sensei benar-benar melampaui imajinasi saya dan sangat luar biasa.


Heiro-sensei, terima kasih banyak!


Sekarang, izinkan saya bercerita sedikit tentang proses produksinya.


Masa penulisan volume kedua ini terasa seperti lari maraton di neraka. Saya harus mengubur idealisme dan hal-hal yang saya anggap penting demi keutuhan karya. Setiap kali melakukan itu, saya merasa seolah-olah diri saya sedang terkikis, sebuah kekosongan seperti menjadi barang pengganti. Sejujurnya, ini adalah bagian yang paling berat.


Bahkan, memalukan untuk diakui bahwa saya sempat mengeluh kepada editor, "Saya sudah tidak bisa menulis lagi." Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang saya timbulkan saat itu.


Namun, terlepas dari itu semua, pengalaman bisa "menciptakan sebuah karya bersama seseorang" adalah harta karun yang paling berharga. Dalam penulisan volume kedua ini, saya melakukan pertemuan berkali-kali dengan editor saya, Tsukui-san. Kami pernah berdiskusi hingga jam empat pagi. Saat bangun dan membacanya kembali, saya menemukan kontradiksi. Setelah menyelesaikan plot dan menulis naskah, saya merasa ada yang "kurang pas". Menulis ulang plot, menulis naskah lagi, hasilnya terasa biasa saja...


Selama setengah tahun, rasanya seperti maju sepuluh langkah tapi mundur sembilan langkah. Mengingat kembali masa itu, hanya rasa lelah yang pertama kali muncul di benak saya. Namun di saat yang sama, saya tidak memiliki apa pun selain rasa syukur kepada Tsukui-san, yang dengan semangat melebihi saya, terus mendorong balik karya ini demi mencapai tujuan yang sama.


Dan yang terpenting──ini adalah pengalaman paling menyenangkan dalam hidup saya!


Mari kita lihat "neraka" bersama lagi di volume ketiga, ya?


Terakhir, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih.


Kepada editor saya, Tsukui-san. Jika bukan karena Anda, volume kedua ini tidak akan pernah selesai. Sekali lagi, terima kasih banyak. 


Kepada ilustrator, Heiro-sensei. Terima kasih atas ilustrasi "Dewa"-nya! Adegan kamera pengawas Reine, Shuna, dan Shino benar-benar membuat saya merinding! 


Kepada tim korektor, terima kasih telah menghadapi tulisan saya yang masih belum matang ini dengan teliti dan memberikan banyak masukan. Saya belajar banyak dari Anda. Lalu, kepada semua pihak yang terlibat dalam karya ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya melalui kesempatan ini. Dan untuk para pembaca sekalian. Terima kasih telah membaca hingga sejauh ini.




Penulis 

addict 


Saya merasa cemas apakah pembaca bisa menikmati volume kedua ini, namun saya jauh lebih takut membayangkan harus terus berkarier sebagai penulis selamanya dengan nama pena yang terasa seperti gaya anak kelas dua SMP ini.


Ilustrasi 

Heiro (へいろー) 


Saat sedang menggambar, tanpa sadar terkadang saya memasang ekspresi yang sama dengan karakter yang sedang saya gambar. Saya jadi penasaran, seperti apa rupa wajah saya sendiri saat sedang menggambar karya ini.....


Previous Chapter | ToC | 

Post a Comment

Post a Comment

close