Epilog
Kelas Dua, Bulan Terakhir
Kami
saling memberikan hadiah saat Hari Valentine. Lalu kemarin... aku menerima
cokelat dari Nanami dengan cara yang sangat luar biasa.
Kalau
sudah begini, masalah berikutnya adalah... White Day.
"Harus
membalas dengan apa, ya..."
"Padahal
kamu tidak perlu merepotkan diri memikirkannya..."
Keesokan
paginya, Nanami yang berbaring di atas tempat tidur dengan mengenakan pakaian
tidur melayangkan tatapan mata yang terkesan agak heran ke arahku.
Kemarin
setelah kejadian itu... Nanami kembali mandi, lalu aku juga menyegarkan diri
setelahnya... dan entah karena lelah akibat berbagai hal, kami langsung
tertidur pulas. Lalu sekarang, kami berdua baru saja terbangun.
Ah,
kami tidak tidur di satu tempat tidur yang sama, kok. Seperti yang diduga, hari
ini Nanami tidur di tempat tidur, sementara aku menggelar kasur lantai di
sampingnya.
...Kenapa
rasanya batasan untuk tidur bersama atau semacamnya makin lama makin menurun,
ya. Meskipun berpikir kan tidak di tempat tidur yang sama jadi tidak apa-apa
lalu tidur di sini, sih...
"Yah,
aku bakal memikirkan apa yang harus kulakukan. Nantikan saat White Day
nanti, ya."
"Padahal
tidak perlu dipikirkan pun tidak apa-apa... tapi kalau dibilang begitu aku jadi
tidak sabar, sih."
Setelah
itu kami berdua bangun, berganti pakaian, menyantap sarapan, dan kemudian...
"Nah,
mulai hari ini sampai ujian akhir semester nanti, mari kita berjuang belajar!!
Ini masa-masa pemantapan akhir!!"
"Ooh~..."
Saat
aku merespons dengan perasaan yang luar biasa muram, aku malah dimarahi karena
dianggap tidak bersemangat.
Yah,
mau bagaimana lagi, kan. Meskipun hal ini memang sangat penting, sih.
Benar,
kami berdua menghadapi ujian akhir semester terakhir di kelas dua pada akhir
bulan Februari ini.
Oleh
karena itu, perasaan berbunga-bunga akibat Valentine sampai kemarin harus
disegel untuk sementara waktu. Mulai sekarang hingga ujian akhir semester
selesai, kami berencana menghabiskan hari-hari khusus untuk belajar.
Jadwal
kerja paruh waktu juga sudah dikurangi, jadi mari kita berjuang dengan penuh
semangat... rencananya begitu, sih.
"Tetap
saja rasanya agak bikin muram, ya."
"Meskipun
bikin muram, kenyataan tetap akan menghampiri... jadi kita harus mempersiapkan
diri baik-baik untuk menghadapinya."
Nanami
tegas sekali, ya.
Ketegasan
yang dibalut dengan rasa kasih sayang, sih.
Yah,
aku juga tidak begitu suka belajar, tetapi tetap berniat untuk berusaha sebaik
mungkin.
Demi
bisa naik ke kelas tiga bersama Nanami...!!
"Tidak
kok, lagipula nilai Youshin kan sudah meningkat, pasti bisa naik ke kelas 3.
Kamu tidak akan... tinggal kelas, kan? Eh? Tidak, kan?"
"Sepertinya
bakal baik-baik saja... tapi kalau nilai ujian akhir semester nanti jelek, aku
tidak tahu deh..."
Meskipun
begitu nilaiku masih di batas aman... tidak deng, mungkin agak mencurigaskan.
Justru karena itulah, momen belajar terakhir ini menjadi sangat penting. Namun
Nanami justru kelihatan jauh lebih panik daripadaku.
"Kita
harus naik ke kelas tiga bersama-sama!! Kita kan juga bakal berada di kelas
yang sama!! Jadi pastikan nilaimu aman, ya!!"
Aah,
tanpa disadari Nanami sudah berganti pakaian dengan cepat menjadi sosok seperti
guru wanita yang bertangan dingin.
Seriusan,
kapan dia sempat berganti pakaian, coba?
Lagipula,
karena Nanami juga ikut belajar bersama, pakaian semacam itu rasanya tidak
begitu ada artinya, kan.
"Aku
cuma sekadar ingin memakai kacamata karena lagi ingin saja, kok."
"Padahal
Nanami itu pintar, tapi terkadang suka melontarkan ucapan yang agak konyol,
ya."
"Apa-apaan~
Youshin juga kalau pakai kacamata bakal kelihatan pintar, lho. Nih, paling
tidak secara penampilan dulu——?"
"Maksudmu
secara tidak langsung aku ini bodoh, begitu?!"
Sembari
membalas usilannya sebagai balasan atas kata 'konyol' tadi, kami menata niat
kembali untuk mulai belajar. Paling tidak, rasa semangat sudah mulai muncul
hingga bisa saling melempar gurauan ringan.
Setelah
itu kami belajar bersama di kamar Nanami, tetapi...
"Tidak
terasa masa-masa kelas 2 bakal segera berakhir, ya."
"Benar
juga, ya. Satu tahun ini berlalu dalam sekejap mata."
"Kita
juga bakal berpisah dengan para senior kelas 3 saat ini, ya. Aku juga punya
senior yang sudah banyak membantuku."
"Aku
juga sudah banyak dibantu oleh Shouichi-senpai, sih... meskipun awal pertemuan
kami agak unik."
"Rasanya
ingin mengadakan acara pelepasan, ya. Mengumpulkan orang-orang yang sudah
banyak membantu kita."
Itu
ide yang bagus, ya. Aku baru tahu kalau Nanami juga punya senior kelas tiga
yang sudah banyak membantunya. Apakah aku juga harus menyampaikan salam
perpisahan dengan benar, ya?
Lagipula,
fakta bahwa kakak kelas 3 bakal lulus berarti...
"Kita
juga bakal jadi murid kelas 3, ya... harus berjuang keras, nih..."
"Aku
juga rasanya saat kelas tiga nanti bakal jadi makin sibuk dengan berbagai
hal..."
Kami
berdua saling menerawang jauh.
Aku
pun sudah mulai menemukan gambaran samar mengenai hal yang ingin kulakukan,
tetapi apakah lebih baik melanjutkan ke perguruan tinggi jika memikirkan jangka
panjangnya, keraguan semacam itu muncul tanpa ada habisnya.
Nanami
yang sepertinya menyadari perasaanku tersebut, menghentikan tangannya yang
sedang belajar lalu tersenyum ramah.
"Kalau
kamu sudah menemukan impianmu, beri tahu aku, ya. Aku juga bakal memberikan
dukungan penuh padamu."
"Impian,
ya... Benar juga, tapi pertama-tama aku harus memijakkan kaki di bumi dulu...
atau lebih tepatnya harus mulai menabung..."
"Menabung?
Untuk apa?"
"Tidak
deng, habisnya kamu pernah bilang kan kalau nanti sudah berumur 18 tahun kita
mau tinggal serumah."
Entah
karena hal itu sempat terlupakan olehnya atau karena dia merasa malu saat
ditegaskan kembali, Nanami bergumam singkat "Ah" dengan rona merah di
pipinya.
Benar
juga, ya... impian atau hal yang ingin dilakukan... karena ini sudah akhir
kelas 2, aku memang harus memikirkan masa depan secara serius.
Meskipun
merasa panik di momen seperti ini rasanya agak terlambat, sih. Ini mungkin
adalah konsekuensi dari pola hidup santai dan bermain-main saat kelas satu
dulu... tapi aku ingin percaya kalau hal itu masih bisa dikejar.
"Pertama-tama
mari kita berjuang untuk hal yang ada di depan mata!! Taklukkan ujian akhir
semester!!"
"Ooh!!"
Berbeda
dengan sebelumnya, kali ini aku mampu menjawab dengan suara yang penuh
tenaga... dan Nanami kelihatan sangat gembira.
Bagaimanapun
juga, Nanami adalah motivasi utamaku yang paling besar. Demi senyuman ini, aku
merasa sangat mantap untuk terus berjuang keras.
Masa akhir kelas 2, bulan terakhir itu pun dimulai.
Afterword
Selamat
Tahun Baru. Mohon dukungannya kembali untuk karya ini di tahun ini.
Meskipun
volume ini terbit pada bulan Februari, karena ini merupakan buku pertama di
tahun yang baru, izinkan saya mengucapkan Selamat Tahun Baru terlebih dahulu.
Sudah
lama tidak menyapa, saya Yuishi.
Karena
volume sebelumnya terbit pada bulan September, berarti ini menjadi kemunculan
kembali setelah kurang lebih 5 bulan.
Pada
volume sebelumnya kami menyajikan kisah Tahun Baru, dan pada volume kali ini
kami menyajikan kisah Valentine.
Meskipun
tidak disengaja, hal ini menghasilkan kebetulan yang unik di mana bulan dalam
cerita bertepatan dengan bulan di dunia nyata.
Volume
13 ini terasa cukup berat karena bertepatan dengan jadwal kejar tayang akhir
tahun, tetapi saya merasa lega karena dapat diterbitkan dengan selamat.
Saat
menulis kata penutup ini volume buku sebenarnya belum terbit, jadi saya
menulisnya dengan asumsi bahwa buku ini telah terbit dan telah sampai di tangan
Anda sekalian.
Saya
percaya dan berharap semuanya akan baik-baik saja.
Nah,
seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kali ini menyajikan kisah Valentine,
bagaimana menurut Anda sekalian? Apakah Anda memikmatinya?
Kami
menyajikan momen Valentine pertama yang dihabiskan berdua oleh Youshin dan
Nanami.
Saat
proses penulisan, ada saat-saat di mana saya berpikir, "Bukannya urutan
kalian berdua ini agak terbalik, ya?"... Bukankah wajar jika biasanya
melewati momen Valentine terlebih dahulu baru kemudian menginap bersama?
Mengapa
mereka berdua ini malah menginap bersama saat liburan onsen dulu baru
kemudian merayakan Valentine... pikiran-pikiran seperti itu sempat terlintas di
kepala saya.
Yah,
padahal yang membuat alur perkembangannya menjadi seperti itu tidak lain adalah
saya sendiri, sih. Namun bagaimana ya mengatakannya, terkadang tindakan mereka
berbeda dari rencana awal saya.
Di
tengah proses penulisan dengan alur yang telah direncanakan awal, timbul
pemikiran... "...Tidak, kalau mereka berdua pasti bakal melakukan hal
seperti ini... kalau mau bertindak pasti bakal memilih yang ini..."
Begitulah,
tindakan para karakter sedikit demi sedikit mulai bergeser dari rencana awal
saya sendiri, dan tanpa disadari jadilah seperti ini.
Rasanya
agak berbeda dari kesan "karakter yang bergerak sendiri"... Bukan
berarti mereka bergerak secara liar tanpa kendali, melainkan mereka bergerak ke
arah yang tidak terduga.
Mungkin
ini menandakan bahwa sedikit demi sedikit, karakter-karakter tersebut mulai
hidup di dalam diri saya.
Sedikit
beralih dari topik, mengenai diri saya sendiri, pada bulan Desember tahun lalu
saya telah menyambut peringatan 4 tahun sejak debut dan saat ini telah memasuki
tahun kelima.
Lalu
menyambut ulang tahun pada bulan Januari, dari tahun ke tahun saya makin
merasakan penurunan fisik dan betapa cepatnya waktu berlalu...
Saya
sama sekali tidak menyangka bahwa sejak debut bisa bertahan dan berlanjut
sejauh ini, tetapi berkat dukungan Anda sekalian, sepertinya saya masih bisa
melanjutkannya untuk beberapa saat lagi.
Saya
sendiri merupakan seorang penulis sampingan, sehingga selain sebagai penulis light
novel saya juga memiliki pekerjaan utama, untuk itu saat ini saya
menargetkan untuk menulis dua buku dalam setahun.
Tahun
ini saya menargetkan minimal satu buku lagi, dan perjalanan mereka pun akan
menyelesaikan masa kelas dua pada volume berikutnya.
Meskipun
bergenre komedi romantis, tidak ada persaingan antar-Pemeran heroine,
pernyataan cinta pun bukan merupakan tujuan akhir, dan mereka berdua sudah
menjadi sepasang kekasih, tetapi saya akan sangat bahagia jika Anda sekalian
berkenan untuk terus mengawasi perkembangan mereka untuk beberapa saat lagi.
Selain
itu, meskipun tidak memiliki banyak waktu luang, saya sering menjalankan
pekerjaan utama sehari-hari sambil memikirkan berbagai hal, seperti ingin
mencoba menulis karya baru, atau ingin menulis kisah tentang karakter-karakter
lainnya.
Ungkapan
bahwa "waktu itu diciptakan, bukan dicari" memang ada benarnya, jadi
mencoba menulis karya baru dengan semangat seperti itu mungkin bisa dijadikan
salah satu target saya di tahun ini.
Karena
waktu perpisahan untuk kata penutup Volume 13 ini sudah makin dekat, izinkan
saya menyampaikan rasa terima kasih di bagian akhir.
Kepada
Kagachisaku-sensei, terima kasih banyak telah melanjutkan tugas menangani
ilustrasi untuk Volume 13 ini.
Di
tengah kesibukan yang ada, Terima kasih tak terhingga telah menyelesaikan
ilustrasi-ilustrasi yang luar biasa. Mohon bantuannya kembali di tahun ini
tanpa berubah.
Kepada
S-sama selaku editor penanggung jawab, perancang sampul, bagian penyuntingan
dan koreksi aksara, pihak-pihak yang terlibat dalam pencetakan dan penjilidan
buku, serta pihak-pihak yang menerjemahkan edisi luar negeri, terima kasih
banyak atas bantuan yang selalu diberikan.
Meskipun
saya masih memiliki banyak kekurangan, mohon dukungannya selalu.
Mengenai
adaptasi manga, Kanna Nagomi-sensei juga selalu menuliskan manga yang
sangat luar biasa setiap harinya.
Pada
saat kata penutup ini ditulis, beliau sedang mengadaptasi bagian kisah dari
cerita di Volume 3 novel asli. Tampaknya adaptasi komiknya pun tinggal sedikit
lagi... menuju bulan pertama yang penuh takdir.
Meskipun
sudah saya tuliskan berkali-kali hingga terkesan berulang-ulang, saya bermaksud
untuk terus dan ingin melanjutkan seri ini, jadi mohon dukungannya selalu
termasuk untuk adaptasi komiknya.
Bicara
secara realistis, saya sangat menyadari bahwa justru berkat adanya dukungan
dari Anda sekalian lah karya ini akan dapat terus berlanjut untuk waktu yang
panjang ke depannya.
Kalau
begitu, saya menantikan hari di mana kita dapat bertemu kembali di Volume 14.
Saya berdoa semoga Anda sekalian dapat menghabiskan tahun 2026 ini dengan penuh
kesehatan.
Februari
2026, dari Yuishi yang belakangan ini sangat terkesan dengan berbagai karya
animasi ulang.



Post a Comment