NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Inkya no Boku ni Batsu Game Volume 13 Epilog + Afterword

Epilog

Kelas Dua, Bulan Terakhir


Kami saling memberikan hadiah saat Hari Valentine. Lalu kemarin... aku menerima cokelat dari Nanami dengan cara yang sangat luar biasa.

 

Kalau sudah begini, masalah berikutnya adalah... White Day.

 

"Harus membalas dengan apa, ya..."

 

"Padahal kamu tidak perlu merepotkan diri memikirkannya..."

 

Keesokan paginya, Nanami yang berbaring di atas tempat tidur dengan mengenakan pakaian tidur melayangkan tatapan mata yang terkesan agak heran ke arahku.

 

Kemarin setelah kejadian itu... Nanami kembali mandi, lalu aku juga menyegarkan diri setelahnya... dan entah karena lelah akibat berbagai hal, kami langsung tertidur pulas. Lalu sekarang, kami berdua baru saja terbangun.

 

Ah, kami tidak tidur di satu tempat tidur yang sama, kok. Seperti yang diduga, hari ini Nanami tidur di tempat tidur, sementara aku menggelar kasur lantai di sampingnya.

 

...Kenapa rasanya batasan untuk tidur bersama atau semacamnya makin lama makin menurun, ya. Meskipun berpikir kan tidak di tempat tidur yang sama jadi tidak apa-apa lalu tidur di sini, sih...

 

"Yah, aku bakal memikirkan apa yang harus kulakukan. Nantikan saat White Day nanti, ya."

 

"Padahal tidak perlu dipikirkan pun tidak apa-apa... tapi kalau dibilang begitu aku jadi tidak sabar, sih."

 

Setelah itu kami berdua bangun, berganti pakaian, menyantap sarapan, dan kemudian...

 

"Nah, mulai hari ini sampai ujian akhir semester nanti, mari kita berjuang belajar!! Ini masa-masa pemantapan akhir!!"

 

"Ooh~..."

 

Saat aku merespons dengan perasaan yang luar biasa muram, aku malah dimarahi karena dianggap tidak bersemangat.

 

Yah, mau bagaimana lagi, kan. Meskipun hal ini memang sangat penting, sih.

 

Benar, kami berdua menghadapi ujian akhir semester terakhir di kelas dua pada akhir bulan Februari ini.

 

Oleh karena itu, perasaan berbunga-bunga akibat Valentine sampai kemarin harus disegel untuk sementara waktu. Mulai sekarang hingga ujian akhir semester selesai, kami berencana menghabiskan hari-hari khusus untuk belajar.

 

Jadwal kerja paruh waktu juga sudah dikurangi, jadi mari kita berjuang dengan penuh semangat... rencananya begitu, sih.

 

"Tetap saja rasanya agak bikin muram, ya."

 

"Meskipun bikin muram, kenyataan tetap akan menghampiri... jadi kita harus mempersiapkan diri baik-baik untuk menghadapinya."

 

Nanami tegas sekali, ya.

 

Ketegasan yang dibalut dengan rasa kasih sayang, sih.

 

Yah, aku juga tidak begitu suka belajar, tetapi tetap berniat untuk berusaha sebaik mungkin.

 

Demi bisa naik ke kelas tiga bersama Nanami...!!

 

"Tidak kok, lagipula nilai Youshin kan sudah meningkat, pasti bisa naik ke kelas 3. Kamu tidak akan... tinggal kelas, kan? Eh? Tidak, kan?"

 

"Sepertinya bakal baik-baik saja... tapi kalau nilai ujian akhir semester nanti jelek, aku tidak tahu deh..."

 

Meskipun begitu nilaiku masih di batas aman... tidak deng, mungkin agak mencurigaskan. Justru karena itulah, momen belajar terakhir ini menjadi sangat penting. Namun Nanami justru kelihatan jauh lebih panik daripadaku.

 

"Kita harus naik ke kelas tiga bersama-sama!! Kita kan juga bakal berada di kelas yang sama!! Jadi pastikan nilaimu aman, ya!!"

 

Aah, tanpa disadari Nanami sudah berganti pakaian dengan cepat menjadi sosok seperti guru wanita yang bertangan dingin.

 

Seriusan, kapan dia sempat berganti pakaian, coba?

 

Lagipula, karena Nanami juga ikut belajar bersama, pakaian semacam itu rasanya tidak begitu ada artinya, kan.

 

"Aku cuma sekadar ingin memakai kacamata karena lagi ingin saja, kok."

 

"Padahal Nanami itu pintar, tapi terkadang suka melontarkan ucapan yang agak konyol, ya."

 

"Apa-apaan~ Youshin juga kalau pakai kacamata bakal kelihatan pintar, lho. Nih, paling tidak secara penampilan dulu——?"

 

"Maksudmu secara tidak langsung aku ini bodoh, begitu?!"

 

Sembari membalas usilannya sebagai balasan atas kata 'konyol' tadi, kami menata niat kembali untuk mulai belajar. Paling tidak, rasa semangat sudah mulai muncul hingga bisa saling melempar gurauan ringan.

 

Setelah itu kami belajar bersama di kamar Nanami, tetapi...

 

"Tidak terasa masa-masa kelas 2 bakal segera berakhir, ya."

 

"Benar juga, ya. Satu tahun ini berlalu dalam sekejap mata."

 

"Kita juga bakal berpisah dengan para senior kelas 3 saat ini, ya. Aku juga punya senior yang sudah banyak membantuku."

 

"Aku juga sudah banyak dibantu oleh Shouichi-senpai, sih... meskipun awal pertemuan kami agak unik."

 

"Rasanya ingin mengadakan acara pelepasan, ya. Mengumpulkan orang-orang yang sudah banyak membantu kita."

 

Itu ide yang bagus, ya. Aku baru tahu kalau Nanami juga punya senior kelas tiga yang sudah banyak membantunya. Apakah aku juga harus menyampaikan salam perpisahan dengan benar, ya?

 

Lagipula, fakta bahwa kakak kelas 3 bakal lulus berarti...

 

"Kita juga bakal jadi murid kelas 3, ya... harus berjuang keras, nih..."

 

"Aku juga rasanya saat kelas tiga nanti bakal jadi makin sibuk dengan berbagai hal..."

 

Kami berdua saling menerawang jauh.

 

Aku pun sudah mulai menemukan gambaran samar mengenai hal yang ingin kulakukan, tetapi apakah lebih baik melanjutkan ke perguruan tinggi jika memikirkan jangka panjangnya, keraguan semacam itu muncul tanpa ada habisnya.

 

Nanami yang sepertinya menyadari perasaanku tersebut, menghentikan tangannya yang sedang belajar lalu tersenyum ramah.

 

"Kalau kamu sudah menemukan impianmu, beri tahu aku, ya. Aku juga bakal memberikan dukungan penuh padamu."

 

"Impian, ya... Benar juga, tapi pertama-tama aku harus memijakkan kaki di bumi dulu... atau lebih tepatnya harus mulai menabung..."

 

"Menabung? Untuk apa?"

 

"Tidak deng, habisnya kamu pernah bilang kan kalau nanti sudah berumur 18 tahun kita mau tinggal serumah."

 

Entah karena hal itu sempat terlupakan olehnya atau karena dia merasa malu saat ditegaskan kembali, Nanami bergumam singkat "Ah" dengan rona merah di pipinya.

 

Benar juga, ya... impian atau hal yang ingin dilakukan... karena ini sudah akhir kelas 2, aku memang harus memikirkan masa depan secara serius.

 

Meskipun merasa panik di momen seperti ini rasanya agak terlambat, sih. Ini mungkin adalah konsekuensi dari pola hidup santai dan bermain-main saat kelas satu dulu... tapi aku ingin percaya kalau hal itu masih bisa dikejar.

 

"Pertama-tama mari kita berjuang untuk hal yang ada di depan mata!! Taklukkan ujian akhir semester!!"

 

"Ooh!!"

 

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini aku mampu menjawab dengan suara yang penuh tenaga... dan Nanami kelihatan sangat gembira.

 

Bagaimanapun juga, Nanami adalah motivasi utamaku yang paling besar. Demi senyuman ini, aku merasa sangat mantap untuk terus berjuang keras.

 

Masa akhir kelas 2, bulan terakhir itu pun dimulai.


Afterword

 

Selamat Tahun Baru. Mohon dukungannya kembali untuk karya ini di tahun ini.

 

Meskipun volume ini terbit pada bulan Februari, karena ini merupakan buku pertama di tahun yang baru, izinkan saya mengucapkan Selamat Tahun Baru terlebih dahulu.

 

Sudah lama tidak menyapa, saya Yuishi.

 

Karena volume sebelumnya terbit pada bulan September, berarti ini menjadi kemunculan kembali setelah kurang lebih 5 bulan.

 

Pada volume sebelumnya kami menyajikan kisah Tahun Baru, dan pada volume kali ini kami menyajikan kisah Valentine.

 

Meskipun tidak disengaja, hal ini menghasilkan kebetulan yang unik di mana bulan dalam cerita bertepatan dengan bulan di dunia nyata.

 

Volume 13 ini terasa cukup berat karena bertepatan dengan jadwal kejar tayang akhir tahun, tetapi saya merasa lega karena dapat diterbitkan dengan selamat.

 

Saat menulis kata penutup ini volume buku sebenarnya belum terbit, jadi saya menulisnya dengan asumsi bahwa buku ini telah terbit dan telah sampai di tangan Anda sekalian.

 

Saya percaya dan berharap semuanya akan baik-baik saja.

 

Nah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kali ini menyajikan kisah Valentine, bagaimana menurut Anda sekalian? Apakah Anda memikmatinya?

 

Kami menyajikan momen Valentine pertama yang dihabiskan berdua oleh Youshin dan Nanami.

 

Saat proses penulisan, ada saat-saat di mana saya berpikir, "Bukannya urutan kalian berdua ini agak terbalik, ya?"... Bukankah wajar jika biasanya melewati momen Valentine terlebih dahulu baru kemudian menginap bersama?

 

Mengapa mereka berdua ini malah menginap bersama saat liburan onsen dulu baru kemudian merayakan Valentine... pikiran-pikiran seperti itu sempat terlintas di kepala saya.

 

Yah, padahal yang membuat alur perkembangannya menjadi seperti itu tidak lain adalah saya sendiri, sih. Namun bagaimana ya mengatakannya, terkadang tindakan mereka berbeda dari rencana awal saya.

 

Di tengah proses penulisan dengan alur yang telah direncanakan awal, timbul pemikiran... "...Tidak, kalau mereka berdua pasti bakal melakukan hal seperti ini... kalau mau bertindak pasti bakal memilih yang ini..."

 

Begitulah, tindakan para karakter sedikit demi sedikit mulai bergeser dari rencana awal saya sendiri, dan tanpa disadari jadilah seperti ini.

 

Rasanya agak berbeda dari kesan "karakter yang bergerak sendiri"... Bukan berarti mereka bergerak secara liar tanpa kendali, melainkan mereka bergerak ke arah yang tidak terduga.

 

Mungkin ini menandakan bahwa sedikit demi sedikit, karakter-karakter tersebut mulai hidup di dalam diri saya.

 

Sedikit beralih dari topik, mengenai diri saya sendiri, pada bulan Desember tahun lalu saya telah menyambut peringatan 4 tahun sejak debut dan saat ini telah memasuki tahun kelima.

 

Lalu menyambut ulang tahun pada bulan Januari, dari tahun ke tahun saya makin merasakan penurunan fisik dan betapa cepatnya waktu berlalu...

 

Saya sama sekali tidak menyangka bahwa sejak debut bisa bertahan dan berlanjut sejauh ini, tetapi berkat dukungan Anda sekalian, sepertinya saya masih bisa melanjutkannya untuk beberapa saat lagi.

 

Saya sendiri merupakan seorang penulis sampingan, sehingga selain sebagai penulis light novel saya juga memiliki pekerjaan utama, untuk itu saat ini saya menargetkan untuk menulis dua buku dalam setahun.

 

Tahun ini saya menargetkan minimal satu buku lagi, dan perjalanan mereka pun akan menyelesaikan masa kelas dua pada volume berikutnya.

 

Meskipun bergenre komedi romantis, tidak ada persaingan antar-Pemeran heroine, pernyataan cinta pun bukan merupakan tujuan akhir, dan mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih, tetapi saya akan sangat bahagia jika Anda sekalian berkenan untuk terus mengawasi perkembangan mereka untuk beberapa saat lagi.

 

Selain itu, meskipun tidak memiliki banyak waktu luang, saya sering menjalankan pekerjaan utama sehari-hari sambil memikirkan berbagai hal, seperti ingin mencoba menulis karya baru, atau ingin menulis kisah tentang karakter-karakter lainnya.

 

Ungkapan bahwa "waktu itu diciptakan, bukan dicari" memang ada benarnya, jadi mencoba menulis karya baru dengan semangat seperti itu mungkin bisa dijadikan salah satu target saya di tahun ini.

 

Karena waktu perpisahan untuk kata penutup Volume 13 ini sudah makin dekat, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih di bagian akhir.

 

Kepada Kagachisaku-sensei, terima kasih banyak telah melanjutkan tugas menangani ilustrasi untuk Volume 13 ini.

 

Di tengah kesibukan yang ada, Terima kasih tak terhingga telah menyelesaikan ilustrasi-ilustrasi yang luar biasa. Mohon bantuannya kembali di tahun ini tanpa berubah.

 

Kepada S-sama selaku editor penanggung jawab, perancang sampul, bagian penyuntingan dan koreksi aksara, pihak-pihak yang terlibat dalam pencetakan dan penjilidan buku, serta pihak-pihak yang menerjemahkan edisi luar negeri, terima kasih banyak atas bantuan yang selalu diberikan.

 

Meskipun saya masih memiliki banyak kekurangan, mohon dukungannya selalu.

 

Mengenai adaptasi manga, Kanna Nagomi-sensei juga selalu menuliskan manga yang sangat luar biasa setiap harinya.

 

Pada saat kata penutup ini ditulis, beliau sedang mengadaptasi bagian kisah dari cerita di Volume 3 novel asli. Tampaknya adaptasi komiknya pun tinggal sedikit lagi... menuju bulan pertama yang penuh takdir.

 

Meskipun sudah saya tuliskan berkali-kali hingga terkesan berulang-ulang, saya bermaksud untuk terus dan ingin melanjutkan seri ini, jadi mohon dukungannya selalu termasuk untuk adaptasi komiknya.

 

Bicara secara realistis, saya sangat menyadari bahwa justru berkat adanya dukungan dari Anda sekalian lah karya ini akan dapat terus berlanjut untuk waktu yang panjang ke depannya.

 

Kalau begitu, saya menantikan hari di mana kita dapat bertemu kembali di Volume 14. Saya berdoa semoga Anda sekalian dapat menghabiskan tahun 2026 ini dengan penuh kesehatan.

 

Februari 2026, dari Yuishi yang belakangan ini sangat terkesan dengan berbagai karya animasi ulang.

 


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close