NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hime Kishi Gakuen no Gekokujou Seikatsu: Saijaku Sukiru de Isekai no Puraido Takame Bishoujo-tachi wo Otoshitara, Maiban Gohoushi ni Kuru Hibi ga Hajimatta [LN] Bahasa Indonesia

Judul: 

Hime Kishi Gakuen no Gekokujou Seikatsu: Saijaku Sukiru de Isekai no Puraido Takame Bishoujo-tachi wo Otoshitara, Maiban Gohoushi ni Kuru Hibi ga Hajimatta

Judul Lain:

姫騎士学園の下剋上性活 最弱スキルで異世界のプライド高め美少女たちを堕としたら、毎晩ご奉仕に来る日々が始まった

Genre:

Isekai, Fantasy, Romance, Ecchi, School Life, Harem

Author:

Shinonome Tatsukaze (東雲立風)

Artist:

Giuniu (ぎうにう)

Type:

Light Novel

Status In COO:

1 Volume

Year:

2026

Source:

Raw Bookwalker 

Sinopsis: 

"Rebutlah dunia ini! Dan juga kesucian mereka!"

Kagelya, seorang pemuda biasa dalam hal penampilan maupun kemampuan, mendadak terlempar ke dunia lain. Namun, dunia tempat ia berpindah adalah dunia yang didominasi oleh kaum wanita, di mana konsep norma kesopanan terbalik dan wanita memegang kekuasaan penuh.

Begitu tiba, Kagelya langsung dianggap seperti "sampah" oleh Luferia—sosok yang bertindak sebagai ratu absolut di dunia tersebut. Ia pun dipaksa masuk ke Akademi Ksatria Putri (Hime Kishi Gakuen) hanya untuk dijadikan pekerja kasar/pelayan.

Sebagai satu-satunya murid laki-laki yang terus didiskriminasi dan ditindas di akademi, Kagelya tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan sistem "Duel" (Gekokujou)—sebuah aturan akademi di mana pihak yang menang bisa menguasai dan memerintah pihak yang kalah sesuka hati—serta mengandalkan skill terlemah miliknya dan kecerdasan taktiknya. Kagelya pun bertekad membangun pasukan haremnya sendiri demi menundukkan sang Ratu suatu hari nanti!

Volume 1

Illustrasi

Prolog

Chapter 1

Interlude I

Chapter 2

Interlude II

Chapter 3

Interlude

Chapter 4

Chapter 5

Interlude III

Epilog

Afterword

Post a Comment

Post a Comment

close