NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hime Kishi Gakuen no Gekokujou Seikatsu Volume 1 Interlude

Inferno Lord


"Selamat datang, Verg."

 

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku akhirnya mendapat kesempatan menghadap Yang Mulia Ratu.

 

Aku menahan kegembiraanku yang meluap-luap, lalu bertanya mengapa aku dipanggil. Kemudian—

 

"Aku ingin kau memberikan bimbingan khusus kepada Kageruya Noah."

 

Beliau berkata bahwa akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiran beliau mengenai dirinya.

 

"Sikapnya belakangan ini sudah agak keterlaluan. Dia menjadi besar kepala setelah memenangkan pertarungan peringkat."

 

Namun, aku tidak bisa langsung menyetujui pandangan tersebut.

 

—Memang dia agak sering melakukan hal-hal yang tidak senonoh, tetapi dia tidak melanggar peraturan sekolah.

 

—Justru demi memenangkan pertarungan peringkat, dia berusaha keras lebih daripada siapa pun.

 

Aku tidak menemukan alasan untuk memberikan bimbingan khusus kepadanya.

 

"Kalau begitu, kita buat-buat saja bahwa ada pemberontak di kamp tahanan."

 

—Buat-buat? Apakah maksudnya beliau ingin menciptakan tuduhan palsu?

 

"Kita buat alurnya seolah-olah kemunculan Kageruya telah menyebabkan munculnya orang-orang baru yang berani menentangku. Alasan untuk menghukumnya bisa dibuat sesuka hati."

 

Beliau tertawa seolah yang penting hanyalah membuat Kageruya terluka.

 

"Jangan sampai Kageruya mati, cukup siksa dia... Ah, tidak, maksudku berikan bimbingan khusus kepadanya."

 

Waktu yang tersisa bagi Kageruya sangat sedikit.

 

Jika dia mengalami luka parah di sini, dia tidak mungkin memenangkan pertarungan peringkat.

 

—Ini bertentangan dengan jalan seorang ksatria.

 

Aku ingin bertarung melawan Kageruya secara setara.

 

Kalau dia dibuat tidak mampu bertarung melalui serangan pengecut seperti ini, apa gunanya?

 

—Selain itu, pria itu memang lemah, tetapi bukan orang jahat.

 

—Justru dia memperlakukanku secara biasa, meskipun aku seperti ini.

 

—Aku harus mengutarakan pendapatku. Bahwa Yang Mulia Ratu telah salah memahami keadaan ini.

 

Namun, orang yang kuhadapi adalah sosok yang kukagumi seperti seorang ibu.

 

Mengatakan sesuatu yang dapat melukai perasaan beliau...

 

"Kalau begitu, aku mengandalkanmu, Verg."

 

Pada akhirnya, aku tidak memiliki keberanian.

 

Di hadapan Yang Mulia Ratu yang tersenyum lebar, aku hanya bisa mengangguk dalam diam—

 

Keesokan paginya, aku bahkan tidak sanggup menatap Kageruya dengan benar.

 

Aku hanya bisa bersikap dingin dan menjauhkannya.

 

Dan sekarang, aku menekan perasaanku sendiri sambil berulang kali memukulnya yang sama sekali tidak melawan.

 

—Sebenarnya, apa yang sedang kulakukan?

 

Jawabannya sudah jelas.

 

Bimbingan khusus. Penyiksaan.

 

Aku sedang menjalankan kewajibanku sebagai seorang ksatria sesuai perintah Yang Mulia Ratu.

 

—Apakah ini yang dilakukan oleh seorang ksatria yang selama ini kuimpikan?

 

Suara pria yang mengerang kesakitan.

 

Suara Yang Mulia Ratu yang tertawa terbahak-bahak saat melihatnya.

 

Setiap kali aku mengingat hari-hari yang kulewati bersamanya.

 

Tinju ini terasa semakin berat, dan dadaku seolah akan terbelah.

 

—Aku adalah ksatria yang paling buruk.

 

Jika diperbolehkan, aku ingin memenggal leherku sendiri saat ini juga dan menebus kesalahanku dengan kematian.

 

Aku ingin penderitaannya berakhir sesegera mungkin.

 

Namun, hal itu tidak mungkin.

 

Karena aku adalah ksatria milik Yang Mulia Ratu.

 

Membahagiakan Yang Mulia Ratu, tuanku, adalah satu-satunya alasan keberadaanku—

 

"...Maafkan aku... maafkan aku...!"

 

Aku mempertahankan ekspresi tegas di wajahku, sementara di dalam hati aku terus mengulang permintaan maaf yang tidak berarti.

 

Aku hanya bisa bertahan dengan menyedihkan melewati waktu yang terasa seperti neraka ini.

 

Karena sudah tidak ada lagi seorang pun yang akan menyelamatkan orang sepertiku—



Chapter 3 | ToC | Chapter 4

Post a Comment

Post a Comment

close