Prolog
Suasana di sekitarku mulai berubah secara
drastis.
Pemicunya mungkin adalah hari saat dia
muncul di kediaman ini—Kediaman Lama Keluarga Kiyomiya.
Dia muncul dengan mengenakan pakaian maid,
mulai bekerja sebagai maid, dan kemudian terungkap bahwa posisinya sebenarnya
adalah seseorang yang bisa memberi perintah kepada para maid.
Meskipun begitu, dia masih berada di
Kediaman Lama Keluarga Kiyomiya dengan mengenakan pakaian maid.
"Sudah paham? Akan kukatakan sekali
lagi."
Gaya maid yang terdiri dari bando
putih, gaun hitam, dan apron putih.
Roknya agak pendek, sedikit di atas
lutut, dan lekuk dadanya yang besar terlihat jelas bahkan melalui seragam maid
tersebut.
Cara dia berdiri dengan tangan
disilangkan, menatap tajam ke arah orang di depannya, terbilang cukup bosy
untuk ukuran seorang maid.
Dalam artian tertentu, bisa
dibilang posisi aslinya sedang terekspos.
"Pekerjaanku tidak berubah. Aku akan
tetap merawat Keiji-kun, persis seperti yang kulakukan selama ini."
"Tidak, Hisaka-senpai. Aku akan
membuatmu mengurus seluruh rumah sementara aku melayani sebagai maid eksklusif
Kiyomiya-san."
"Si pendatang baru ini
memberi perintah padaku?"
"Tidak, justru karena aku
adalah pendatang baru, aku ingin dipercaya untuk menangani tugas-tugas
sulit."
"..."
Kenapa para gadis ini begitu tidak
akur?
Aku tidak bisa menghitung sudah
berapa kali pertanyaan yang sama itu terlintas di benakku.
Ya, suasana di Kediaman Lama
Keluarga Kiyomiya baru-baru ini kembali berubah.
Maritsuji Anri—ojou-sama dari
keluarga Maritsuji, sebuah keluarga bergengsi asal Kyoto dengan sejarah seribu
tahun dan silsilah tertinggi—telah bergabung dengan kami sebagai maid baru.
Jika diucapkan dengan manis,
tempat ini menjadi hidup dengan menyenangkan; jika diucapkan secara
blak-blakan—diamlah kalian berdua.
"Kau memanggilku 'senpai', tapi
sikapmu tetap sama. Hah... Maritsuji-san."
"Ya?"
"Kenapa kau tidak berhenti memaksakan
diri dan numpang hidup saja sebagai ojou-sama? Terlahir sebagai seorang wanita
bangsawan sejati membuat peran sebagai maid terasa cukup memaksakan diri,
bukan?"
"..."
Saat ini, aku sedang memasang
ekspresi "berkaca pada diri sendiri".
Namun, Maritsuji sedang menatap
tajam ke arah Sayaka, jadi dia tidak menyadarinya.
Sayaka benar-benar menolak untuk
mengakuinya, tetapi dalam hal garis keturunan, Sayaka adalah anak kandung
sejati dari keluarga Kiyomiya.
Dialah yang mewarisi darah
keluarga Kiyomiya, sebuah keluarga dengan peringkat "Taika", yang
berdiri berdampingan dengan keluarga Maritsuji sebagai kaum bangsawan tingkat
tertinggi.
"Aku sama sekali tidak memaksakan
diri. Pertunanganku dengan Kiyomiya-san toh sudah diumumkan ke publik."
"Ah, hal-hal seperti ini memang tidak
bisa disembunyikan, ya..."
Bagaimanapun juga, orang tua Maritsuji dan
ayahku telah berdiskusi dan secara informal memutuskan pertunangan tersebut.
Kabar itu sudah menyebar bagaikan api di
tengah ilalang di kalangan masyarakat bangsawan, dan sebagian besar siswa di
Akademi Sōshūkan juga mengetahuinya.
"Aku telah menerima izin dari ayah
dan ibuku untuk tinggal di kediaman Kiyomiya. Tentu saja, kepala keluarga
Kiyomiya juga telah diberi tahu."
"Aku mengerti. Tapi kau belum memberi
tahu siapa pun bahwa kau akan bekerja sebagai Maid, kan?"
"...Hehehe."
Menanggapi pertanyaan Sayaka—tidak,
konfirmasinya—Maritsuji hanya tersenyum.
Nah, inilah kenapa setiap obrolan mereka
selalu terasa mengerikan.
"Tuan," kata Sayaka, tiba-tiba
berputar menghadapku dan membuat jantungku berdegup kencang.
"Berhenti memanggilku Tuan."
"Pendatang baru ini belum menerima
izin resmi dari penjaminnya. Di zaman sekarang, itu sudah cukup menjadi alasan
untuk pemecatan instan, kan?"
"Bukannya penjamin itu wajib...
Kau juga tidak menyerahkan resume, Sayaka."
Aku mempekerjakan Sayaka sebagai maid
untuk kediaman lama ini murni berdasarkan keputusanku sendiri.
Mempekerjakannya tanpa meminta bukti
identitas dan bahkan membayarnya satu juta yen... Aku benar-benar gila.
"Penjamin adalah nama 'Maritsuji'.
Apakah ada yang lebih tepercaya daripada itu?"
"Ketidakpercayaan pada dirimu sendiri
membuat nilainya menjadi minus... Kau kucing pencuri."
"Wah, wah, kurasa aku baru saja
mendengar sesuatu yang seharusnya tidak meluncur dari bibir seorang gadis
baik-baik. Hisaka-san, kau kan seorang maid, jadi kalau kau tidak menjaga sopan
santun, itu bakal bikin Kiyomiya-san dalam masalah."
"Nah, kan," gumamku tanpa
berpikir; begitu menakikatkan dialek Kyoto milik Maritsuji.
"Hei, hei, Keiji!"
"Whoa, Maki? Apa yang sedang kau
lakukan di sini?"
Sebelum aku menyadarinya, seorang gyaru
berambut pendek pirang dengan seragam sekolah—Sogano Maki—sudah berada di ruang
keluarga keluarga Kiyomiya.
Maki menyeringai, jelas sedang
bersemangat tinggi.
"Aku numpang hidup di sini,
duh. Aku pulang ke rumah manisku, eh malah nemuin Maritsuji-san pakai baju maid
dan ribut sama Sa-chan... Serius
deh, ada apa sebenarnya di sini?"
"Ini bukan rumahmu. Dan lagi, apa itu
terlihat seperti mereka hanya sedang ribut biasa bagimu?"
Sayaka dan Maritsuji benar-benar
mengabaikan kami, saling menatap tajam dengan intensitas tinggi hingga
seakan-akan ada percikan api yang beterbangan.
"Yang lebih penting, kenapa
kau terlihat begitu senang?"
"Ojou-sama dari keluarga
Maritsuji sedang main-main jadi maid di Kediaman Lama Keluarga Kiyomiya! Kalau
aku tidak mengumpulkan info dari situasi super menarik seperti ini, itu akan
merusak martabatku sebagai informan!"
"Martabatmu... cara bicara
anak SMA tidak seperti itu."
"Ohoho, meskipun penampilanku begini,
aku ini kan ojou-sama dari keluarga Sogano."
"Dan keluarga Sogano itu keluarga
seperti apa sih? Beritahu aku sekalian. Aku sempat dengar sesuatu tentang garis
keturunan Toyohara."
"Oh, kau tahu tentang itu? Itu kan trivia yang benar-benar
tidak jelas, tahu!"
"Katanya sih, itu tertulis di
dalam beberapa novel misteri."
Bukannya aku membacanya sendiri;
aku hanya mendengarnya secara tidak langsung dari Sayaka, yang sangat suka
membaca.
"Garis keturunan Toyohara
punya jauh lebih banyak cabang keluarga daripada keluarga Kiyomiya, lho. Yah,
keluarga kami adalah cabang yang bahkan tidak diakui oleh keluarga Toyohara,
sih."
"Hal itu terjadi kalau garis
keturunannya sudah terlalu jauh, kurasa."
Itulah sebabnya keluarga cabang terkadang
mengambil pengantin atau anak angkat dari keluarga utama untuk mendekatkan
kembali garis keturunan tersebut.
Meskipun hal itu tidak lagi umum seperti
pada periode Edo atau Meiji, kisah seperti itu tetap saja bukan hal yang langka
bahkan di masa kini.
Meskipun sistem bangsawan telah
resmi lenyap, realitasnya tetap bertahan dalam praktiknya.
"Meskipun begitu, karena kau
adalah Sogano-ojousama yang anggun, kau akan tutup mulut soal keberadaan
Maritsuji di sini, kan?"
"Ohoho, tapi tentu saja.
Berkicau sembarangan tentang segala hal adalah sesuatu yang hanya dilakukan
oleh rakyat jelata yang tidak beradab."
"Berhenti bicara dengan suara
palsu orang kaya yang aneh itu."
"Kalau begitu, kurasa aku
akan belajar sedikit dialek Kyoto yang sopan dari Maritsuji-san!"
"Kumohon, aku mohon banget, jangan
lakukan itu."
"Kiyomiya-san, apakah kau punya
masalah dengan cara bicaraku?"
"...!"
Sebelum aku menyadarinya, Maritsuji sudah
berdiri tepat di belakangku.
Ojou-sama ini katanya payah dalam bidang
olahraga, tapi dia berhasil berdiri di belakangku... Lumayan juga!
"Maritsuji-san, tidak sopan berdiri
di belakang Tuan."
"Ah, benar juga. Hisaka-senpai, aku
kan cuma maid pemula, jadi silakan saja panggil aku dengan nama depanku."
"Kita tidak seakrab itu, dan aku
tidak punya rencana untuk menjadi akrab juga."
"Aku akan mengagumimu sebagai
senpai-ku, lho."
"Aku sudah kenal satu orang yang
menderita karena pemujaanmu itu, jadi aku tidak begitu yakin harus merasa
senang atau tidak tentang hal itu."
"..."
Serius, bagaimana bisa kedua orang ini
bertengkar begitu lancar tanpa melewatkan satu ketukan pun?
Kalau dipikir-pikir, Sayaka bukan cuma
siswi peringkat teratas di angkatan kami, tapi Maritsuji juga sangat cerdas.
"Kira-kira, apakah Keiji benar-benar
bisa bertahan hidup di mansion ini?"
"Kenapa ini tiba-tiba menjadi masalah
hidup dan matiku? Maki, mengesampingkan hal itu, ada sesuatu yang kubutuhkan
bantuanmu."
"Oh? Apakah kau akhirnya menyadari
bahwa sahabatmu Maki-chan adalah orang yang paling bisa diandalkan di
sini?"
"Ya, aku sama sekali tidak bisa
menyangkal kalau kau memang bisa diandalkan."
Setidaknya, Maki tidak memulai
pertengkaran dengan orang-orang di sekitarku.
"Terlepas dari bagaimana itu terjadi,
kita berhasil menarik Maritsuji ke pihak kita."
"...Apakah dia benar-benar berada di
pihak kita?"
Sayaka dan Maritsuji masih terus saling
bersitegang, berdebat dengan suara keras satu sama lain.
Mereka membuat keributan tentang kamarku
atau semacamnya, tapi semoga saja mereka tidak berencana menyerbu masuk
bersama-sama, kan?
"Sudahlah, tidak apa-apa—dia adalah
sekutu. Setidaknya, seorang tunangan bukanlah musuh."
"Pertunangan, ya. Pertunangan antara
Keiji dan Maritsuji-san rasanya sama sekali tidak nyata."
Aku juga berpikir begitu, tapi hal itu
sudah telanjur diputuskan secara resmi tanpa sepengetahuanku, jadi tidak ada
lagi yang bisa kulakukan.
Dan saat ini, aku tidak memiliki kekuatan
untuk membatalkan keputusan yang telah dibuat oleh keluarga Kiyomiya dan
Maritsuji—
"Jadi, apa yang akan kau lakukan
sekarang setelah kau berhasil mendapatkan keluarga Maritsuji di pihakmu?"
"Bukankah itu sudah jelas?"
tanyaku sambil berkacak pinggang dan membusungkan dada untuk memasang pose
sekeren mungkin yang kubisa.
Akan kuumumkan di sini dan sekarang, agar
tidak ada jalan untuk kembali.
"Kita akan membentuk faksi."
Illustrasi | ToC | Chapter 1



Post a Comment