Kata Penutup
Terima kasih
banyak telah membeli volume kedua Dainana Ouji!
Berkat dukungan
kalian, volume kedua ini bisa terbit. Ditambah lagi, adaptasi manganya
sepertinya berjalan dengan sangat baik, saya benar-benar bahagia.
Duh, jujur saja,
saya selalu menanti-nanti hari Sabtu tiba. Pak Ishizawa menggambarnya dengan
sangat luar biasa, saya tidak punya kata lain selain rasa terima kasih yang
mendalam untuk beliau.
Alur ceritanya
juga cukup berbeda dengan versi novel asli, jadi saya harap kalian bisa
menikmati perbedaan tersebut.
Nah, kali ini
ceritanya terbagi menjadi dua bagian (?), yaitu pembuatan pedang sihir di paruh
awal dan Guild Pembunuh di paruh akhir.
Karena konsepnya
adalah mendalami sihir sampai ke akarnya, saya berniat mencoba segala hal yang
berkaitan dengan sihir satu per satu, dan dimulai dengan pembuatan pedang
sihir.
Sebenarnya ini
sudah sempat muncul di volume pertama, sih. Tapi kali ini, saya mencoba
menggalinya sedikit lebih dalam.
Karakter Dian
sepertinya cukup populer, dia mudah ditulis dan saya sangat menyukainya.
Kalau dipasangkan
dengan Albert, dia benar-benar membuat suasana jadi lebih hidup.
Lalu untuk bagian
kedua mengenai Guild Pembunuh, konsep dari Dainana Ouji adalah mencoba
berbagai macam hal, jadi sejak awal saya memang sudah memutuskan untuk
memasukkan unsur pembunuh bayaran.
...Yah, meski
pada akhirnya ceritanya jadi agak kurang nyambung dengan
"pembunuhan", sih. Saya akan introspeksi diri soal itu.
Mungkin harusnya
saya membuatnya lebih terasa seperti mata-mata, ya.
Kapan-kapan kalau
ada kesempatan, saya ingin mencobanya lagi.
Nah, sampai di
sini dulu, saatnya cuplikan untuk volume berikutnya!
Hal selanjutnya
yang menarik perhatian Lloyd adalah Sihir Suci. Dia akan beraksi sepuas hati
dengan gereja sebagai panggung utamanya.
Akan ada pahlawan
wanita baru, putri kerajaan baru, dan juga sesuatu yang baru...?
Nantikan volume
selanjutnya, sampai jumpa lagi!



Post a Comment