NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanchigai no Atelier Meister Volume 5 Epilog

Epilog


Saat ini, Akuri sedang tertidur lelap karena kelelahan setelah meluapkan kegembiraannya.

Wujudnya kembali menjadi anak kecil berusia sekitar tiga tahun seperti biasanya.

Tadi dia sempat bersenang-senang dengan wujud gadis sebaya denganku, tapi tepat sebelum sampai di bengkel, dia tertidur dan tahu-tahu sudah kembali ke wujud semula.

Kemudian, kami bertemu dengan Shina-san dan anggota "Sakura" lainnya yang sedari tadi mencari Akuri di halaman.

"Jadi maksudmu, Akuri sekarang bisa tiba-tiba berubah jadi dewasa dan kembali jadi anak kecil lagi?"

Saat aku bertanya, Shina-san mengangguk.

"Iya, benar. Tadi saat aku menjelaskan kalau 'Akuri-chan masih kecil jadi tidak boleh ikut ke tempat berbahaya', dia bilang 'kalau begitu apa Akuri harus jadi dewasa?', dan tahu-tahu wujudnya berubah jadi dewasa. Ah, tapi meski kubilang dewasa, usianya sekitar sebayaku. Mungkin itu karena orang dewasa yang paling dekat dengan Akuri-chan adalah Kuruto-kun…… Tapi tetap saja, Akuri-chan memang bukan anak biasa ya."

"Yah, sejak awal dia lahir dari telur, jadi wajar kalau dia tidak biasa. Tapi, bisa berubah jadi dewasa lalu kembali jadi anak kecil berkali-kali itu──"

"Sebenarnya anak ini siapa ya? Tentu saja, siapa pun identitas Akuri sebenarnya, itu tidak mengubah kenyataan kalau dia adalah anak kita."

Saat Yuri-san dan Liese-san berkata begitu, Shina-san seolah teringat sesuatu.

"Benar, soal itu, ada tamu yang datang untuk memberikan penjelasan."

Tamu yang bisa menjelaskan tentang Akuri?

Apa maksudnya Mimiko-san?

"Kudengar berisik sekali di sini, ternyata kalian sudah pulang ya."

Sambil berkata begitu, dia berjalan menyusuri lorong.

Begitu melihat sosoknya, aku berseru senang.

"Hildegard-chan! Juga ada Cicci-san dan Solflare-san!"

Gadis berambut ungu yang dikeriting spiral itu adalah Hildegard-chan.

Cicci-san dan rekan Hildegard-chan, Solflare-san, juga bersamanya.

Ternyata mereka datang berkunjung.

"Sudah lama ya, Kuruto."

"Halo, Tuan Baronet."

"……Reuni, senang."

Hildegard-chan menyapa dengan wajah tenang, sementara Cicci-san terlihat gembira. Kata-kata Solflare-san masih singkat seperti biasanya, tapi dia pun tampak senang.

Solflare-san memang masih sedikit bicara ya.

Aku menyadari kalau Cicci-san adalah teman Hildegard-chan karena aksen di setiap akhir kalimatnya mirip dengan kebiasaan Hildegard-chan, jadi kupikir mereka pasti sudah lama bersama.

Karena itulah aku memercayainya.

"Jangan-jangan, yang tahu tentang Akuri itu Solflare-san?"

"Bukan, tapi aku, Kuruto."

Hildegard-chan melangkah maju dan berkata.

"Setelah menyelidiki banyak hal, akhirnya aku tahu identitas asli anak itu. Karena itu, ada sesuatu yang ingin kupastikan padamu."

"Sesuatu yang ingin kupastikan?"

"Iya. Sudah berapa tahun berlalu sejak aku dan Kuruto pertama kali bertemu?"

"Sekitar sepuluh tahun yang lalu, kan? Memangnya kenapa?"

"Begitu ya, aku mengerti."

Lho? Sebenarnya itu pertanyaan apa, sih?

Entah kenapa, saat mendengar pertanyaan Hildegard-chan tadi, Yurishia-san dan Liese-san tampak sedikit tegang.

"Kuruto, dengarkan. Anak ini adalah Spirit. Terlebih lagi, dia adalah Artificial Spirit yang memiliki kekuatan luar biasa."

Begitu Hildegard-chan mengatakannya, yang bereaksi paling cepat adalah Yurishia-san.

"Artificial Spirit!? Maksudmu dia Artificial Spirit seperti Dryad!? ──Jangan-jangan, alasan aku merasakan hawa yang mirip dengan Akuri di dalam Dryad karena mereka sama-sama Spirit……?"

"Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam Dryad, tapi ya, benar. Apalagi, dia adalah Great Spirit yang mengendalikan waktu dan ruang……"

"Artinya, Akuri diciptakan oleh orang-orang sejenis Scripter?"

"Tidak, aku sudah meminta Cicci menyelidikinya, tapi sepertinya berbeda. Akuri diciptakan dengan metode yang sama sekali berbeda dari mereka. Kelompok yang bisa melakukan hal seperti itu, kalian pasti punya gambaran, kan?"

"Jangan-jangan──"

Pandangan Yurishia-san dan Liese-san entah kenapa tertuju padaku.

"Eh? Tunggu sebentar, aku tidak tahu cara menciptakan Great Spirit. Di desaku, saat hari festival, kami hanya menciptakan Intermediate Fire Spirit untuk membuat api unggun atau kembang api. Kami menciptakan Spirit seperti biasa, tapi aku tidak tahu cara membuat Great Spirit!"

Begitu aku menegaskannya,

"Aku sangat mengerti."

"Kami sangat mengerti."

Keduanya mengangguk.

Syukurlah, sepertinya mereka paham.

"Ya, baguslah kalau kalian mengerti…… Lalu, ada permintaan untuk Kuruto dan kalian bertiga."

"Permintaan?"

"Benar. Untuk menyelidiki tentang Akuri lebih lanjut, mulai sekarang aku ingin kalian bertiga pergi ke Desa Hust."

Pergi ke Desa Hust.

Padahal aku sudah bilang desaku tidak membuatnya, tapi kami tetap harus ke sana?

Aku kurang paham, tapi hitung-hitung pulang kampung setelah sekian lama ya.

Aku jadi sedikit gugup.

"Itu memang terasa perlu, tapi Pegunungan Sheen ya. Padahal baru saja pulang, sepertinya akan jadi perjalanan panjang lagi."

Yurishia-san bergumam.

Kami kan baru saja sampai di bengkel beberapa saat lalu.

Hildegard-chan menggelengkan kepalanya dengan geli.

"Maksudku bukan sekarang juga. Di sini pun perlu persiapan. Lagipula, tempat yang ingin aku kalian datangi bukanlah Pegunungan Sheen yang sekarang. Tapi Desa Hust tempat aku dan Kuruto bertemu──Desa Hust di masa lalu."

"Desa Hust di masa lalu?"

"Benar, dengan melintasi waktu."

……Eh?

Pergi ke masa lalu dengan melintasi waktu?

Aku belum pernah dengar hal seperti itu bisa dilakukan, tapi apa itu hal yang sudah biasa?






Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close