Epilog
Saat ini, Akuri sedang tertidur lelap karena kelelahan
setelah meluapkan kegembiraannya.
Wujudnya kembali menjadi anak kecil berusia sekitar tiga
tahun seperti biasanya.
Tadi dia sempat bersenang-senang dengan wujud gadis
sebaya denganku, tapi tepat sebelum sampai di bengkel, dia tertidur dan
tahu-tahu sudah kembali ke wujud semula.
Kemudian, kami bertemu dengan Shina-san dan anggota
"Sakura" lainnya yang sedari tadi mencari Akuri di halaman.
"Jadi maksudmu, Akuri sekarang bisa tiba-tiba
berubah jadi dewasa dan kembali jadi anak kecil lagi?"
Saat aku bertanya, Shina-san mengangguk.
"Iya, benar. Tadi saat aku menjelaskan kalau 'Akuri-chan
masih kecil jadi tidak boleh ikut ke tempat berbahaya', dia bilang 'kalau
begitu apa Akuri harus jadi dewasa?', dan tahu-tahu wujudnya berubah jadi
dewasa. Ah, tapi meski kubilang dewasa, usianya sekitar sebayaku. Mungkin itu
karena orang dewasa yang paling dekat dengan Akuri-chan adalah Kuruto-kun……
Tapi tetap saja, Akuri-chan memang bukan anak biasa ya."
"Yah, sejak awal dia lahir dari telur, jadi wajar
kalau dia tidak biasa. Tapi, bisa berubah jadi dewasa lalu kembali jadi anak
kecil berkali-kali itu──"
"Sebenarnya anak ini siapa ya? Tentu saja, siapa pun
identitas Akuri sebenarnya, itu tidak mengubah kenyataan kalau dia adalah anak
kita."
Saat Yuri-san dan Liese-san berkata begitu, Shina-san
seolah teringat sesuatu.
"Benar, soal itu, ada tamu yang datang untuk
memberikan penjelasan."
Tamu yang bisa menjelaskan tentang Akuri?
Apa maksudnya Mimiko-san?
"Kudengar berisik sekali di sini, ternyata kalian
sudah pulang ya."
Sambil berkata begitu, dia berjalan menyusuri lorong.
Begitu melihat sosoknya, aku berseru senang.
"Hildegard-chan!
Juga ada Cicci-san dan Solflare-san!"
Gadis
berambut ungu yang dikeriting spiral itu adalah Hildegard-chan.
Cicci-san
dan rekan Hildegard-chan, Solflare-san, juga bersamanya.
Ternyata mereka datang berkunjung.
"Sudah lama ya, Kuruto."
"Halo,
Tuan Baronet."
"……Reuni,
senang."
Hildegard-chan
menyapa dengan wajah tenang, sementara Cicci-san terlihat gembira. Kata-kata
Solflare-san masih singkat seperti biasanya, tapi dia pun tampak senang.
Solflare-san
memang masih sedikit bicara ya.
Aku
menyadari kalau Cicci-san adalah teman Hildegard-chan karena aksen di setiap
akhir kalimatnya mirip dengan kebiasaan Hildegard-chan, jadi kupikir mereka
pasti sudah lama bersama.
Karena
itulah aku memercayainya.
"Jangan-jangan,
yang tahu tentang Akuri itu Solflare-san?"
"Bukan,
tapi aku, Kuruto."
Hildegard-chan
melangkah maju dan berkata.
"Setelah
menyelidiki banyak hal, akhirnya aku tahu identitas asli anak itu. Karena
itu, ada sesuatu yang ingin kupastikan padamu."
"Sesuatu yang ingin kupastikan?"
"Iya. Sudah berapa tahun berlalu sejak aku dan Kuruto
pertama kali bertemu?"
"Sekitar sepuluh tahun yang lalu, kan? Memangnya
kenapa?"
"Begitu ya, aku mengerti."
Lho? Sebenarnya itu pertanyaan apa, sih?
Entah
kenapa, saat mendengar pertanyaan Hildegard-chan tadi, Yurishia-san dan
Liese-san tampak sedikit tegang.
"Kuruto,
dengarkan. Anak ini adalah Spirit. Terlebih lagi, dia adalah Artificial Spirit
yang memiliki kekuatan luar biasa."
Begitu
Hildegard-chan mengatakannya, yang bereaksi paling cepat adalah Yurishia-san.
"Artificial
Spirit!? Maksudmu dia Artificial Spirit seperti Dryad!? ──Jangan-jangan, alasan
aku merasakan hawa yang mirip dengan Akuri di dalam Dryad karena mereka
sama-sama Spirit……?"
"Aku
tidak tahu apa yang terjadi di dalam Dryad, tapi ya, benar. Apalagi, dia adalah Great Spirit yang mengendalikan waktu dan
ruang……"
"Artinya,
Akuri diciptakan oleh orang-orang sejenis Scripter?"
"Tidak,
aku sudah meminta Cicci menyelidikinya, tapi sepertinya berbeda. Akuri diciptakan dengan metode yang sama sekali berbeda dari mereka. Kelompok
yang bisa melakukan hal seperti itu, kalian pasti punya gambaran, kan?"
"Jangan-jangan──"
Pandangan Yurishia-san dan Liese-san entah kenapa tertuju
padaku.
"Eh? Tunggu sebentar, aku tidak tahu cara
menciptakan Great Spirit. Di desaku, saat hari festival, kami hanya menciptakan
Intermediate Fire Spirit untuk membuat api unggun atau kembang api. Kami
menciptakan Spirit seperti biasa, tapi aku tidak tahu cara membuat Great
Spirit!"
Begitu aku menegaskannya,
"Aku sangat mengerti."
"Kami sangat mengerti."
Keduanya mengangguk.
Syukurlah, sepertinya mereka paham.
"Ya, baguslah kalau kalian mengerti…… Lalu, ada
permintaan untuk Kuruto dan kalian bertiga."
"Permintaan?"
"Benar. Untuk menyelidiki tentang Akuri lebih
lanjut, mulai sekarang aku ingin kalian bertiga pergi ke Desa Hust."
Pergi ke Desa Hust.
Padahal aku sudah bilang desaku tidak membuatnya, tapi
kami tetap harus ke sana?
Aku kurang paham, tapi hitung-hitung pulang kampung
setelah sekian lama ya.
Aku jadi sedikit gugup.
"Itu memang terasa perlu, tapi Pegunungan Sheen
ya. Padahal baru saja pulang, sepertinya akan jadi perjalanan
panjang lagi."
Yurishia-san bergumam.
Kami kan baru saja sampai di bengkel beberapa saat lalu.
Hildegard-chan menggelengkan kepalanya dengan geli.
"Maksudku bukan sekarang juga. Di sini pun perlu
persiapan. Lagipula, tempat yang ingin aku kalian datangi bukanlah Pegunungan
Sheen yang sekarang. Tapi Desa Hust tempat aku dan Kuruto bertemu──Desa
Hust di masa lalu."
"Desa Hust di masa lalu?"
"Benar, dengan melintasi waktu."
……Eh?
Pergi ke masa lalu dengan melintasi waktu?
Aku belum pernah dengar hal seperti itu bisa dilakukan, tapi apa itu hal yang sudah biasa?



Post a Comment